MANAGED BY:
MINGGU
25 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Kamis, 29 April 2021 13:34
Menjadi Pebisnis Profesional Dalam Islam
Norvadewi

  Profesional dalam Islam juga merupakan ciri seseorang yang mencapai tingkatan ihsân, yang memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada iman dan Islam. Seorang yang mencapai tingkatan ihsan tidak merasa cukup hanya dengan melakukan pekerjaan sekedarnya saja, tetapi ia akan melakukannya secara profesional dan sungguh-sungguh, mengerahkan segala kemampuannya untuk kebaikan dan akurasi pekerjaannya.

Inti profesionalisme dalam Islam setidaknya dicirikan oleh tiga hal, yaitu: Kafa’ah, yaitu cakap atau ahli dalam bidang pekerjaan yang dilakukan; Himmatul-‘amal, yaitu memiliki semangat atau etos kerja yang tinggi;   dan Amanah, yaitu bertanggung jawab dan terpercaya dalam menjalankan setiap tugas atau kewajibannya. Amanah adalah sikap terpercaya yang muncul dari pribadi seorang muslim yang tidak suka melakukan penyimpangan dan penghianatan. Hal ini didorong oleh pengertian di dalam dirinya bahwa ketaatan adalah ciri pribadi muslim. 

 Seorang muslim yang profesional, harus merujuk pada apa yang dicontohkan Rasulullah SAW dengan karakter yang ada pada diri beliau. Karakter ini mencakup sifat-sifat Nabi yang mulia, yaitu siddîq, amânah ,fathânah dan tablîgh serta istiqamah sebagai karakter seorang pebisnis muslim.  Profesionalisme dan akhlak adalah dua hal yang bersinggungan. Penghayatan terhadap nilai/makna hidup, agama, pengalaman dan pendidikan harus diarahkan untuk menciptakan sikap kerja profesional, sedangkan apresiasi nilai yang bersifat aplikatif akan membuahkan akhlakul karimah.  Profesionalisme dan akhlak akan menghasilkan kinerja aktual atau performance.

Profesionalisme Rasulullah SAW dalam berbisnis dapat dilihat dari praktek bisnis yang beliau lakukan. Dalam Islam, bisnis adalah pelaksanaan amanah sebagai khalifah di muka bumi yang harus dilaksanakan dengan kualitas terbaik, agar tercapai tujuan manusia sebagai “insan kamil”. Bisnis adalah proses menjual karya, produk dan jasa. Kualitas karya sangat menentukan maju mundurnya bisnis. Untuk itu membangun sikap yang profesional dalam berbisnis adalah keniscayaan.

 Profesional dalam bisnis berarti para pelaku bisnis dituntut untuk kreatif yang  berorientasi kepada kepuasan konsumen karena merekalah yang menilai dan melakukan keputusan pembelian. Keputusan pembelian sangat ditentukan oleh kualitas pelayanan yang diberikan dan kualitas produk yang ditawarkan.

Nabi Muhammad SAW senantiasa berupaya memberikan pelayanan terbaik dalam berbisnis yang tercermin dari interaksi beliau dengan pelanggan dan mitra bisnisnya. Dengan dilandasi kemuliaan karakter (siddîq, amânah, fathânah dan tablîgh serta ditambah istiqamah), yang merupakan sifat utama pribadi Rasulullah SAW, dan merupakan kunci penting untuk memenangkan persaingan. Rasulullah telah membuktikan diri sebagai pebisnis terbaik dalam melayani pelanggan dan mitra bisnisnya. Kualitas pelayanan pada pelanggan merupakan dasar dari sebuah bisnis. Untuk itu pebisnis harus memberikan perhatian dan pelayanan sepenuh hati kepada pelanggan sehingga hasilnya bisa optimal. Kualitas pelayanan sepenuh hati ini menjadi sesuatu yang khas di dalam bisnis Islam karena pelayanan yang diterapkan Nabi bukanlah strategi marketing yang sebatas mengharap tujuan duniawi-materi (business oriented), melainkan mengandung makna yang lebih luas dan mendalam (ibadah oriented). Nabi senantiasa bersemangat dalam melayani konsumen dan mitra bisnisnya serta menjalin hubungan baik dengan mereka dengan meningkatkan kualitas pelayanannya,   membangun kepercayaan  dengan bersikap komunikatif dan senang memberikan pertolongan. Selain itu yang terpenting adalah   beliau tegas dalam menerapkan etika bisnis yang Islami.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 23 Juli 2021 12:45

Potensi Maritim IKN yang Luar Biasa

Oleh: Dr Isradi zainal Rektor Uniba, Ketua PII Kaltim, Sekjen…

Senin, 19 Juli 2021 11:00

Racun Media Sosial

Oleh: Imran Duse* Teknologi digital kini hadir menjadi bagian tak…

Sabtu, 17 Juli 2021 12:58

Dampak Ekonomi Pemindahan IKN ke “Sepakunegara”

Oleh: Dr Isradi Zainal (Rektor Universitas Balikpapan, Sekjen FDTI, Ketua…

Sabtu, 17 Juli 2021 12:39

Kurban Ritual dan Sosial

Bambang Iswanto Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda  …

Sabtu, 10 Juli 2021 12:10

Bola Itu Bulat

Bambang Iswanto Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda  …

Jumat, 09 Juli 2021 12:40

Literasi Budaya Tingkilan dalam Membangun Keberaksaraan

Oleh: Tri Widayati  Widyaprada BP PAUD Dikmas Kaltim   Literasi…

Senin, 05 Juli 2021 15:09

Media Sosial dan Gerakan Mahasiswa

Oleh : Imran Duse Postingan BEM UI soal “The King…

Senin, 05 Juli 2021 12:14

Anak Berhadapan dengan Hukum, Salah Siapa?

Oleh: Dewi Zuhroyda Pembimbing Kemasyarakatan Balai Pemasyarakatan Kelas II Balikpapan…

Minggu, 04 Juli 2021 20:59

EDS OPTA, Langkah Mempercepat Peningkatan Kualitas Pendidikan yang Mandiri dan Berkelanjutan

Oleh : Dr.H.Tulus Sutopo, S.Pd.,MM.Pd (SDGs Academy Indonesia, Disdikbud Kab.Kutai…

Sabtu, 03 Juli 2021 10:29

Keluarga Samara Nabi Ibrahim

Bambang Iswanto Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda  …
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers