MANAGED BY:
SELASA
03 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 04 Mei 2021 09:53
Pengadilan India Ancam Hukum Pejabat, Jika Gagal Penuhi Suplai Oksigen Pasien Korona
Rumah sakit di berbagai penjuru India mengeluarkan status SOS meminta bantuan oksigen. Satu per satu pasien yang seharusnya tertolong justru meninggal karena tidak ada suplai oksigen. (AFP)

Modi akhirnya memberikan kuasa finansial darurat ke militer. Itu membuat mereka bisa mendirikan fasilitas karantina, RS darurat, serta membeli berbagai peralatan. Militer pun kini membuka fasilitas RS-nya untuk masyarakat umum. Sekitar 600 dokter yang sudah pensiun beberapa tahun terakhir dipanggil lagi untuk membantu. Angkatan laut juga ikut mengerahkan 200 asisten perawat di rumah sakit sipil.

Situasi di India memang tidak biasa. Negara tersebut terus-menerus memecahkan rekor. Kemarin angka kematian harian mencapai 3.689 orang. Itu adalah yang tertinggi sejak pandemi kali pertama menyapu India. Kasus hariannya mencapai 392.488. Sehari sebelumnya, India menjadi negara pertama di dunia yang angka penularan hariannya tembus 400 ribu. Menurut banyak pakar, jumlah riil di lapangan jauh lebih tinggi. Vaksinasi juga tidak bisa dilakukan karena stok di sebagian besar wilayah sudah habis.

Pemerintah menggunakan jalur kereta, bantuan angkatan udara, dan angkatan laut untuk mengirimkan oksigen ke daerah-daerah yang paling terdampak. Sayang, langkah terlambat itu belum mampu mengendalikan situasi. Bantuan ke India saat ini terus berdatangan dari berbagai negara.

Belum bisa dipastikan apakah situasi di India murni karena pelanggaran protokol kesehatan ataukah karena mutasi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Virus mutan asal India, B.1.617, memang lebih menular. Namun, WHO belum menyatakan apakah ia lebih berbahaya dari mutasi di Inggris ataupun Afrika Selatan.

Banyak negara yang takut dengan persebaran B.1.617 dan memilih menutup perbatasannya. Australia adalah yang paling ekstrem. Mereka tak hanya menolak penumpang biasa yang datang dari India, tapi juga penduduknya sendiri.

Warga Australia dan ekspatriat yang berada di India selama 14 hari terakhir dilarang pulang. Mereka yang memaksa pulang bisa didenda AUD 66.600 (Rp 742,7 juta), pidana penjara 5 tahun, atau keduanya sekaligus. Kebijakan itu berlaku mulai hari ini (3/5). ’’Keputusan tersebut didasarkan pada proporsi pelancong luar negeri yang menjalani karantina di Australia karena tertular infeksi Covid-19 di India,’’ ujar Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt. (sha/c17/bay)

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 02 Agustus 2021 12:29
Masa Perpanjangan PPKM Level 4 Berakhir Hari Ini

Setiap Hari Ada 1.000 di Indonesia yang Meninggal Akibat Covid-19

JAKARTA– Masa perpanjangan PPKM untuk kali kedua akan berakhir hari…

Senin, 02 Agustus 2021 11:20

Ahli AS Catat 8 Bukti Lab Wuhan Bocor jadi Penyebab Pandemi Covid-19

 Dunia masih bertanya-tanya soal asal usul Covid-19 yang awal mula…

Senin, 02 Agustus 2021 10:20

YESSS..!! Sekarang Bisa Nikmati Siaran TV Digital di Samarinda

SAMARIND-  Tak berlebihan memang slogan yang selalu kita dengar pada…

Senin, 02 Agustus 2021 10:11

Di Tengah Sulitnya Warga Mendapatkan Vaksinasi Covid-19, Kaltim Tak Masalah Beli Vaksin

Vaksinasi Covid-19 seakan diwajibkan. Itu tercatat kini sebagai syarat bepergian.…

Senin, 02 Agustus 2021 10:07

Gubernur Kaltim Surati Pusat Minta Tambahan Vaksin

RETNO Ning Aty (27), menjadi salah satu tenaga kesehatan yang…

Minggu, 01 Agustus 2021 14:09

Bantuan ke Pasien Covid-19 yang Meninggal, Ahli Waris Disantuni Rp 10 Juta

SAMARINDA-Bantuan keuangan sebesar Rp 10 juta akan disalurkan Pemprov Kaltim…

Minggu, 01 Agustus 2021 13:40

Kutai Kartanegara Paling Banyak Lubang Tambang

Pernyataan Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Mega Prima Persada Saipul…

Minggu, 01 Agustus 2021 12:22

Jika Sertifikat Vaksin Jadi Syarat Masuk Mal, Malah Semakin Menggerus Pengunjung

Capaian vaksinasi kepada masyarakat saja masih rendah. Tapi malah diwacanakan…

Sabtu, 31 Juli 2021 12:00

Penumpang Tak Sabar, Vaksinasi di Bandara Menumpuk

JUMLAH dosis yang terbatas ditambah calon penumpang tidak tertib, membuat…

Sabtu, 31 Juli 2021 11:27
Ketegaran Empat Bersaudara, Orangtua Wafat Terpapar Covid-19 (2-Habis)

Sempat Bersurat, Curiga Sendal yang Pulang

Tak mudah bagi keluarga untuk memberi tahu kabar duka meninggalnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers