MANAGED BY:
SABTU
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Sabtu, 24 April 2021 14:03
Pandemi Pukul 93 Persen UMKM Perempuan
Sri Mulyani

JAKARTA– Pandemi Covid-19 memukul semua sektor usaha. Sebagai penggerak roda perekonomian yang dominan, kaum hawa menjadi yang paling terdampak. Terutama mereka yang tercatat sebagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa pandemi membuat beban perempuan menjadi jauh lebih berat. Apalagi, dengan adanya kebijakan work from home (WFH).

”Dalam konteks Covid-19, dampaknya tidak sama bagi perempuan dan laki-laki. Covid-19 memberikan dampak yang luar biasa lebih besar dan lebih berat kepada perempuan,’’ ujar menteri yang akrab disapa Ani itu (23/4).

Dia menjelaskan bahwa sebagian besar pelaku UMKM adalah perempuan. Sektor informal itu mencatatkan sekitar 93 persen pelaku dan pekerjanya sebagai wanita.

Di Indonesia, mayoritas sektor yang terdampak pandemi adalah bidang yang banyak bersinggungan dengan perempuan. Misalnya, kesehatan dan sosial. Pada dua sektor itu, peran kaum hawa mencapai 70 persen. Karena itulah, pemerintah sengaja merumuskan sejumlah program penanganan pandemi dengan sasaran utama perempuan. ”Kami lihat dukungan sosial yang meningkat menjadi Rp 220 triliun itu mayoritas ditujukan kepada kepala rumah tangga perempuan,’’ tutur Ani.

Pemerintah mencatat, program perlindungan sosial tahun ini mencapai Rp 150,99 triliun. Anggaran tersebut digunakan untuk program PKH, kartu sembako, bansos tunai, BLT desa, kartu prakerja, dan bantuan kuota internet.

Ani juga melihat pentingnya literasi digital untuk terus diberikan bagi pelaku UMKM perempuan. Program itu bisa menjadi sarana untuk membimbing para pelaku UMKM agar lebih melek pada program pendanaan yang diberikan pemerintah.

Jika makin banyak aktivitas ekonomi yang bermigrasi ke digital, akan tercipta akselerasi inklusi keuangan. ”Umpamanya, pembayaran program keluarga harapan untuk hampir 10 juta keluarga paling miskin. Pembayarannya tidak dalam bentuk cash, tapi transfer dan digital,’’ tandasnya. (dee/c12/hep)


BACA JUGA

Jumat, 24 September 2021 13:21
Karyawan Hampir 100 Persen Tervaksin, Berharap Level PPKM Turun

Okupansi Hotel di Bawah 30 Persen

Batalnya penurunan status penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4…

Jumat, 24 September 2021 13:20

Tingkatkan Kualitas Survei di Kaltim

SAMARINDA – Tahun ini Kaltim diprediksi mengalami peningkatan inflasi tahunan.…

Jumat, 24 September 2021 09:36

UPDK Mahakam Gelar Program Care For Asset di Dua Kabupaten

Sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga aset negara sekaligus menjaga…

Rabu, 22 September 2021 17:10

PT Astra Internasional Tbk Difasilitasi PAMA Baya Bagikan Paket Sembako

Tenggarong – PT Astra International, Tbk (Astra) yang difasilitasi oleh…

Senin, 20 September 2021 13:24

Setengah Hati Hilirisasi Minerba

BALIKPAPAN-Pembangunan smelter atau pemurnian hasil tambang tampaknya masih jauh panggang…

Senin, 20 September 2021 12:19

PHM Uji Coba Pemancangan Pipa Pengeboran Buatan Lokal

BALIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) memulai uji coba…

Senin, 20 September 2021 12:16

Okupansi Masih Turun, Mal Bersiap Terapkan PeduliLindungi

BALIKPAPAN - Tak lama lagi QR code PeduliLindungi akan diterapkan…

Senin, 20 September 2021 12:01

Banyak Perusahaan Fintech Lending Berguguran

JAKARTA–Persaingan fintech peer to peer (P2P) lending makin ketat. Dampaknya,…

Senin, 20 September 2021 09:51

Insan Transportasi Harus Meningkatkan Pelayanan Masyarakat

SAMARINDA-Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2021 yang jatuh pada 17 September,…

Senin, 20 September 2021 05:38

Kabel Laut Jasuka Bermasalah, TelkomGroup Minta Maaf Kepada Pelanggan

Senior Vice President (SVP) Corporate Communication & Investor Relation Telkom,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers