MANAGED BY:
SABTU
08 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 23 April 2021 11:47
Dapat Merusak Tahura Bukit Soeharto, Tiga Bendungan IKN Disarankan Tidak Dibangun
Kawasan Bukit Soeharto.

PROKAL.CO,

BALIKPAPAN-Pembangunan lima bendungan untuk memasok kebutuhan air baku ibu kota negara (IKN) baru di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terancam menyusut. Dua bendungan yang direncanakan dibangun di kawasan Tahura Bukit Soeharto, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, disarankan agar dibatalkan. Alasannya, dapat merusak lingkungan kawasan tersebut. 

Bendungan tersebut adalah Bendungan Safiak dan Bendungan Beruas. “Bendungan yang memberikan dampak lingkungan tinggi tidak dibangun. Kami sarankan seperti itu. Karena merupakan kawasan dengan ekosistem langka sebagai habitat satwa dan pelindung batas sungai,” tutur Sekretariat Tim Koordinasi IKN Hayu Parasati pada focus group discussionPerlindungan Keanekaragaman Hayati dalam rangka Mendukung Implementasi Pembangunan Hijau di Wilayah IKN, Selasa (20/4).

Dia melanjutkan, rekomendasi itu dikeluarkan setelah pihaknya menerima hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) masterplanatau rencana induk IKN. Satu bendungan lainnya dengan rekomendasi sama adalah Bendungan Selamayu di Kecamatan Sepaku. Perempuan berkerudung ini mengatakan, yang perlu dilakukan di kecamatan itu adalah mengembalikan fungsi ekologis daerah aliran sungai.

Hayu Parasati menuturkan, bendungan tersebut juga terletak di Kawasan Nilai Konservasi Tinggi (NKT 3), sehingga berdampak lingkungan tinggi. Karena itu, KLHS rencana induk IKN juga merekomendasikan agar Bendungan Selamayu tak dibangun.

“Berdasarkan profil wilayah IKN sendiri, kemampuan daya dukung airnya sedang, dan infrastruktur pendukung kebutuhan air di sana cukup rendah, maka peletakan rencana bendungan, ada satu yang tidak boleh terletak di salah satu lokasi,” katanya. Perempuan yang bertugas di Direktorat Tata Ruang dan Pertanahan Bappenas ini menerangkan, ketersediaan air baku menjadi pembahasan penting pada pemindahan IKN.

Berdasarkan KLHS rencana induk IKN, Kecamatan Sepaku yang rencana sebagai kawasan inti pusat pemerintahan IKN, memiliki jasa ekosistem penyedia air sedang. Kondisi eksisting pada 2019, sambung dia, menunjukkan rendahnya dukungan infrastruktur dalam mengalokasikan air di IKN baru, sehingga skenario pemenuhan kebutuhan air adalah dengan pembangunan bendungan dan intake Sungai Mahakam.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 08 Mei 2021 12:30

Waspada Tren Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca-Libur

TAK berbeda jauh dengan tahun lalu, masyarakat Kaltim pada Lebaran kali…

Sabtu, 08 Mei 2021 12:27

Hilal di Bawah Ufuk, Lebaran 13 Mei

SIDANG Isbat penetapan 1 Syawal atau Lebaran akan dilaksanakan Kementerian…

Sabtu, 08 Mei 2021 12:25

14 Posko Didirikan, Polres Samarinda Pantau secara Digital dan Manual

SAMARINDA–Sebanyak 14 posko didirikan Polresta Samarinda jelang Idulfitri 2021. Pos…

Sabtu, 08 Mei 2021 12:22

Panen Buah Pakai Robot

Penggunaan artificial intelligence dalam aktivitas sehari-hari kian masif. Bahkan untuk…

Sabtu, 08 Mei 2021 11:39

Polemik Wawasan Kebangsaan, Pegawai KPK Ditanya Bersedia Lepas Jilbab atau Tidak

JAKARTA- Desakan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terbuka perihal proses…

Jumat, 07 Mei 2021 17:50
Rektor Uniba Isradi Zainal dalam Talk Show IKN Garapan Kaltim Post

Keluar dari Pendidikan Kaku, Kolaborasi Perguruan Tinggi dengan Industri

Jelang pemindahan ibu kota negara (IKN), dunia pendidikan harus bersiap.…

Jumat, 07 Mei 2021 17:43

Minta DK PBB Embargo Senjata Myanmar

YANGON-  Sekitar 200 organisasi non pemerintah meminta Dewan Keamanan (DK)…

Jumat, 07 Mei 2021 17:39

ALAMAK NAIK LAGI KAH..?? Pemerintah Beri Sinyak Kenaikan Tarif PPN

JAKARTA– Pemerintah memberikan sinyal kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN). Saat…

Jumat, 07 Mei 2021 17:36

POKOKNYA DIAM AJA DI RUMAH..!! Pekan Depan, Tempat Wisata dan Mal Ditutup

Menikmati libur Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah, masyarakat sebaiknya bersantai…

Jumat, 07 Mei 2021 17:35

Jangan Coba-Coba Menerobos, Empat Ribu Personel Cegah Pemudik Lewat

SAMARINDA-Hari pertama pemberlakuan larangan mudik, sejumlah titik sudah dijaga aparat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers