MANAGED BY:
SABTU
08 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Jumat, 23 April 2021 11:44
Skandal Suap Eks Mensos Juliari, Didakwa Terima Rp 32,482 Miliar, Sewa Jet, Bayar Artis, hingga Beli Sapi Kurban
Jualiari Batubara

PROKAL.CO,

Uang suap yang diterima eks Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara dibeber jaksa penuntut umum di Pengadilan Tipikor Jakarta, (21/4). Politikus PDIP itu didakwa menerima suap total Rp 32,482 miliar dari 60 perusahaan rekanan penyedia bantuan sosial (bansos) Covid-19 wilayah Jabodetabek tahun 2020 di Kementerian Sosial (Kemensos). Duit suap yang merupakan fee bansos itu diterima bersama-sama dengan dua pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kemensos.

Yakni, Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono. Ketiganya menjalani sidang dengan surat dakwaan terpisah. Khusus Juliari, jaksa KPK menerapkan Pasal 12 Huruf b dan Pasal 11 juncto Pasal 18 UU Tipikor. Dia terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Jaksa menyatakan, duit suap diterima Juliari secara bertahap. Pertama, berasal dari PT Pertani dan PT Mandala Hamonangan Sude sebesar Rp 1,28 miliar. Uang diberikan kepada Juliari melalui Harry Van Sidabukke. Selanjutnya, Rp 1,95 miliar dari PT Tigapilar Agro Utama melalui Ardian Iskandar Maddanatja.

Selain itu, jaksa KPK menyebutkan, Juliari dkk menerima suap dari 57 perusahaan rekanan penyedia sembako bansos lain. Total duit yang diterima secara bertahap sebesar Rp 29,252 miliar. Paling tinggi dari PT Guna Nata Dirga, yakni Rp 2,025 miliar. Disusul PT Restu Sinergi Pratama sebesar Rp 1,7 miliar. Selanjutnya, ada PT Wira Cipta Perkasa (Rp 1,6 miliar), PT Laras Makmur Sentosa (Rp 1,47 miliar), PT Inti Jasa Utama (Rp 1,42 miliar), PT Karunia Berkah Sejahtera (Rp 1,37 miliar), PT Raksasa Bisnis Indonesia (Rp 1,2 miliar), PT Afira Indah Megatama (Rp 1,1 miliar), dan PT Topindo Raya Sejati (Rp 1 miliar). Nilai suap dari puluhan perusahaan lain berkisar puluhan dan ratusan juta.

Jaksa KPK M Nur Azis menyebutkan, Juliari menggunakan fee sebesar Rp 14,7 miliar. Duit itu dikumpulkan Matheus dan Adi dari para rekanan bansos. Selanjutnya, Juliari menggunakan uang itu untuk sejumlah keperluan. Di antaranya, pada Juli 2020 diberikan kepada pengacara Hotma Sitompul sebesar Rp 3 miliar untuk biaya menangani kekerasan anak. Lalu, untuk kepentingan di daerah pemilihan (dapil) Juliari di Kendal dan Semarang pada November 2020 senilai Rp 2 miliar dalam pecahan dolar Singapura. Duit suap juga digunakan membeli handphone untuk pejabat di Kemensos senilai Rp 140 juta, biaya swab test Rp 30 juta, hingga membeli sapi kurban Rp 100 juta.

Uang suap juga untuk membeli dua sepeda Brompton senilai Rp 120 juta. Sepeda itu lantas diberikan kepada Sekjen Kemensos Hartono Laras dan Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Pepen Nazaruddin. Lalu, membayar honor Cita Citata sebesar Rp 150 juta. Cita diundang untuk mengisi acara Makan Malam dan Silaturahmi Kemensos di Ayana Komodo Resort Labuan Bajo, 27 November lalu. Juliari melalui orang-orangnya juga membayar sewa pesawat jet pribadi untuk kunjungan kerja (kunker) di sejumlah daerah. Di antaranya, ke Lampung dan Denpasar. Dalam dua perjalanan itu, sewa yang harus dibayarkan kepada pemilik pesawat sebesar Rp 270 juta. Kemudian, untuk sewa pesawat jet ke Semarang sebesar USD 18 ribu (sekitar Rp 252 juta).

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 08 Mei 2021 12:22

Kegiatan WNI Mengisi Ramadan di Berlin di Masa Pandemi , Ceramah Online, Mahasiswa Luncurkan Radio Sahur

Keterbatasan menjalankan ibadah Ramadan karena pandemi Covid-19 ternyata juga dirasakan…

Selasa, 04 Mei 2021 09:40

Kami Ikhlas, tapi Semoga Jenazahnya Bisa Ditemukan...

Tak ada lagi akhir pekan bersama antara Serda Harmanto dan…

Jumat, 30 April 2021 14:42

Putra Kebanggaan Keluarga Itu Tak Akan Pulang Lebaran Ini

Dari semula mengharapkan keajaiban, kini keluarga Mayor Laut (P) Eko…

Jumat, 30 April 2021 10:43

Di London, Masjid Bagi-bagi Makanan Buka Puasa untuk Tenaga Kesehatan

 Sejumlah masjid di London melakukan tradisi untuk memberi makanan Iftar…

Kamis, 29 April 2021 14:58
Ketegaran Keluarga Kolonel Laut (P) Harry Setyawan

Saya Yakin Suami Percaya, Saya Bisa Hadapi Semua Ini

Bahkan, di tengah kepedihan ditinggal sang suami, Winny Widayanti masih…

Kamis, 29 April 2021 13:14

Prestasi Harum dan Nama Baik Mengiringi ’’Patroli” sang Komandan

Sebagaimana KRI Nanggala-402 yang dia pimpin untuk berpatroli selamanya, jejak…

Selasa, 27 April 2021 15:25
Kisah Warga Kaltim Jalani Ramadan di Luar Negeri (1)

Puasa 16 Jam di Jerman, Rindu Soto Banjar dan Pisang Ijo

Mengejar ilmu jauh dari Tanah Air. Annisa Ghina Savira harus…

Selasa, 27 April 2021 15:14

Ketika Napi Kasus Korupsi Ikuti Kelas Psikologi di Lapas Sukamiskin

Kampanye tentang bahaya korupsi akan lebih ampuh jika disampaikan eks…

Sabtu, 24 April 2021 15:26

Cerita Pesantren Jeha di Eks Lokalisasi Dolly dan Jarak, Awalnya Dianggap Mengganggu, tapi Tetap Jalan Terus

Sejak 2008, Pondok Pesantren Jauharotul Hikmah (Jeha) berdiri. Lokasinya tak…

Sabtu, 24 April 2021 15:05

Kenangan Masuk ke KRI Nanggala, Oksigen Terbatas, Asap di Dapur Tidak Boleh Menyebar

Wartawan Jawa Pos THORIQ S. KARIM dan fotografer DITE SURENDRA…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers