MANAGED BY:
SELASA
18 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Sabtu, 17 April 2021 11:35
Vaksin Nusantara Bisa Diporduksi Awal Tahun Depan
BPOM Menunggu Respon Peneliti Vaksin Nusantara

Proses Penelitian Vaksin Harus Urut

Kepala BPOM Penny K Lukito

PROKAL.CO,

JAKARTA– Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jumat (16/4) menyatakan proses Vaksin Nusantara bukan lagi kewenangannya. Sebab, menunggu respon dari peneliti. Kemarin juga BPOM mengunjungi PT Bio Farma untuk melihat kesiapan proses hilirisasi Vaksin Merah Putih.

Kepala BPOM Penny K Lukito menegaskan bahwa penilaian uji klinis fase 1 Vaksin Nusantara belum bisa dilanjutkan ke fase kedua. ”Sebab ada temuan dan koreksi yang harus ada perbikan kalau ingin ke uji klinis fase 2,” ungkap Penny saat mengunjungi PT Bio Farma di Bandung.

Penny menjelaskan bahwa pihaknya telah memberikan hasil penilaian uji klinis fase 1 kepada tim peneliti Vaksin Nusantara. Dia menyatakan tak mau lagi mengomentari terkait vaksin in. Menurutnya tugas BPOM saat ini sudah selesai. Tingga menunggu perbaikan dari hasil penilaian fase 1.

”Vaksin ini merupakan produk advance teknologi yang ada aspek harus dipenuhi,” ujarnya. Untuk itu semua tahap ilmiah tidak bisa dilewati. Kalau tetap bandel maka akan kembali ke belakang.

Menurut temuan BPOM, Vaksin Nusantara tidak menggunakan uji preklinis. Seperti laporan tertulis BPOM, peneliti vaksin tersebut beralasan bahwa platform yang digunakan Vaksin Nusantara sudah pernah digunakan sebelumnya, yakni untuk kanker. Namun BPOM menjelaskan uji tersebut diperlukan karena dalam calon vaksin Covid-19 ini ditambahkan zat lain.

”Preklinik ini harus dilalui karena terkait perlindungan terhadap subjek penelitian yang melibatkan manusia,” ucapnya. Penny menegaskan hal ini terkait keamanan dan menghindari hal yang tidak diinginkan. Selain itu pada tahap preklinik ini juga dapat melakukan profilinging dari prototype vaksin. Evaluasi dalam penelitian obat dan vaksin menurutnya merupakan hal yang biasa.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 18 Mei 2021 16:39
UU IKN Belum Disahkan, Status Sepaku Masih Masuk PPU----sub

Sepaku di IKN, Jumlah Kursi di DPRD PPU Terpengaruh

Jatah kursi di DPRD PPU bisa saja berkurang. Jika Kecamatan…

Selasa, 18 Mei 2021 16:38

Taliban-Afganistan Tempur Lagi

KANDAHAR – Perdamaian dua kubu di Afganistan tak bisa bertahan…

Selasa, 18 Mei 2021 16:36

Robot Tiongkok Akan Jelajahi Mars

BEIJING – Presiden Xi Jinping terus menambah warisannya di dunia…

Selasa, 18 Mei 2021 16:35

Makin Brutal, 192 Orang Tewas di Gaza

Militer Israel melancarkan serangan terbaru di Jalur Gaza, Senin (17/5)…

Selasa, 18 Mei 2021 15:39
PPKM Diperpanjang, Wisata di Zona Merah-Oranye Dilarang Beroperasi

Antisipasi Lonjakan Kasus setelah Mudik Lebaran, Siapkan 70 Ribu Ruang Isolasi dan 7.500 ICU

JAKARTA– Dalam dua pekan ke depan, kenaikan kasus Covid-19 diprediksi…

Selasa, 18 Mei 2021 15:34

Kendalikan Pendidikan dan Opini Publik, Tiongkok Perketat Penggunaan Kurikulum Asing

BEIJING– Kurikulum asing di Tiongkok tak bisa diterapkan. Terutama untuk…

Selasa, 18 Mei 2021 15:30

DPR-DPD Pertanyakan TKA Tiongkok Masuk saat Penyekatan

JAKARTA– Masuknya warga negara Tiongkok berstatus tenaga kerja asing disoroti…

Selasa, 18 Mei 2021 15:18

Thailand Gelombang Ketiga, Taiwan Kembali Waspada Kenaikan Kasus Covid-19

BANGKOK– Sejumlah negara yang dinilai berhasil mengendalikan penularan Covid-19 kembali…

Selasa, 18 Mei 2021 14:59

Penggunaan Vaksin AstraZeneca di Kaltim Ditunda

SAMARINDA - Kepala Dinas Kesehatan provinsi Kalimantan Timur dr Padilah…

Selasa, 18 Mei 2021 14:17

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Ulang Azis Syamsudin

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal kembali mengagendakan pemeriksaan Wakil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers