MANAGED BY:
MINGGU
25 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Sabtu, 01 Mei 2021 11:50
Serapan Stimulus Properti Butuh Waktu
ilustrasi

PROKAL.CO,

BALIKPAPAN–Pengembang berharap keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 3,50 persen segera dirasakan sektor properti. Selain mempercepat pemulihan ekonomi, juga mendongkrak permintaan kredit pemilikan rumah yang sedang mengalami stagnasi.

Wakil Ketua Komisariat Real Estate Indonesia (REI) Balikpapan Andi Arief Mulya Dwi Hartono mengungkapkan, pada 2021, industri properti diproyeksi tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya. “Harapannya begitu, tetapi kelihatannya konsumen juga masih wait and see sebelum berinvestasi ke properti. Apalagi saat Ramadan ini pengeluaran sangat jarang untuk properti,” ujarnya, Jumat (30/4).

Sejauh ini, tambah dia, ada beberapa kebijakan dari pemerintah untuk mendorong properti. Namun, pelaksanaan dari kebijakan ini jadi faktor paling penting. Karena secara historis, langkah BI menurunkan suku bunga acuan tidak langsung diikuti perbankan dengan menurunkan suku bunga kredit khususnya KPR dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA).

“Jadi, meski suku bunga BI sudah turun namun industri properti tidak bisa segera langsung merasakan dampaknya,” beber dia. Selama beberapa bulan terakhir, penurunan suku bunga acuan BI7DRR hanya sedikit mendorong turunnya suku bunga kredit properti. Berdasarkan data BI, suku bunga KPR mengalami penurunan tipis dari 8,67 persen menjadi 8,26 persen dan KPA dari 8,63 persen menjadi 8,22 persen.

Kendati demikian, menurut dia, situasi pasar properti saat ini memang terlihat semakin kondusif bagi konsumen. "Apalagi dalam dua kuartal terakhir terjadi penurunan harga properti, kenaikan suplai, dan turunnya permintaan secara nasional," ujarnya.

Dia menjelaskan, harga rumah di Balikpapan relatif stabil dan hanya mengalami kenaikan atau penurunan secara tipis pada kuartal I-2021 dibandingkan kuartal IV-2020. “Fluktuatif, naiknya tipis bahkan tidak bergerak. Memang properti ini masih belum bisa bangkit sepenuhnya,” tutup dia. (aji/ndu/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Juli 2021 11:13

Usul Bentuk Lembaga Nonbank Khusus Maskapai

Sektor penerbangan menjadi salah satu sektor yang terdampak paling dalam…

Sabtu, 24 Juli 2021 11:13

Usul Bentuk Lembaga Nonbank Khusus Maskapai

Sektor penerbangan menjadi salah satu sektor yang terdampak paling dalam…

Sabtu, 24 Juli 2021 11:06

Target Pertumbuhan Ekonomi Dikoreksi, BI Tahan Suku Bunga Acuan 3,5 Persen

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku…

Sabtu, 24 Juli 2021 11:05

Dana CSR Diminta Digunakan Membantu Masyarakat Miskin

SAMARINDA – Perusahaan yang beroperasi di Kaltim diharapkan ikut membantu…

Jumat, 23 Juli 2021 12:47

Sistem Lebih Adil, Perlahan Beralih ke Syariah

SEJAK memulai usaha Istana Laundry pada 2014 lalu, Syamsudin Hamade…

Jumat, 23 Juli 2021 11:24

Ekspansi Kredit UMKM Masih Sulit

SAMARINDA – Belum teratasinya Covid-19 membuat ekspansi kredit perbankan terhadap…

Jumat, 23 Juli 2021 11:22

Investor Lokal Bangun Depo Kontainer Rp 200 M

BALIKPAPAN - Insiden kecelakaan di turunan Muara Rapak, Balikpapan yang…

Kamis, 22 Juli 2021 11:05

Penurunan Bunga Kredit Butuh Waktu

Tak hanya berpatok pada penurunan suku bunga acuan atau BI…

Minggu, 18 Juli 2021 19:41

Penataan Lahan Perkebunan, Moratorium Disebut Bukan Solusi

Pemerintah diminta mengevaluasi kembali izin perkebunan yang diberikan kepada pelaku…

Minggu, 18 Juli 2021 14:35

PPKM Darurat, UMKM di Balikpapan Terancam Gulung Tikar

BALIKPAPAN- Surat edaran Wali Kota Balikpapan terbaru tentang pemberlakuan pembatasan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers