MANAGED BY:
JUMAT
18 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Kamis, 29 April 2021 12:54
Kebutaan Ancam Pasien Diabetes Jika Gula Darah Tak Dijaga saat Puasa
ILUSTRASI. Gula darah yang tidak stabil saat puasa bisa berbahaya bagi pasien diabetes. Karena bisa menyebabkan kebutaan karena komplikasi yang disebut retinopati diabetik. (Times of India)

PROKAL.CO,

 Penderita diabetes perlu lebih berhati-hati ketika menjalankan ibadah puasa agar kondisi penyakitnya tidak memburuk. Tantangannya adalah gula darah harus stabil. Tak boleh drop ataupun melonjak. Jika tidak, akan berdampak pada matanya dan gangguan penglihatan.

Komplikasi tersebut adalah retinopati diabetik, menjadi salah satu komplikasi yang berpotensi menyebabkan kebutaan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut retinopati diabetik sebagai lima besar penyebab gangguan penglihatan dan kebutaan yang dapat dicegah/diobati. Kondisi ini menyerang 3,9 juta orang di seluruh dunia.

Dalam webinar bersama para ahli JEC Eye Hospitals and Clinics lewat JEC Eye Talks, membahas ‘Pengaruh Puasa Ramadan pada Kesehatan Mata dan Pengidap Diabetes’. Medical Retina, Vitreo-Retina, and Cataract Specialist, JEC Eye Hospitals and Clinics dr. Martin Hertanto, SpM, mengatakan secara umum, puasa tidak memberikan pengaruh signifikan pada organ mata manusia. Namun, penderita diabetes perlu tetap waspada terhadap potensi gangguan mata akibat komplikasinya.

Apabila tidak terdeteksi sejak dini, retinopati diabetik bisa menyebabkan pendarahan dan robekan pada retina. Sehingga menimbulkan gangguan pandangan, seperti berbayang atau munculnya bercak hitam, bahkan sampai kebutaan.

“Karenanya, sangat penting bagi pengidap diabetes untuk tetap mampu menjaga kadar gulanya selama berpuasa, dan melakukan pemeriksaan retina secara berkala minimal setahun sekali, tergantung derajat keparahan penyakit,” paparnya dalam webinar, Selasa (27/4).

Retinopati diabetik adalah salah satu penyebab kebutaan terbanyak di kalangan usia produktif. Penyakit ini terjadi akibat tingginya kadar gula dalam tubuh yang tidak terkontrol secara berkepanjangan sehingga merusak pembuluh darah pada retina dan jaringan-jaringan yang sensitif terhadap cahaya.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 16 Juni 2021 19:16

Bukan dari Kulit, Kali Ini Tas Hermes Dibuat dari Sayur-Sayuran

Siapa tak suka jika mengoleksi tas mewah? Apalagi tas mewah…

Selasa, 15 Juni 2021 11:03

Puas Menaklukkan Atap Sumatra

CATATAN PERJALANAN Jamiluddin Fadly   Berlibur dengan menjadikan pegunungan sebagai tujuan…

Selasa, 15 Juni 2021 10:55

Kaya Rempah, Nikmat Ayam Woku dan Nasi Goreng Scallop

Bukan Aston Samarinda Hotel & Convention Center jika tak hadirkan…

Selasa, 15 Juni 2021 10:53

Lembut Cokelat dan Refresh Booster

USAI menyantap hidangan berat, tak lupa menyantap yang manis-manis sebagai…

Kamis, 10 Juni 2021 13:43

Waspadai Bahayanya, Tak Semua Kemasan Plastik Cocok untuk Usia Anak

 Tanpa disadari, wadah atau kemasan makanan dan minuman seperti botol,…

Kamis, 10 Juni 2021 13:33

Ini Namanya Hoya, Epifit Cantik yang Elok dan Mudah Dirawat

Di tanah air, popularitas hoya masih kalah jauh dari anggrek.…

Minggu, 06 Juni 2021 13:39
Cerita Dwie Annisa Anastasya, Selebgram, Pebisnis yang Mengutamakan Keluarga

Karena Kuliner Bagian dari Hobi

Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) memang membuat siapa saja terpuruk.…

Selasa, 01 Juni 2021 11:53

Punya Mimpi Main Film

Hidup bak roda. Terkadang di atas, dan bisa di bawah.…

Rabu, 26 Mei 2021 13:08
Cerita Cristina Laws, Selebgram, Pebisnis, dan Ibu Muda Sangatta

Cerdas Atur Waktu, Giat Berkarier

Mengatur waktu merupakan cara terbaik yang dilakukan selebgram asal Sangatta,…

Sabtu, 22 Mei 2021 11:11

Apa Benar, Parfum Mahal Aromanya Lebih Mewah?

Memakai wewangian seperti parfum sudah menjadi kebiasaan sebagian orang. Tidak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers