MANAGED BY:
SELASA
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Selasa, 04 Mei 2021 14:50
Tergoda Pesona Alam Nusa Penida
MEMORI INDAH: Beranjangsana ke Nusa Penida menjadi salah satu pengalaman menarik yang membekas di benak seorang Alfina Intan Puspita Sari.

CATATAN PERJALANAN

Alfina Intan Puspita Sari

Mahasiswa, Traveler

 

Butuh perjuangan lebih untuk mendarat di Nusa Penida. Tetapi itu semua akan terbayar ketika menyaksikan keindahan panorama alamnya.

TAK banyak daerah yang menyajikan wisata pantai khas Pulau Nusa Penida. Anda bisa melihat pantai bersatu padu dengan tebing. Hingga menyajikan pemandangan yang tiada dua. Salah satu pulau yang berada di sekitar Bali. Tepatnya di tenggara, terpisah dari Bali oleh Selat Badung. Perjalanan ini setidaknya melewati tiga kali transit. Berdomisili di Samarinda, saya perlu berangkat menuju Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, mengambil rute penerbangan Balikpapan–Bali.  

Setelah berada di pesawat sekitar dua jam hingga tiba di Bali, saya segera meneruskan perjalanan ke pelabuhan. Para turis masih perlu menyeberangi lautan sekitar 1,5 jam untuk tiba di Nusa Penida. Karena ini pengalaman kali pertama, saya memilih untuk mengikuti paket tur saja.

Saya menghabiskan waktu satu hari berkeliling pulau dengan luas 209 kilometer persegi tersebut. Semua kegiatan sudah tersusun. Mula pagi hingga siang menjelajah area barat. Sementara siang hingga sore menikmati wilayah timur. Beri asupan mata melalui keindahan pantai dengan jajaran tebingnya.

MEMUKAU: Terdapat beberapa pondok atau gazebo yang bisa dikunjungi di beberapa titik puncak tebing Nusa Penida. Menjadi tempat rehat sekaligus wadah menikmati keindahan di sekelilingnya.

 

Diamond Beach menjadi lokasi pertama. Saya takjub dan senang melihat spot ini karena belum banyak terjamah wisatawan. Itu yang membuat kondisi alam begitu terjaga. Walau memang akses ke pantai ini agak sulit karena butuh tenaga dan ekstra hati-hati.

Pantai berada di bawah tebing dan belum ada fasilitas tangga memadai. Namun, itu bukan masalah besar. Ketika sampai di pantai, perjalanan ini rasanya langsung terbayar. Bagi saya, walau harus turun dengan curam, worth it berkunjung ke Diamond Beach. Pantai begitu bersih dan bening.

PESONA ALAM: Kolong tebing yang terbentuk karena kikisan ombak selama ribuan tahun menjadi daya tarik di salah satu sisi Nusa Penida.

Tak cukup sampai di situ, saya melanjutkan perjalanan ke timur. Tepatnya ke spot wisata yang sudah populer yaitu Broken Beach. Pemandangan tebing di tempat ini yang menjadi begitu ikonik. Sesuai nama wisata, Broken Beach menunjukkan tebing yang sebagian roboh dan membentuk lingkaran.

AKSES MUDAH: Untuk bisa menikmati berbagai keindahan di Nusa Penida, Anda tidak akan kesulitan lantaran sudah tersedia banyak penyedia jasa perjalanan yang menyiapkan rute ke sana.

 

Visual yang tertangkap seperti membentuk lengkungan perbatasan teluk menuju laut. Keindahan ini hanya bisa dinikmati dari kejauhan. Artinya hanay untuk dipandang. Sulit untuk menuju ke bawah dan mendekat ke tebing karena kondisinya sangat curam.

Terakhir sebagai penutup wisata di Nusa Penida, saya berkunjung ke Pantai Kelingking. Ini salah satu spot yang juga fenomenal. Anda perlu berjalan kaki lagi menuruni tebing sekitar satu jam hingga sampai di pantai. Karena tebing curam, tapi terbantu dengan fasilitas tangga menuju pantai.

NUANSA NATURAL: Mendengar lembutnya suara ombak menyisir tenang pasir di pantai Nusa Penida, membuat Alfina Intan Puspita Sari terhanyut dalam ketenangan.

 

Meski hanya berkeliling selama satu hari, perjalanan ke Nusa Penida memberi kesan yang dalam. Terutama karena keindahan alam yang sepadan dengan perjuangan menuju ke sana. Apalagi bagi mereka yang suka wisata alam sangat tepat dan patut mencoba berkunjung ke Nusa Penida yang masih asri dan terjaga.

Walau melakukan traveling selama pandemi, saya juga tidak merasakan adanya kesulitan. Setiap wisatawan terus diimbau agar menaati protokol kesehatan. Jumlah yang berkunjung pun tidak begitu ramai dan masih bisa jaga jarak. Sangat terasa dibanding perjalanan biasanya, saya harus siap peralatan.

Mulai masker, hand sanitizer, dan disinfektan. Kenyataannya wisata memang tidak begitu ramai, tapi tetap harus hati-hati dan patuh protokol kesehatan. Disiplin semakin terjaga karena semua tempat atau fasilitas wisata juga sudah menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. (gel/ndy/k16)


BACA JUGA

Selasa, 23 Oktober 2012 07:25

Dirikan TK Annisa, Anak Usia Emas Jangan Ditekan

<div> <strong>PENAJAM &ndash;</strong> Pendidikan usia dini menjadi hal penting…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers