MANAGED BY:
JUMAT
18 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Senin, 26 April 2021 12:06
Perlu Solusi Komprehensif soal Gula Impor

PROKAL.CO,

SURABAYA– Swasembada gula masih menjadi hal pelik di Indonesia. Tingginya ketergantungan terhadap gula impor membuat pemerintah mendukung usul konversi gula kristal menjadi gula cair. Kendati sudah ada pabrik yang siap memproduksi massal gula cair untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, konversi bukanlah solusi yang bijaksana.

Executive Director Institute for Development Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menyatakan bahwa statement Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki soal gula cair memang tepat secara teori. Pasalnya, hampir semua gula impor memang diperuntukkan bagi industri serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

’’Dengan mengonversi gula pasir menjadi gula cair, kebutuhan impor sudah pasti bakal berkurang,’’ ungkap Tauhid kepada Jawa Pos (25/4). Masalahnya, lanjut dia, realitas di lapangan tidak sesederhana itu. Salah satu fakta yang paling umum adalah harga gula lokal yang tidak semurah gula rafinasi yang diimpor. Dia menambahkan bahwa produsen gula mancanegara unggul soal produktivitas lahan dan rendemen jika dibandingkan dengan produsen dalam negeri.

Jika gula petani dikonversi, menurut Tauhid, harganya tidak akan bisa bersaing dengan gula impor. ’’Pada akhirnya, harga jual produk mamin yang menggunakan gula cair bakal meningkat,’’ ungkapnya.

Di sisi lain, Tauhid menegaskan bahwa petani harus tetap dimotivasi untuk mewujudkan swasembada. Maka, pemerintah harus menjaga daya saing usaha sekaligus kesejahteraan petani. ’’Kuncinya adalah mengetahui dengan tepat, berapa kebutuhan industri. Jangan sampai ada rembesan rafinasi di tingkat ritel,’’ ungkapnya.

Sebelumnya, Teten menyatakan bahwa kapasitas produksi gula bisa naik berkali-kali lipat lewat konversi gula kristal menjadi gula cair. Sebab, gula kristal hanya memanfaatkan kandungan sukrosa dari perasan tebu. Sementara itu, gula cair memanfaatkan semua bagian yang sebelumnya dianggap limbah. Kendati demikian, solusi itu tidak akan bisa mengatasi defisit gula yang rata-rata 3 juta ton. (bil/c12/hep)


BACA JUGA

Jumat, 18 Juni 2021 10:55

Persepsi Konsumen terhadap Ekonomi Menurun

BALIKPAPAN - Persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi pada Mei 2021…

Jumat, 18 Juni 2021 10:53

Manfaatkan PLB untuk UMKM

BALIKPAPAN – Pemprov Kaltim diharapkan bisa mendorong pemanfaatan pusat logistik…

Jumat, 18 Juni 2021 10:51

Kinerja Ekspor dan Investasi Bakal Mulus, Optimistis Ekonomi 2021 Kaltim Tumbuh 1,53-2,53 Persen

Setelah terkontraksi 2,85 persen pada 2020 akibat pandemi corona, perekonomian…

Kamis, 17 Juni 2021 10:51

Rivan A Purwantono Kembali Mendapat Mandat Memimpin PT Jasa Raharja

Sosok Rivan A Purwantono bukan orang baru di KB Bukopin,…

Rabu, 16 Juni 2021 17:49

Harga Sedang Tinggi-Tingginya, Produksi CPO Malah Melandai

JAKARTA– Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) melaporkan bahwa ekspor…

Rabu, 16 Juni 2021 17:48

Naikkan TKDN Industri Alat Kesehatan

JAKARTA, Jawa Pos – Pemerintah berupaya mengakselerasi pengembangan industri alat…

Rabu, 16 Juni 2021 17:37
Pengembangan Kawasan Industri Terlalu Lamban

Status KEK di Maloy Terancam Dicabut, Minta Bantuan Kementerian Tarik Investor

Kaltim memiliki beberapa kawasan industri yang direncanakan menjadi motor penggerak…

Rabu, 16 Juni 2021 15:45

Batal Kenakan Biaya Transaksi Cek Saldo dan ATM, Sarankan Bank Hapus Biaya Administrasi

JAKARTA– Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) batal mengenakan biaya transaksi…

Selasa, 15 Juni 2021 14:50

Survei BI: Konsumsi di Kaltim Mei 2021 Menurun

SAMARINDA - Survei Bank Indonesia pada Mei 2021 mengindikasikan perbaikan…

Selasa, 15 Juni 2021 10:35

Kejayaan Batu Bara Berpotensi Terulang

Sejumlah analis memperkirakan fenomena commodity supercycle akan terjadi dalam beberapa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers