MANAGED BY:
JUMAT
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Kamis, 06 Mei 2021 15:12
Indonesia di Jurang Resesi, Pertumbuhan Kuartal I Minus Lagi

Konsumsi Rumah Tangga Bikin Kontraksi

Kepala BPS Suhariyanto menegaskan, penyumbang kontraksi terbesar adalah konsumsi rumah tangga.

PROKAL.CO,

JAKARTA– Meski mulai memasuki tahap pemulihan ekonomi, faktanya Indonesia masih berada pada jurang resesi. Dalam laporan terbarunya, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun ini masih negatif. Tepatnya, minus 0,74 persen.

Kepala BPS Suhariyanto menegaskan, penyumbang kontraksi terbesar adalah konsumsi rumah tangga. Pada kuartal I tahun ini, konsumsi rumah tangga tercatat minus 2,23 persen. Kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun ini mencapai minus 1,22 persen.

’’Dari komponen pengeluaran, kita bisa melihat bahwa konsumsi rumah tangga merupakan sumber kontraksi yang dalam,’’ terang Suhariyanto (5/5). Berdasar pengeluaran atas dasar harga berlaku, struktur produk domestik bruto (PDB) kuartal I 2021 tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Sejauh ini, konsumsi rumah tangga masih menjadi komponen perekonomian yang paling dominan. Komposisinya berkisar 56,93 persen terhadap PDB. Artinya, konsumsi rumah tangga punya dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dari Surabaya, Kepala BPS Jawa Timur (Jatim) Dadang Hardiwan melaporkan bahwa perekonomian di wilayahnya juga membaik meskipun masih resesi. Produk domestik regional bruto (PDRB) Jatim atas dasar harga berlaku dalam triwulan I tahun ini mencapai Rp 587,33 triliun. Jika dikalkulasi dengan harga konstan, PDRB provinsi tercatat Rp 406,43 triliun.

Secara year-on-year (YoY), ekonomi Jatim hanya terkontraksi 0,44 persen. Itu capaian yang baik mengingat dua bulan pertama tahun lalu, rapor perekonomian belum terpengaruh pandemi Covid-19.

Berbagai sektor usaha yang menjadi pilar ekonomi Jatim, menurut Dadang, mulai tumbuh. Misalnya, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Sektor tersebut naik 4,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tertinggi tercatat pada sektor informasi dan komunikasi sebesar 8,47 persen.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 25 Juni 2021 11:01

Triwulan I 2021, Kinerja Perbankan Menurun

SAMARINDA - Kinerja intermediasi perbankan di Kaltim pada triwulan I…

Kamis, 24 Juni 2021 12:32

Kembangkan Industri Manufaktur sebelum IKN

Kaltim dinilai menjadi salah satu daerah yang memiliki potensi industri…

Kamis, 24 Juni 2021 12:20

BPUM Bakal Mengucur Lagi, Kukar Usulkan 57.259 Pelaku Usaha

Dalam upaya pemulihan ekonomi nasional, pemerintah bakal kembali mengucurkan bantuan…

Rabu, 23 Juni 2021 17:10

OJK Dorong Akses Keuangan UMKM

BALIKPAPAN - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan beberapa upaya untuk…

Rabu, 23 Juni 2021 16:59

Semangat Tumbuhkan Industri Hilir

SAMARINDA – Kontribusi Kaltim terhadap perdagangan Indonesia masih menurun. Dari…

Rabu, 23 Juni 2021 10:20

UMKM Dituntut Jangkau Pasar Ekspor

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kaltim terus mendorong pelaku…

Rabu, 23 Juni 2021 10:19

MANTAP..!! 3 Bulan Sekali Kirim Rumput Laut ke Korsel

ADA banyak jenis rumput laut. Salah satu yang dikembangkan Samuel…

Rabu, 23 Juni 2021 10:17
APBN Mei Defisit Rp 219,3 Triliun

Perpanjang Insentif Pajak sampai Akhir Tahun

JAKARTA– Pemerintah terus berupaya menanggulangi dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian.…

Senin, 21 Juni 2021 10:08

Suku Bunga Kredit Bank Masih Tinggi, Mandiri Sebut Sudah Respons Penurunan BI7DRR

BALIKPAPAN–Bank Indonesia (BI) mencatat rata-rata suku bunga perbankan di Kaltim…

Senin, 21 Juni 2021 10:06

Waktunya Sektor Properti Bangkit

Bank Indonesia (BI) menyebut, beberapa kebijakan stimulus pemerintah efektif untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers