MANAGED BY:
JUMAT
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Jumat, 07 Mei 2021 17:21
Tidak Latah Turunkan Bunga Kredit
ilustrasi

PROKAL.CO,

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 19-20 April 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day reverse repo rate (BI7DRR) sebesar 3,50 persen, suku bunga deposit facility sebesar 2,75 persen, dan suku bunga lending facility sebesar 4,25 persen. Sayang, rendahnya suku bunga acuan tidak langsung diikuti penurunan suku bunga kredit di tingkat perbankan.

SAMARINDA - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim Made Yoga Sudharma mengatakan, tingkat suku bunga kredit di perbankan memang tidak bisa serta-merta turun ketika suku bunga acuan menurun. Sebab, penurunan bunga kredit tanpa perhitungan yang baik justru bisa menjadi buah simalakama bagi perbankan.

Apalagi kondisinya jika dilihat secara global masih banyak negara yang ekonominya minus dengan permintaan rendah. “Hanya ada beberapa negara yang memiliki perekonomian baik. Sehingga, jika berbicara export oriented, maka penyerapan produk belum besar saat ini. Siapa yang mau menyerap pasar kita, kalau kita kasih loan dengan bunga rendah pada pelaku usaha,” ungkapnya, Kamis (6/5).

Kredit biasanya digunakan untuk peningkatan produksi, ekspansi bisnis, dan sebagainya. “Jika diberikan bunga rendah, dan pelaku usaha mengajukan kredit untuk meningkatkan produksi, lalu siapa yang mau menyerap barang tersebut di tengah ketidakpastian saat ini,” sambungnya.

Dikhawatirkan nantinya banyak industri yang mengalami over produksi, sehingga harga barangnya malah akan menurun. “Oleh karena itu, jika penurunan bunga kredit dilakukan juga akan membuat buah simalakama. Diturunkan suku bunganya, tapi di satu sisi ada banyak kredit yang harus direlaksasi juga,” tuturnya.

Kondisi ini diyakini akan mengganggu pendapatan dari industri jasa keuangan, sedangkan di sisi lain perbankan juga masih harus membayar bunga dana simpanan seperti deposito. Sedangkan bunga dana simpanan tidak boleh berhenti. Menurut Made, hal ini yang membuat tingkat suku bunga pada perbankan tidak serta-merta turun ketika suku bunga acuan menurun.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 25 Juni 2021 11:01

Triwulan I 2021, Kinerja Perbankan Menurun

SAMARINDA - Kinerja intermediasi perbankan di Kaltim pada triwulan I…

Kamis, 24 Juni 2021 12:32

Kembangkan Industri Manufaktur sebelum IKN

Kaltim dinilai menjadi salah satu daerah yang memiliki potensi industri…

Kamis, 24 Juni 2021 12:20

BPUM Bakal Mengucur Lagi, Kukar Usulkan 57.259 Pelaku Usaha

Dalam upaya pemulihan ekonomi nasional, pemerintah bakal kembali mengucurkan bantuan…

Rabu, 23 Juni 2021 17:10

OJK Dorong Akses Keuangan UMKM

BALIKPAPAN - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan beberapa upaya untuk…

Rabu, 23 Juni 2021 16:59

Semangat Tumbuhkan Industri Hilir

SAMARINDA – Kontribusi Kaltim terhadap perdagangan Indonesia masih menurun. Dari…

Rabu, 23 Juni 2021 10:20

UMKM Dituntut Jangkau Pasar Ekspor

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kaltim terus mendorong pelaku…

Rabu, 23 Juni 2021 10:19

MANTAP..!! 3 Bulan Sekali Kirim Rumput Laut ke Korsel

ADA banyak jenis rumput laut. Salah satu yang dikembangkan Samuel…

Rabu, 23 Juni 2021 10:17
APBN Mei Defisit Rp 219,3 Triliun

Perpanjang Insentif Pajak sampai Akhir Tahun

JAKARTA– Pemerintah terus berupaya menanggulangi dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian.…

Senin, 21 Juni 2021 10:08

Suku Bunga Kredit Bank Masih Tinggi, Mandiri Sebut Sudah Respons Penurunan BI7DRR

BALIKPAPAN–Bank Indonesia (BI) mencatat rata-rata suku bunga perbankan di Kaltim…

Senin, 21 Juni 2021 10:06

Waktunya Sektor Properti Bangkit

Bank Indonesia (BI) menyebut, beberapa kebijakan stimulus pemerintah efektif untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers