MANAGED BY:
SELASA
18 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 04 Mei 2021 10:45
Ada IKN, Buruh Kaltim Masih Harus Berjuang

PROKAL.CO,

Buruh di Kaltim harus menerima kenyataan. Mereka mesti bersaing ketat ketika ibu kota negara (IKN) dibangun. Jangan sampai jadi penonton dan kalah bersaing. Akan tetapi, perjuangan buruh sudah lebih dahulu dimulai. Setahun lebih dihajar pandemi Covid-19, tak sedikit buruh yang menjadi korban. Namun, kini ada secercah asa dari perekonomian Kaltim.

Setelah dihajar pandemi, kondisi perekonomian saat ini mulai merangkak naik. Apalagi Kaltim masih mengandalkan sektor yang batu bara dan migas. Hal ini dijelaskan Wakil Ketua Umum Bidang Investasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kaltim Alexander Soemarno.

Alex menjelaskan, pertama kalau bicara skala global, awal 2020 ada penurunan harga batu bara dan kayu. Namun, yang harganya stabil itu kelapa sawit. Membaik bahkan saat ini di harga terbaik dalam 3-4 tahun terakhir.

“Sebenarnya di akhir 2020 ada kenaikan harga batu bara. Saat ini harga lagi bagus. Secara global, ekonomi Kaltim tak terganggu karena proporsi besar kan migas dan batu bara, hampir 80 persen," jelas Alex.

Namun, hal itu jika bicara global. Namun, saat ini riilnya yang mendukung ekonomi kerakyatan skala masif itu, disebut Alex, perkebunan. Jadi, kalau mau berasumsi, dengan jumlah areal ditanam 1 juta hektare, pekerja yang terserap sekitar 140-150 ribu orang. Itu terdapat multiplier effect yang besar. Kalau satu orang bisa menghidupi tiga orang lainnya, ada ratusan ribu jiwa terhidupi dari perkebunan.

"Itu baru bicara di kebun. Belum di pabriknya. Satu pabrik bisa 400-500 orang bisa menghidupi sekitar 30-40 ribu orang terlibat di pabriknya. Jika ada 200 ribuan orang di sawit, berarti bisa hidupi sekitar 800 ribu. Teorinya 800 ribu orang yang terhidupi bisa mengangkat ekonomi. Ini baru sektor perkebunan yang notabene tidak eksploratif," beber Alex.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 18 Mei 2021 16:39
UU IKN Belum Disahkan, Status Sepaku Masih Masuk PPU----sub

Sepaku di IKN, Jumlah Kursi di DPRD PPU Terpengaruh

Jatah kursi di DPRD PPU bisa saja berkurang. Jika Kecamatan…

Selasa, 18 Mei 2021 16:38

Taliban-Afganistan Tempur Lagi

KANDAHAR – Perdamaian dua kubu di Afganistan tak bisa bertahan…

Selasa, 18 Mei 2021 16:36

Robot Tiongkok Akan Jelajahi Mars

BEIJING – Presiden Xi Jinping terus menambah warisannya di dunia…

Selasa, 18 Mei 2021 16:35

Makin Brutal, 192 Orang Tewas di Gaza

Militer Israel melancarkan serangan terbaru di Jalur Gaza, Senin (17/5)…

Selasa, 18 Mei 2021 15:39
PPKM Diperpanjang, Wisata di Zona Merah-Oranye Dilarang Beroperasi

Antisipasi Lonjakan Kasus setelah Mudik Lebaran, Siapkan 70 Ribu Ruang Isolasi dan 7.500 ICU

JAKARTA– Dalam dua pekan ke depan, kenaikan kasus Covid-19 diprediksi…

Selasa, 18 Mei 2021 15:34

Kendalikan Pendidikan dan Opini Publik, Tiongkok Perketat Penggunaan Kurikulum Asing

BEIJING– Kurikulum asing di Tiongkok tak bisa diterapkan. Terutama untuk…

Selasa, 18 Mei 2021 15:30

DPR-DPD Pertanyakan TKA Tiongkok Masuk saat Penyekatan

JAKARTA– Masuknya warga negara Tiongkok berstatus tenaga kerja asing disoroti…

Selasa, 18 Mei 2021 15:18

Thailand Gelombang Ketiga, Taiwan Kembali Waspada Kenaikan Kasus Covid-19

BANGKOK– Sejumlah negara yang dinilai berhasil mengendalikan penularan Covid-19 kembali…

Selasa, 18 Mei 2021 14:59

Penggunaan Vaksin AstraZeneca di Kaltim Ditunda

SAMARINDA - Kepala Dinas Kesehatan provinsi Kalimantan Timur dr Padilah…

Selasa, 18 Mei 2021 14:17

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Ulang Azis Syamsudin

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal kembali mengagendakan pemeriksaan Wakil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers