MANAGED BY:
SENIN
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Selasa, 27 April 2021 11:03
Mimpi Membangun Indonesia Berkemajuan Digital

Oleh: Muhamad Fadhol Tamimy

 

Dulu, mungkin kita sering menonton film robot-robot canggih. Begitu canggihnya bahkan sampai tidak masuk di nalar bahwa hal tersebut bisa diwujudkan dalam bentuk nyata dalam kehidupan. Namun, saat ini semuanya telah berubah. Hal-hal canggih di layar kaca sudah jamak kita temui di sekitar lewat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Kecerdasan buatan menjadi teknologi terdepan yang selalu dikembangkan. Yang mampu memberi kemudahan sekaligus pengalaman baru dalam aktivitas sehari-hari.

AI pertama kali dipopulerkan dua programmer dari University of Manchester pada 1951; Christopher Strachey dan Dietrich Prinz. Mereka berhasil membuat sebuah permainan catur melawan komputer. Merekalah yang pertama kali menuliskan AI pada komputer Ferranti Mark I.

Setelah itu, pada 1959, ilmuwan Amerika Marvin Minsky membuat laboratorium khusus AI di Massachusetts Institute of Technology (MIT). Ia pun mengonsep AI dalam rentang 1960–1970. Berkat kepiawaiannya, ia menjadi penasihat pribadi Stanley Kubirck dalam filmnya berjudul “2001 A Space Odyssey” yang dirilis pada 1968.

AI memiliki fungsi utama untuk mempelajari sebuah data yang diterima secara terus-menerus atau berkesinambungan. Data yang diterima akan dianalisis lewat algoritma. Semakin banyak data, semakin baik AI melakukan prediksi.

Prediksi inilah yang akhirnya menjadi sebuah jembatan membuat karya. AI digunakan di berbagai bidang, mulai sistem militer, gaya hidup, financial, pendidikan, psikologi, pemasaran, sampai keagamaan. Pengaruh AI terlihat dari peningkatan produktivitas secara drastis di semua lini.

Dulu, untuk bisnis, kita membutuhkan riset berbiaya mahal. Baik lewat survei fisik, wawancara, maupun pemantauan pesaing. Kegiatan yang bukan hanya tidak efisien secara waktu, namun juga berisiko salah dalam pengambilan keputusan akibat tidak akuratnya pengumpulan data.

Dalam hal keamanan, peran AI sangat vital untuk mendeteksi dini aktivitas tidak wajar yang mengarah pada penipuan dan kecurangan. Keamanan ini mulai dikembangkan pada berbagai aplikasi, terkhusus di beberapa Marketplace.

Di bidang pendidikan, beberapa metode belajar by aplikasi memberikan suasana baru. Misalnya, memprediksi siswa mana saja yang belum mengerti terhadap materi. Hal lain, AI berperan meningkatkan fokus siswa hingga penilaian secara tepat dan cepat.

Dalam penerapannya, AI pada akhirnya dapat menciptakan pekerjaan baru bagi manusia. Yang bahkan saat ini belum tersedia. Lantas apakah AI akan menggantikan peran umat manusia? Tentu saja tidak sesederhana itu.

Ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan AI seperti layaknya manusia. Seperti sentuhan emosional, yang penting bagi manusia dalam beraktivitas. AI tujuan utamanya untuk melakukan pekerjaan yang sifatnya repetitif atau pengulangan.

Di lingkup kerja berbasis AI juga masih dibutuhkan kemampuan yang hanya bisa dilakukan manusia. Baik itu teknis pemrograman, juga soft skill seperti kemampuan beradaptasi dan belajar serta rancangan teknologi.

Berdasarkan hasil studi Microsoft dan IDC Asia/Pasifik, ada tiga keterampilan yang dibutuhkan di masa depan oleh pebisnis; keterampilan analitis, keterampilan mengambil inisiatif, dan keterampilan kewirausahaan.

SILICON VALLEY TAK SEDERHANA

Ambisi pemerintahan Joko Widodo membangun pusat wilayah berbasis digital ala Silicon Valley di San Fransisco, tentu bukanlah hal sederhana. Sekalipun infrastruktur dikebut, jika kebiasaan penerapan teknologi birokrasi belum seutuhnya dilakukan, pembangunan infrastruktur seperti bukit algoritma hanya akan menjadi proyek mangkrak.

Sulit jika KTP-el yang seharusnya menjadi server data berbasis digital dan terintegrasi pada semua sistem, namun mengurus persyaratan ini dan itu masih meminta fotokopi dan lembaran dokumen fisik. Ini pun saya rasakan saat dahulu hendak mengurus surat pernikahan, ribet dengan dokumen ini dan itu, fotokopi ini dan itu.

Pun begitu pula saat akan mencari kerja. Kita masih dipusingkan mengurus SKCK, yang luar biasa ribet. Belum lagi biaya yang dikeluarkan. Padahal, jika memang KTP-el adalah data terintegrasi, tidak perlu mengurus hal itu. Cukup dengan gesek pada KTP elektronik, data diri beserta riwayat apapun bisa terlihat. Integrasi seperti itu membuat waktu menjadi lebih efisien.

Tidak sinkronnya data ini juga menyulitkan instansi penggerak roda pemerintahan. Selain pelayanan, ajang WBK WBBM yang acap diselenggarakan tiap tahunnya untuk mencari mode pelayanan yang baik dan bebas korupsi dari setiap organisasi pemerintahan, justru terkesan klise.

Organisasi atau instansi partisipan yang hendak mendapatkan predikat Zona Integritas WBK (Wilayah bebas korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani) dari KemenPAN-RB pada akhirnya hanya disibukkan untuk melengkapi dokumen yang luar biasa banyaknya dibandingkan dengan muruah dari WBK WBBM itu sendiri.

Sejatinya ini semua bisa dilakukan dengan integrasi pengelolaan big data yang baik untuk selanjutnya dikembangkan pada AI, sehingga tak perlu mengumpulkan berkas-berkas usang.

Tentunya dengan integrasi data yang baik, dukungan peraturan yang berpihak pada para ilmuwan, bukan tidak mungkin pengembangan AI untuk tujuan memangkas ribetnya birokrasi dan administrasi akan terlaksana. Dan yang lebih penting lagi adalah mewujudkan cita-cita Indonesia adil dan makmur.

*) ASN di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tenggarong

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 10:15

Banjir Memang Bukan Preman

Pernyataan menarik diungkapkan Wali Kota Samarinda Andi Harun ketika menjadi…

Rabu, 15 September 2021 12:54

Ketika Bupati Menerima Honor Makam Covid-19

Dewi MurniPraktisi Pendidikan di Balikpapan Jagat maya pemberitaan nasional gaduh…

Selasa, 14 September 2021 11:22

Banjir Melanda Benua Etam

HAkhmad Sirodz     Ketua Takmir Masjid Nuruz Zaman Loa Bakung  …

Senin, 13 September 2021 13:43

Kunci Sukses Pembangunan IKN

Oleh: Dr Isradi zainal Rektor Uniba, Ketua PII Kaltim, Sekjen…

Jumat, 10 September 2021 13:13

Sehat, Kuat, dan Olahraga

Bambang Iswanto Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda  …

Jumat, 10 September 2021 12:32

Eksistensi Radio di Pusaran Kompetisi

Andi Muhammad Abdi Komisioner KPID Kaltim     Genap 76…

Kamis, 09 September 2021 10:36

Asa Pariwisata Kaltim

Oleh : Siswandi, Statistisi Ahli Muda di BPS Kutai Timur  …

Selasa, 07 September 2021 10:57

Efektivitas Daring yang Dipertanyakan

Mohammad Salehudin Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda   …

Selasa, 07 September 2021 10:29

Hapus Dikotomi Kominfo dan Humas

Oleh: Abd Kadir Sambolangi SS MA, Plt Kabag Protokol dan…

Selasa, 07 September 2021 10:15

Membaca Dominasi Koalisi Pemerintah

Oleh: Miftah Faried Hadinatha Mahasiswa Magister Hukum Kenegaraan UGM asal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers