MANAGED BY:
SELASA
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Rabu, 28 April 2021 11:14
Labirin Terorisme

PROKAL.CO,

Oleh Miftah Faried Hadinatha

Mahasiswa Magister Hukum Kenegaraan Fakultas Hukum UGM

 

Dua peristiwa terakhir, yakni bom bunuh diri di Geraja Katedral, Makassar Sulawesi Selatan (28/3/2021), disusul penembakan aparat penegakan hukum di Markas Besar Polisi Republik Indonesia oleh seorang wanita yang masih muda (31/3/2021), menjadi pertanda, bahwa penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan guna mencapai tujuan tertentu (terorisme), menjadi cara yang paling digemari bagi sebagian orang, sekaligus menyisakan jejak yang sulit ditelusuri.

Apabila dilacak jauh ke belakang, khususnya di Indonesia, tindakan terorisme sudah berlangsung sejak lama, dan terus mendapat momentumnya. Tentu masih terngiang dengan jelas, peristiwa bom bali tahun 2002 lalu; ada lagi peledakan bom tahun 2003 di hotel JW Mariot; kemudian bom buku tahun 2011; bom bunuh diri di depan masjid Mapolresta, Poso Sulteng 2013 lalu; kejadian baku tembak antara densus 88 dengan kelompok teroris mujahidin tahun 2015; peristiwa di jalan MH. Tamrin Jakarta Pusat 2016; bom bunuh diri di Polrestabes Medan 2019. Ini hanya segelintir fenomena besar, belum ditambah dengan fenomena kecilnya. Jika ditambah, tentu angka kasusnya akan lebih tinggi lagi. Baik fenomena besar ataupun kecil, sama-sama meninggalkan kekhawatiran. Utamanya, dalam hal kehangatan dalam berwarga negara.

Dalam batas penalaran wajar, mustahil kejadian-kejadian di atas, hanya dilakukan satu orang saja. Layaknya gunung es, yang terlihat hanya pucuknya. Sementara bagian bawahnya tertutup dengan rapi, menukik panjang ke bawah, yang ketika ditelusuri untuk dituntaskan memerlukan upaya sangat serius. Begitu juga masalah terorisme. Masalahnya sangat kompleks, penyelesaiannya rumit. Bahkan lingkup masalahnya bersifat internasional. Makanya, kerja sama antara negara, berperan penting menuntaskan persoalan tersebut.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 22 Juni 2021 09:18

Keluarga Indonesia, Antara Stunting dan Obesitas

dr. Siti Nuriyatus Zahrah. MKM Kepala Bidang Penyuluhan & Penggerakan…

Selasa, 22 Juni 2021 09:13

Keadilan Akses Literasi di Calon IKN

Oleh: Rinnelya Agustien Pendiri TBM Pena dan Buku Balikpapan  …

Senin, 21 Juni 2021 10:23

Covid-19 vs Pembelajaran Tatap Muka

Oleh: Afita Nur Hayati Pegawai di IAIN Samarinda   Mendengar…

Sabtu, 19 Juni 2021 11:24

Kampanye Konsumsi Halal dan Tayib di Euro 2020

Bambang Iswanto Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda  …

Jumat, 18 Juni 2021 12:51

Menjaga Asa Lansia di Masa Pandemi

Oleh: Rinnelya AgustienPerawat di Balikpapan Bagaimana bila perpisahan terakhir kali…

Kamis, 17 Juni 2021 11:38

Beberapa Catatan Perihal Polemik SMA 10

Polemik antara Yayasan Melati dan SMA 10 Samarinda belum juga …

Kamis, 17 Juni 2021 11:26

Ibu Kota Negara Harapan Baru Sektor Pertanian di Kaltim

Oleh: M Hidayanto Peneliti & Pemerhati Pertanian Kaltim   Presiden…

Rabu, 16 Juni 2021 18:23

Pertahankan Kawasan Bertutupan Hutan di Lahan Peruntukan Perkebunan

Oleh :  M. Windrawan Inantha*  Kalimantan Timur adalah provinsi yang terdepan…

Rabu, 16 Juni 2021 18:12

ASN sebagai Pelayan Publik Penguat KPK

Prof Sarosa Hamongpranoto Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Mulawarman Samarinda…

Selasa, 15 Juni 2021 11:33

PTM dalam Perspektif SKB 4 Menteri

Oleh: Suwoto Kepala SMP 31 Samarinda   Sekitar 85 persen…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers