MANAGED BY:
SABTU
08 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Sabtu, 17 April 2021 12:02
Kasus Mafia Pertanahan Makin Massif, Diminta Tak Hanya Gertak Sambal
ilustrasi

PROKAL.CO,

JAKARTA– Panitia Kerja (Panja) Mafia Tanah Komisi II DPR RI mengaku telah menerima banyak laporan kasus pertanahan. Dewan diminta serius mengatasi persoalan tersebut.

Wakil Ketua Komisi II DPR Junimart Girsang mengatakan, pihaknya berjanji menuntaskan seluruh laporan masyarakat yang diterima. Sebagai ketua panja mafia tanah, kata Junimart, dirinya sudah berkoordinasi dengan penegak hukum agar bersinergi mengatasi konflik agraria. Menurut dia, sampai saat ini, ada empat kardus laporan terkait pertanahan. ’’Kami upayakan segera mungkin menuntaskan semua laporan itu,’’ ujarnya (16/4).

Legislator dapil Sumatera Utara III itu memberikan peringatan keras kepada para oknum yang terlibat dalam aksi mafia tanah. Menurut politikus PDIP tersebut, yang menjadi korban adalah masyarakat. Diambil orang-orang yang tidak berhak. Mayoritas pelakunya adalah para pengusaha. ’’Jangan coba-coba, tidak ada tebang pilih dalam masalah ini,’’ tegasnya.

Dia juga menyoroti permainan para mafia tanah yang kerap beraksi dalam lelang perbankan. Itu menjadi laporan terbanyak yang diterima panja. Panja siap membereskan proses lelang yang penuh permainan itu. ’’Kami akan sapu rata,’’ pungkasnya.

Pengamat politik Ujang Komarudin mengapresiasi langkah komisi II. Namun, dia mengingatkan jangan sampai janji itu hanya gertak sambal. ’’Yang hari ini berteriak, besok keok. Rakyat sedang butuh bantuan DPR, jadi sudah seharusnya DPR mendengar aspirasi rakyat,’’ kata Ujang.

Dosen Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) itu mengatakan, Istana saja tidak bisa berbuat banyak terkait konflik agraria. Dari ribuan kasus, yang tuntas masih bisa dihitung. Langkah panja mafia tanah layak disimak, apakah akan bisa bertahan memperjuangkan aspirasi rakyat ataukah akan sayup-sayup lalu melempem saat berhadapan dengan para mafia tanah. ’’Jangan sampai karena disetor, lalu diam. Ini celaka buat rakyat,’’ tegasnya. (lum/c17/bay)


BACA JUGA

Sabtu, 08 Mei 2021 12:30

Waspada Tren Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca-Libur

TAK berbeda jauh dengan tahun lalu, masyarakat Kaltim pada Lebaran kali…

Sabtu, 08 Mei 2021 12:27

Hilal di Bawah Ufuk, Lebaran 13 Mei

SIDANG Isbat penetapan 1 Syawal atau Lebaran akan dilaksanakan Kementerian…

Sabtu, 08 Mei 2021 12:25

14 Posko Didirikan, Polres Samarinda Pantau secara Digital dan Manual

SAMARINDA–Sebanyak 14 posko didirikan Polresta Samarinda jelang Idulfitri 2021. Pos…

Sabtu, 08 Mei 2021 12:22

Panen Buah Pakai Robot

Penggunaan artificial intelligence dalam aktivitas sehari-hari kian masif. Bahkan untuk…

Sabtu, 08 Mei 2021 11:39

Polemik Wawasan Kebangsaan, Pegawai KPK Ditanya Bersedia Lepas Jilbab atau Tidak

JAKARTA- Desakan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terbuka perihal proses…

Jumat, 07 Mei 2021 17:50
Rektor Uniba Isradi Zainal dalam Talk Show IKN Garapan Kaltim Post

Keluar dari Pendidikan Kaku, Kolaborasi Perguruan Tinggi dengan Industri

Jelang pemindahan ibu kota negara (IKN), dunia pendidikan harus bersiap.…

Jumat, 07 Mei 2021 17:43

Minta DK PBB Embargo Senjata Myanmar

YANGON-  Sekitar 200 organisasi non pemerintah meminta Dewan Keamanan (DK)…

Jumat, 07 Mei 2021 17:39

ALAMAK NAIK LAGI KAH..?? Pemerintah Beri Sinyak Kenaikan Tarif PPN

JAKARTA– Pemerintah memberikan sinyal kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN). Saat…

Jumat, 07 Mei 2021 17:36

POKOKNYA DIAM AJA DI RUMAH..!! Pekan Depan, Tempat Wisata dan Mal Ditutup

Menikmati libur Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah, masyarakat sebaiknya bersantai…

Jumat, 07 Mei 2021 17:35

Jangan Coba-Coba Menerobos, Empat Ribu Personel Cegah Pemudik Lewat

SAMARINDA-Hari pertama pemberlakuan larangan mudik, sejumlah titik sudah dijaga aparat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers