MANAGED BY:
JUMAT
07 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Selasa, 04 Mei 2021 17:19
Masyarakat Sipil Paling Banyak Jadi Korban, Dalam Tiga Tahun 95 Korban Meninggal

PROKAL.CO,

JAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD menegaskan kembali, keputusan pemerintah menjadikan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sebagai organisasi teroris sudah melalui pertimbangan matang dan proses panjang. Yang mendukung dan ikut menyuarakan pelabelan itu pun beragam.

Menurut Mahfud, tidak hanya instansi pelat merah di bawah naungan pemerintah seperti BNPT dan BIN yang meminta KKB dijadikan organisasi teroris. Banyak tokoh dari Papua juga menyuarakan hal serupa. "Saya datang ke sana (Papua), mereka (tokoh-tokoh, Red) datang ke kantor saya," ungkap dia  (3/5). Di antara mereka ada yang meminta pemerintah bertindak lebih tegas.

Selain itu, ada juga yang mengusulkan supaya KKB dikategorikan organisasi teroris. Sebabnya tidak lain karena aksi yang mereka lakukan mengganggu dan membahayakan masyarakat. Kemudian aksi tersebut juga menghambat upaya penyelesaian persoalan Papua yang terus digalakkan oleh pemerintah. Mahfud pun membeberkan data korban KBB selama tiga tahun belakangan.

Berdasar catatan yang dia miliki, total ada 120 korban luka dalam aksi-aksi yang dilakukan KKB sejak 2018. Dari angkat tersebut 53 orang adalah masyarakat sipil, 51 TNI, dan 16 personel Polri. Angka korban meninggal tidak kalah banyak. Mahfud menyebut ada 27 TNI, sembilan personel Polri, dan 59 orang masyarat sipil. "Itu (jadi korban) dengan tindakan yang sangat brutal," beber Mahfud.

KKB, lanjut pejabat asal Madura itu, tidak segan membakar rumah warga, membakar sekolah, membakar pesawat. Mereka juga tidak ragu membunuh masyarakat sipil. Bahkan dokter dan guru yang dikirim untuk membantu masyarakat Papua pun tidak luput dari sasaran. Respons atas perbuatan tersebut beragam. Termasuk di antaranya meminta KKB dijadikan organisasi teroris.

Usulan tersebut sudah lama muncul. Disuarakan bergantian oleh instansi, kelompok, dan individu. Namun demikian, pemerintah tidak gegabah mengambil langkah. Keputusan menjadikan kelompok tersebut organisasi teroris baru dinyatakan tahun ini. Mahfud sendiri yang menyampaikannya kepada publik. Dia pun menekankan keputusan itu tidak mengubah pendekatan lain.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 06 Mei 2021 15:22

Usul Alokasi Anggaran Tes Covid-19 di Sekolah

JAKARTA- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi berencana membuka sekolah…

Kamis, 06 Mei 2021 10:10
Putusan UU Pemilu, Tiga Hakim MK Dissenting Opinion

Parpol di Parlemen Bebas dari Verifikasi Faktual

JAKARTA– Sembilan partai politik (parpol) yang duduk di DPR RI…

Kamis, 06 Mei 2021 10:00

SMSI Sumut Apresiasi Gubsu Jadikan Pers Teman Berfikir

Medan - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumut mengapresiasi komitmen…

Kamis, 06 Mei 2021 09:54

Ini Dia Fakta Baru Sate Sianida, Motif Asmara, Nani dan Aiptu Tomy Nikah Siri

 Fakta baru kasus sate sianida yang dikirim oleh Nani Apriliani…

Selasa, 04 Mei 2021 17:25

Alasan Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan, 75 Pegawai KPK Terancam Diberhentikan

JAKARTA- Proses pengalihan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi aparatur…

Selasa, 04 Mei 2021 17:24

Bersiap Hadapi Keputusan Terburuk, Kembali Tidak Berangkat, Kemenag Minta CJH Mulai Menata Hati

JAKARTA– Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi meminta calon…

Selasa, 04 Mei 2021 17:19

Masyarakat Sipil Paling Banyak Jadi Korban, Dalam Tiga Tahun 95 Korban Meninggal

JAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam)…

Selasa, 04 Mei 2021 17:14

KKB Bakar Puskesmas-Sekolah, Kapolda Papua: TNI-Polri Tak Akan Mundur!

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri menyesalkan adanya pembakaran…

Selasa, 04 Mei 2021 15:20

Novel Baswedan dan 6 Kasatgas Penyidik KPK Terancam Diberhentikan

Proses pengalihan status pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi aparatur…

Selasa, 04 Mei 2021 12:53

Hoaks Nanggala Tenggelam Akibat Torpedo Tiongkok

FAKTA: Penyelidikan tentang tenggelamnya KRI Nanggala-402 di perairan Bali masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers