MANAGED BY:
JUMAT
25 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 27 April 2021 14:57
Pemerintah Jamin Pendidikan Putra dan Putri Awak KRI Nanggala-402
TNI Tak Paksakan Diri Angkat KRI Nanggala
UNTUKMU, PAHLAWAN LAUT: Awak kapal KRI dr Soeharso mengerek bendera Merah Putih setengah tinag saat bersandar di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, kemarin (26/4). (RAMADA KUSUMA/JAWA POS RADAR BANYUWANGI)

PROKAL.CO,

JAKARTA- Evaluasi dan investigasi mesti jadi atensi setelah TNI menuntaskan operasi pencarian dan penyelamatan KRI Nanggala-402 di Laut Utara Bali. Tidak hanya internal TNI AL dan pemerintah, keinginan mengevaluasi sekaligus menginvestigasi insiden memilukan tersebut disuarakan oleh wakil rakyat di Senayan. Setelah komisi I, kini giliran komisi VII yang buka suara.

Anggota Komisi VII DPR Mulyanto menjelaskan, penyebab kecelakaan penting bagi pengoperasian kapal selam ke depan. Sehingga kesalahan teknis yang mungkin menjadi penyebab tenggelamnya KRI Nanggala 402 harus ditemukan. Hasil temuan itu bisa menjadi bahan evaluasi untuk kapal selam lainnya. "Untuk itu, perlu pendayagunaan kemampuan sumber daya iptek kelautan kita dalam rangka investigasi komprehensif tersebut," jelas Mulyanto (26/4).

Wakil Ketua Fraksi PKS itu juga berharap agar Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ikut terlibat. Keduanya bisa mendayagunakan lembaga riset kelautan di lembaga lain seperti BPPT, LIPI, atau badan penelitian dan pengembangan kementerian terkait. "Dalam kasus ini, kita perlu mengerahkan semua kemampuan riset yang dimiliki untuk menganalisis penyebab kecelakaan KRI Nanggala 402 secara akurat," beber Mulyanto.

Hal itu, lanjut dia, dalam rangka meningkatkan kemampuan teknologi lembaga riset yang ada. Hasil riset terkait pertahanan nantinya juga berguna untuk perencanaan pemerintah. Mulyanto berpendapat, pemerintah perlu menyusun rencana pengembangan teknologi kelautan demi meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kemampuannya.

Evaluasi dan investigasi insiden yang menyebabkan 53 personel TNI AL gugur itu harus dilaksanakan secara menyeluruh. Sebab, selain berisiko menimbulkan berita simpang siur di publik, DPR menilai hal itu juga dinilai berpotensi menimbulkan polemik bersifat politis. Pakar militer dan intelijen Laksamana Muda TNI Purnawiawan Soleman Ponto menekankan bahwa evaluasi insiden KRI Nanggala-402 harus dilakukan terperinci.

Menurut mantan perwira tinggi Angkatan Laut tersebut, evaluasi harus dilakukan berjenjang. Dari bawah sampai atas. "Harus ada review," tegasnya. Dia percaya, TNI AL sudah menyiapkan kapal selam tersebut sebelum melaksanakan tugas. Namun demikian, dia menilai tetap harus dicari tahu sumber permasalahan yang membuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) tersebut tenggelam ke dasar laut. "Apa saja masalah sebelum kapal itu berangkat, lihat permasalahan-permasalahan yang ada," tambahnya.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 24 Juni 2021 16:45

Karyawan Minimarket Rekam Gadis 23 Tahun di Toilet, Mengaku Videonya Buat Koleksi Pribadi

SAMARINDA - Seorang karyawan salah satu minimarket jejaring nasional di…

Kamis, 24 Juni 2021 12:47

Kasus Covid-19 Kembali Tembus Rekor, Presiden Minta Kepala Daerah Serius Jalankan PPKM Mikro

JAKARTA–Pertumbuhan kasus Covid-19 kembali memecahkan rekor baru. Rabu (23/6), jumlah…

Kamis, 24 Juni 2021 10:49

Kewalahan, Jenazah Pasien Covid-19 Diangkut dengan Truk

Beberapa hari terakhir, jumlah pasien positif Covid-19 mengalami lonjakan yang…

Kamis, 24 Juni 2021 10:47

Utang Luar Negeri Indonesia Rp 6.445 Triliun, Bappenas: Banyak yang Rasionya Lebih Buruk

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyoroti utang pemerintah yang terus membengkak.…

Rabu, 23 Juni 2021 21:00
Tiap Tahun, PPDB Selalu Jadi Temuan Ombudsman

Edukasi Kurang, Jumlah Sekolah Tidak Merata

Selain faktor geografis, jumlah penduduk usia masuk sekolah dan daya…

Rabu, 23 Juni 2021 17:09

Masyarakat Masih Tahan Pengeluaran

SAMARINDA - Aliran uang kartal di Kaltim pada triwulan I…

Rabu, 23 Juni 2021 17:03

Pengusaha Batu Bara Waswas

Masa depan industri batu bara makin terancam. Sejumlah negara berencana…

Rabu, 23 Juni 2021 16:49
Rusun Nagrak Disiapkan untuk Tempat Isolasi di Jakarta

Harus Ada Langkah Radikal Atasi Covid-19, Pengusaha Minta Subsidi Pajak dan Subsidi Upah

JAKARTA- Dorongan untuk melakukan pembatasan mobilitas guna mengurangi transmisi penularan…

Rabu, 23 Juni 2021 16:38
Program Covax WHO Terdesak Tipisnya Stok

Kejar Vaksinasi, Duterte Ancam Penjara Warganya

JENEWA - Negara-negara kurang mampu terancam tidak bisa melanjutkan program…

Rabu, 23 Juni 2021 16:05
Doa Terbaik di Hari Ulang Tahun Ke-75 Polisi Militer Angkatan Darat

Tanam Kejujuran Tiap Prajurit, Lahirkan Kepercayaan di Masyarakat

Selasa (22/6), usia Polisi Militer Angkatan Darat tepat 75 tahun.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers