MANAGED BY:
KAMIS
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Senin, 26 April 2021 15:54
OJK: Integrasikan Keuangan Syariah dan Industri Halal
Bank Syariah Indonesia Memperbesar Pangsa Pasar
ilustrasi

JAKARTA– Persebaran virus SARS-CoV-2 mempercepat adaptasi masyarakat terhadap teknologi digital. Baik yang berkaitan dengan belanja, kredit, maupun transaksi perbankan. Tidak heran jika PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan pertumbuhan volume transaksi lewat kanal digitalnya selama triwulan I tahun ini.

Hingga Maret lalu, total nilai transaksi digital BSI mencapai Rp 40,85 triliun. Capaian tersebut naik 82,53 persen secara tahunan. Transaksi melalui aplikasi BSI Mobile mendominasi sebesar Rp 17,3 triliun (selengkapnya lihat grafis).

’’Akumulasi transaksi dari platform tersebut mencapai 14,65 juta kali. Tumbuh 72,35 persen,” kata Direktur Utama BSI Hery Gunardi (25/4).

Menurut dia, jumlah yang besar itu terpicu meningkatnya transaksi nasabah selama pandemi Covid-19. Apalagi, BSI Mobile tidak hanya menyediakan layanan perbankan atau transaksi finansial. Tapi, juga transaksi yang berkaitan dengan gaya hidup sehari-hari nasabah.

Di antaranya, belanja daring, QRIS (quick response Indonesian standard), top-up pulsa, token listrik, top-up e-wallet, dan pembayaran uang sekolah. Ada juga fitur tabungan dan gadai emas via daring. Untuk aktivitas sosial berbagi kepada sesama, tersedia fasilitas pembayaran zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf).

Selama Ramadan, penggunaan QRIS sebagai instrumen pembayaran ziswaf mencapai Rp 4,7 miliar. ’’Pengembangan ekosistem digital produk dan fitur akan terus dilanjutkan sehingga dapat dimanfaatkan nasabah dan masyarakat luas,” ungkap Hery.

BSI juga aktif meningkatkan inklusi keuangan syariah di masjid dan pesantren. Salah satunya di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta. ’’Pada kesempatan ini, BSI menyalurkan KUR (kredit usaha rakyat, Red) senilai Rp 1,55 miliar,” imbuhnya.

Bersinergi dengan perusahaan induk dan pemerintah, BSI bercita-cita menjadi satu di antara 10 bank syariah terbesar dunia. Utamanya dari sisi kapitalisasi pasar dalam jangka waktu 5 tahun ke depan. Per Desember 2020, total aset BSI mencapai sekitar Rp 240 triliun. Modal intinya lebih dari Rp 22,60 triliun. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) sebanyak Rp 210 triliun dan total pembiayaan sedikitnya Rp 157 triliun.

Di sisi lain, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso menyatakan bahwa market share alias pangsa pasar produk lembaga keuangan syariah di Indonesia masih kecil. Padahal, sektor keuangan syariah terus tumbuh. Karena itu, produk keuangan syariah harus mampu memberikan nilai tambah kepada masyarakat. Tujuannya, mengerek market share.

’’Produk syariah tidak lebih baik kualitasnya daripada produk konvensional. Dan, harganya juga tidak lebih murah. Sulit meyakinkan masyarakat bahwa produk syariah itu punya value,” beber Wimboh.

Untuk itu, OJK membuat road map pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Ada tiga poin yang ditekankan. Yakni, menguatkan lembaga keuangan syariah melalui permodalan dan sumber daya manusia (SDM), integrasi ekosistem keuangan syariah dengan ekosistem digital, dan meningkatkan literasi keuangan syariah melalui program edukasi dan riset.

Menurut Wimboh, tantangan terbesarnya adalah membuat masyarakat lebih memahami produk dan bisnis keuangan syariah. Selain itu, mengintegrasikan ekosistem keuangan syariah dengan industri halal juga memerlukan strategi khusus. Mulai memperkuat dukungan infrastruktur dan pembiayaan syariah dari hulu ke hilir sampai mendorong lembaga jasa keuangan syariah dalam pembangunan kawasan industri halal. Termasuk inisiatif bank wakaf mikro (BWM).

Jika integrasi itu tercapai, akan tercipta produk bank syariah yang murah dan berkualitas. ’’Sehingga indikator market share juga akan naik,” ungkapnya.

Terpisah, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra P.G. Talattov mengatakan, tantangan perbankan syariah adalah penetrasinya dalam masyarakat. ’’Merebut dalam tanda kutip segmen pasar nasabah bank konvensional,” ujarnya.

Selama ini industri perbankan syariah hanya berkutat pada market share yang kecil. Yakni, 5–6 persen saja. Padahal, dari sisi potensi, Indonesia punya pasar yang besar. Demikian juga potensi sumber dananya. Misalnya, haji, umrah, dan pensiun. (han/c7/hep)

 

 

grafis ---

 

Transaksi Digital Bank Syariah Indonesia

 

Kategori Nominal Persentase

BSI mobile Rp 17,3 triliun 42 persen

Internet banking Rp 9,8 triliun 24 persen

Kartu debit/kredit Rp 6,94 triliun 17 persen

ATM Rp 5,7 triliun 14 persen

Kanal lainnya Rp 1,1 triliun 3 persen

 

Total Rp 40,85 triliun

 

 

Sumber: Bank Syariah Indonesia


BACA JUGA

Rabu, 20 Oktober 2021 22:48

Arsjad Rasjid Lantik Pengurus KADIN Indonesia Periode 2021 - 2026

JAKARTA --- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia,…

Rabu, 20 Oktober 2021 00:22

SKK Migas dan Seluruh KKKS, Ciptakan Multiplier Effect Hulu Migas Bagi Daerah

SKK Migas dan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terus…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:55

Vaksinasi Bantu UMKM Bangkit

BALIKPAPAN - Pelaksanaan vaksinasi di Bumi Etam yang semakin masif…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:54

Penjualan Alat Berat Meroket

BALIKPAPAN - Industri alat berat menunjukkan tren kenaikan penjualan pada…

Senin, 18 Oktober 2021 11:55

Buka Opsi Pailit, Kementerian BUMN Siapkan Pelita Air Gantikan Garuda

Kementerian Negara BUMN membuka opsi memailitkan Garuda Indonesia (GIAA) yang…

Sabtu, 16 Oktober 2021 20:33

FIFGROUP FEST Beri Kejuatan Promo Untuk Warga Samarinda

SAMARINDA –FIFGROUP FEST kembali hadirkan event promo pertamanya di bulan…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:58
Tingkatkan Literasi Pasar Modal dengan CMSE 2021

Investor Kaltim Tumbuh 65 Persen

Literasi serta edukasi pasar modal terus digencarkan oleh Self-Regulatory Organization…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:56

Bankaltimtara Dekati Milenial dengan Layanan Digital

SAMARINDA- Komitmen PT Bank Pembangunan Daerah Kaltim Kaltara (Bankaltimtara) dalam…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:52

Bankaltimtara Himpun DPK Rp 1,7 Triliun

BALIKPAPAN - Alunan musik lembut bergema di lantai tiga kantor…

Jumat, 15 Oktober 2021 14:03

Sudah Dilonggarkan tapi Tetap Protokol Kesehatan Ketat, Hunian Hotel Belum Naik Signifikan, Penerbangan Menggeliat

Pelonggaran yang diberikan pemerintah seiring dengan perubahan status pemberlakuan pembatasan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers