MANAGED BY:
MINGGU
25 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Rabu, 28 April 2021 11:14
Labirin Terorisme

Kedua, perihal ideologi. Ternyata, ideologi mengarahkan seseorang dalam bertindak teror dan penuh kekerasan. Idelogi yang dianut yaitu berusaha menyebarkan agama yang suci dengan jalan-jalan kekerasan. Ini berkaitan dengan poin pertama di atas. Caranya dengan membuat semacam kelompok, dan memberi batasan yang jelas diantaranya. Mereka yang berada dalam kelompok, dianggap kelompok yang benar. Sementara di luar itu, harus masukan ke dalam kelompok. Caranya dengan melakukan framing. Sebagai penguat, tindakan upaya memasukan kelompok itu dilakukan dengan kekerasan, mengambil potongan ayat suci untuk melakukan pembenaran atas tindakan yang dilakukan.

Kekerasan itu sengaja dilakukan. Selain supaya diliput media masa, juga media komunikasi bagi kelompok-kelompok mereka. Tujuannya, memberi pengaruh pada masyarakat secara luas. Upaya framing tersebut ditujukan untuk mengkampanyekan apa yang disebut mereka dengan jihad individu, yakni satu orang mempengaruhi pihak lain, dan mengajarkan kekerasan pada yang lainnya, lalu mengeksekusi tindakannya dengan sendiri pula. Walaupun individu, sesungguhnya meraka dikontrol oleh jaringan yang lebih besar lagi di atasnya. Jadi, walaupun dia bertindak keras atas namanya sendiri, dia tidak menyadari apa yang dilakukannya sebetulnya didesain oleh organasasi yang lebih besar.

Ketiga, tujuan. Upaya kekerasan, menakuti masyarakat umum tersebut bukan tanpa ada alasan. Tujuannya bervariasi, ada yang memang ingin mendirikan negara berbasis Islam dan mengurangi pengaruh Amerika Serikat, ada juga yang ingin melakukan kudeta, melemahkan jalannya pemerintahan. Artinya, tujuannya tidak tunggal. Tidak melulu soal ingin mengembalikan lagi negara Islam, melainkan pula ingin mengambil alih politik yang selama ini dipegang orang yang menurut mereka, berada di luar kelompok. Bahkan ada beberapa yang bermotif ekonomi, misalnya kasus penahanan WNA di Filipina. Alasan-alasan ini lah yang menyumbang seorang teroris untuk menjalankan aksinya.

Soal Penegakan Hukum

Desain penegakan hukum tindak pidana terorisme di Indonesia, dapat dijumpai dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 2018 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme Menjadi Undang-Undang. Di sana bagi mereka yang terlibat secara langsung maupun tidak, seperti menyediakan fasilitas, membiayai, pelaku tindakan, dapat dikenakan sanksi pidana. Paling berat, sanksi pidana mati.

Kemudian, arah penegakan hukum terorisme juga ditujukan kepada korban. Paradigma seperti ini patut diapresiasi dan didukung. Sebab segala tindak teror, umumnya menyisakan kerugian materi maupun trauma psikologis terhadap korban. Makanya, di dalam undang-undang tersebut didesain, selain tanggung jawab negara, terhadap korban juga wajib dipertanggung jawabkan oleh pelaku tindak pidana. Artinya, tidak selalu penegakan hukum terorisme ditujukan pada satu arah, melainkan dua arah secara sekaligus. 

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 23 Juli 2021 12:45

Potensi Maritim IKN yang Luar Biasa

Oleh: Dr Isradi zainal Rektor Uniba, Ketua PII Kaltim, Sekjen…

Senin, 19 Juli 2021 11:00

Racun Media Sosial

Oleh: Imran Duse* Teknologi digital kini hadir menjadi bagian tak…

Sabtu, 17 Juli 2021 12:58

Dampak Ekonomi Pemindahan IKN ke “Sepakunegara”

Oleh: Dr Isradi Zainal (Rektor Universitas Balikpapan, Sekjen FDTI, Ketua…

Sabtu, 17 Juli 2021 12:39

Kurban Ritual dan Sosial

Bambang Iswanto Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda  …

Sabtu, 10 Juli 2021 12:10

Bola Itu Bulat

Bambang Iswanto Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda  …

Jumat, 09 Juli 2021 12:40

Literasi Budaya Tingkilan dalam Membangun Keberaksaraan

Oleh: Tri Widayati  Widyaprada BP PAUD Dikmas Kaltim   Literasi…

Senin, 05 Juli 2021 15:09

Media Sosial dan Gerakan Mahasiswa

Oleh : Imran Duse Postingan BEM UI soal “The King…

Senin, 05 Juli 2021 12:14

Anak Berhadapan dengan Hukum, Salah Siapa?

Oleh: Dewi Zuhroyda Pembimbing Kemasyarakatan Balai Pemasyarakatan Kelas II Balikpapan…

Minggu, 04 Juli 2021 20:59

EDS OPTA, Langkah Mempercepat Peningkatan Kualitas Pendidikan yang Mandiri dan Berkelanjutan

Oleh : Dr.H.Tulus Sutopo, S.Pd.,MM.Pd (SDGs Academy Indonesia, Disdikbud Kab.Kutai…

Sabtu, 03 Juli 2021 10:29

Keluarga Samara Nabi Ibrahim

Bambang Iswanto Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda  …
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers