MANAGED BY:
SABTU
15 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 04 Mei 2021 11:00
48 Hakim Disanksi, 2 di Antaranya Dihukum Berat

PROKAL.CO,

JAKARTA– Sebanyak 48 hakim dijatuhi sanksi oleh Komisi Yudisial. Berdasar hasil pemeriksaan, sidang panel, dan sidang pleno, ada dua hakim yang menerima sanksi kategori berat. Sisanya lebih banyak mendapat sanksi kategori ringan dan sedang.

Sanksi dijatuhkan lantaran puluhan hakim tersebut terbukti melanggar kode etik dan pedoman perilaku hakim (KEPPH). Pelanggaran mereka dilakukan pada masa kerja kuartal pertama 2021. Komisioner KY Sukma Violetta menyatakan, sanksi diberikan demi menjaga marwah serta kemuliaan profesi hakim.

Sukma memastikan, proses yang dijalankan hingga KY menjatuhkan sanksi sudah sesuai dengan ketentuan. Dimulai dengan pemeriksaan pelapor dan saksi, pembuatan BAP, pengumpulan bukti, sampai pemeriksaan hakim yang melanggar KEPPH. ’’Untuk menjamin bahwa pengawasan yang dilakukan KY tetap menjunjung kehormatan dan keluhuran martabat hakim,’’ ungkap dia kemarin (3/5).

Proses pemberian sanksi dilakukan melalui sidang panel dan sidang pleno. Hasilnya, 48 hakim dinyatakan melanggar KEPPH. Mereka disanksi sesuai dengan pelanggaran masing-masing. Sukma memerinci, 36 hakim disanksi ringan, 10 hakim sanksi sedang, dan 2 hakim sanksi berat.

Untuk memastikan sanksi diberikan sesuai dengan putusan, KY sudah meminta kepada Mahkamah Agung (MA) untuk memberikan hukuman sesuai rekomendasi. Rekomendasi dari KY, tegas Sukma, sudah sampai ke MA. ’’Sanksi ringan berupa teguran lisan untuk 6 hakim, teguran tertulis untuk 11 hakim, dan pernyataan tidak puas secara tertulis untuk 19 hakim,’’ beber Sukma.

Perincian sanksi sedang bervariasi. Ada penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji selama satu tahun untuk 3 hakim, lalu penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun untuk 1 hakim, dan hakim nonpalu selama enam bulan untuk 6 hakim. Sanksi berat dijatuhkan kepada dua hakim berupa nonpalu lebih dari enam bulan dan paling lama dua tahun.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 15 Mei 2021 13:22

Pertemuan Zulhas-Anies, PAN Tepis Ada Agenda Khusus

JAKARTA– Selama Mei, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan aktif melakukan…

Sabtu, 15 Mei 2021 13:20

Kasus Penularan di Pekerja Bandara, Singapura Naikkan Status Pembatasan Covid-19

SINGAPURA– Pandemi masih membuat banyak pemerintah negara kalang kabut. Salah…

Sabtu, 15 Mei 2021 13:04
CHELSEA vs LEICESTER CITY

Tradisi yang Terganjal Rotasi

LONDON– Misi Chelsea meraih double winners musim ini dimulai malam…

Sabtu, 15 Mei 2021 13:01

Indonesia Masih Masuk Daftar Larangan Masuk Saudi

JAKARTA– Puncak penyelenggaraan ibadah haji tinggal dua bulan lagi. Tetapi…

Sabtu, 15 Mei 2021 12:57

Kontroversi Penonaktifan 75 Pegawai KPK, Cium Aroma Pembiasan Informasi

JAKARTA– Kontroversi penonaktifan 75 pegawai KPK yang tidak memenuhi syarat…

Sabtu, 15 Mei 2021 12:54

Ditegur Ibu Bawa Pacar Masuk Kamar, Cewek Ini Malah Minum Racun

Gara-gara ditegur ibunya bawa pacar masuk kamar, gadis 17 tahun…

Sabtu, 15 Mei 2021 12:43

Pemimpin Hamas Kirim Surat ke Jokowi, Begini Isinya....Bikin Haru sekaligus Pilu

JAKARTA– Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh mengirim surat kepada Presiden Joko…

Sabtu, 15 Mei 2021 12:34

Bantuan Sosial Tunai Diperpanjang Hingga Juni

JAKARTA – Kabar gembira bagi masyarakat penerima bantuan sosial tunai…

Sabtu, 15 Mei 2021 12:22

Serangan Darat Israel Kian Mendekat ke Gaza

 Armada tank Israel mulai meluncurkan serangan di wilayah dekat perbatasan…

Jumat, 14 Mei 2021 12:28
Idul Fitri Singgung Palestina, Ozil Menyentuh, Mo Salah Singgung PM Inggris

KEJI..!! 17 Anak-anak Jalur Gaza Tewas Akibat Serangan Israel

Jumlah korban imbas gempuran Israel terhadap Palestina di Jalur Gaza,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers