MANAGED BY:
JUMAT
06 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Sabtu, 24 April 2021 10:15
Relaksasi PPnBM Jadi Contoh Menarik
ilustrasi

PROKAL.CO,

JAKARTA– Kebijakan relaksasi pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM DTP) mendongkrak kinerja penjualan otomotif. Pemerintah menyampaikan fakta menggembirakan itu (22/4). Stimulus tersebut menjadi contoh rangsangan yang berhasil menggerakkan roda perekonomian.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penjualan mobil pada Maret naik 72,6 persen ketimbang bulan sebelumnya. Atau, tumbuh 10,5 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. ”Ini juga karena respons terhadap stimulus PPnBM. Insentif ini memberikan dampak lonjakan konsumsi atau pembelian kendaraan bermotor dan mobil,” terangnya dalam jumpa pers virtual.

Dia memerinci bahwa pertumbuhan penjualan terbanyak berasal dari jenis mobil niaga dan mobil penumpang. Artinya, tercipta indikator aktivitas perekonomian dari sisi produksi dan konsumsi. Penjualan mobil pada Maret lalu mendekati angka rata-rata 2019. Tren itu juga masih akan meningkat pada triwulan berikutnya. ”Ini menunjukkan kita mulai menuju situasi normal. Kita harap ini terus bertahan,” imbuh Ani, sapaan Sri Mulyani.

Seiring dengan meningkatnya penjualan, kapasitas produksi mobil juga naik. Insentif PPnBM DTP, menurut Ani, berdampak signifikan pada sisi permintaan dan tingkat produksi mobil dalam negeri. Penjualan mobil 4x2 yang menjadi sasaran relaksasi PPnBM DTP tumbuh 121,2 persen jika dibandingkan dengan Februari. ”Jadi, insentif PPnBM sangat mendorong konsumsi,” tambahnya.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengakui bahwa otomotif sedang menjadi pasar yang seksi saat ini. Relaksasi yang diluncurkan pemerintah juga bisa langsung dirasakan masyarakat. Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani menyatakan, masyarakat lebih cepat merespons positif insentif PPnBM DTP sehingga penjualan naik di atas 100 persen.

”Insentif PPnBM ini adalah contoh stimulus yang sangat menarik. Begitu stimulus diberikan, pasarnya langsung bergerak. Kami berharap stimulus ini juga terjadi pada sektor lainnya seperti properti,” ujar Hariyadi.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 05 Agustus 2021 16:11

Ekonomi Kaltim Triwulan II-2021 Tumbuh 5,67 Persen

SAMARINDA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi provinsi…

Kamis, 05 Agustus 2021 12:29

Tingkatkan Literasi Ekonomi dan Kebanksentralan

BALIKPAPAN–Rangkaian peringatan HUT ke-68 BI dan HUT ke-76 RI, Kantor…

Kamis, 05 Agustus 2021 09:41

Pertamina Didorong Masuk 50 Besar Dunia

 JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir…

Rabu, 04 Agustus 2021 13:44

Ramaikan Bisnis Otomotif, Motor Listrik Autuo Siap Bersaing di Pasaran

BALIKPAPAN—Presiden Jokowi pernah menyampaikan, motor listrik nantinya menggantikan motor konvensional.…

Rabu, 04 Agustus 2021 13:43

Juni, Jumlah Penumpang Pesawat Meningkat

SAMARINDA-Jumlah penumpang pesawat pada Juni mengalami peningkatan 51,08 persen. Selain…

Rabu, 04 Agustus 2021 13:40

Hunian Hotel Kembali Anjlok

Belum lama menikmati peningkatan okupansi, bisnis perhotelan kembali down. Kebijakan…

Rabu, 04 Agustus 2021 10:06

Harga Jahe Anjlok, Terendah dalam Tiga Tahun Terakhir

TENGGARONG–Ujian berat sedang dihadapi petani jahe di Desa Jonggon Jaya,…

Selasa, 03 Agustus 2021 11:19

Dana Haji Tersimpan Aman, Momentum untuk Literasi Keuangan

SAMARINDA-Rencana pemberangkatan calon jamaah haji 2021 ke Tanah Suci dibatalkan…

Selasa, 03 Agustus 2021 11:18

Dana Haji, Ditanggung Lembaga Penjamin Simpanan

SAMARINDA-Banyak muncul pertanyaan, ke mana larinya dana haji masyarakat yang…

Selasa, 03 Agustus 2021 11:08

Tutup Giant, Hero Sasar Segmen Atas

JAKARTA- Perubahan gaya belanja dan daya beli masyarakat membuat perusahaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers