MANAGED BY:
JUMAT
07 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Sabtu, 17 April 2021 11:18
Prancis Minta Warganya Tinggalkan Pakistan
Bentrok warga dengan polisi di Pakistan.

PROKAL.CO,

ISLAMABAD- Pemerintah Prancis khawatir pada warganya yang tinggal di Pakistan. Mereka diminta segera pulang. Penyebabnya adalah meningkatnya aksi demo di negara yang dipimpin Perdana Menteri Imran Khan itu. Fasilitas milik Prancis di negara tersebut menjadi sasaran.

’’Demo meningkat di seluruh negeri. Karena hal itu dan ancaman serius terhadap kepentingan Prancis di Pakistan, warga negara Prancis disarankan untuk meninggalkan negara tersebut sementara melalui maskapai penerbangan komersial yang ada,’’ bunyi pengumuman di website milik Kedutaan Besar Prancis di Pakistan seperti dikutip BBC.

Rentetan masalah itu bermula Oktober lalu. Ketika Presiden Prancis Emmanuel Macron mendukung kebebasan berekspresi. Dukungan itu diberikan setelah seorang guru dipenggal sesudah menunjukkan kartun Nabi Muhammad dalam diskusi kelas. Gara-gara hal tersebut, banyak negara muslim yang murka dan menyerukan boikot produk-produk Prancis. Pakistan salah satunya.

Aksi massa meningkat pekan ini setelah pemerintah Pakistan menangkap Saad Hussain Rizvi. Dia adalah pemimpin partai politik garis keras Tehreek-e-Labaik Pakistan (TLP). Rizvi sebelumnya menyerukan agar duta besar Prancis didepak dari negara tersebut.

Pemerintah Pakistan tidak hanya menangkap Rizvi, tapi juga melarang TLP. Hal itu membuat para pendukungnya di penjuru negeri berang dan turun ke jalan. Pekan ini dua polisi tewas setelah bentrok dengan massa. Water cannon, peluru karet, dan gas air mata tidak mampu memukul mundur massa. Sebanyak 200 demonstran dilaporkan ditahan.

Karena situasi memburuk, kemarin (16/4) Kementerian Dalam Negeri meminta kepada Otoritas Telekomunikasi Pakistan (PTA) untuk memblokir Twitter, Facebook, WhasApp, YouTube, dan Telegram. Partai politik biasanya menggunakan media sosial untuk menggalang massa. Pengumuman biasanya muncul menjelang salat Jumat. Tulisan tangan Saad Rizvi yang tersebar menyatakan agar pendukungnya tidak turun ke jalan.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 07 Mei 2021 09:29

Kutim Siapkan Ketahanan Pangan Penunjang IKN

Kocek dari APBN digelontorkan untuk membantu petani. Termasuk membenahi sistem…

Jumat, 07 Mei 2021 09:23

Larangan Mudik Multitafsir, Walau Dilarang tapi Masih Diberi Pengecualian

Keputusan pemerintah melarang mudik agar penyebaran Covid-19 tidak melonjak setelah…

Jumat, 07 Mei 2021 09:21

Ramai-Ramai Terbang sebelum Dilarang

SEHARI jelang pemberlakukan larangan mudik, penumpang di Bandara Sultan Aji…

Kamis, 06 Mei 2021 16:15

"Cari Aman" KPK Lempar ke Kemen PANRB dan BKN

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memilih ‘cari aman’ terkait polemik…

Kamis, 06 Mei 2021 15:55

Mengacu Edaran Gubernur, Operasional Bus Jalan Terus

Jelang Idulfitri, larangan mudik kembali diberlakukan. Terhitung sejak 6-17 Mei…

Kamis, 06 Mei 2021 15:50

Aturan Larangan Mudik Mulai Berlaku Hari Ini, Harus Tegas Tapi Tetap Humanis

JAKARTA- Masa larangan mudik pada periode Idul Fitri 1442 H…

Kamis, 06 Mei 2021 15:26

Ada 62,3 Juta Lembar Uang Rp 75 Ribu Buat ‘Salam Tempel’ Lebaran

Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) Rp 75 ribu semakin diminati oleh…

Kamis, 06 Mei 2021 15:11

Simpang Siur Larangan Mudik, Ada Pengecualian dengan Syarat

Keputusan pemerintah melarang mudik agar penyebaran Covid-19 tidak melonjak setelah…

Kamis, 06 Mei 2021 10:37

Indonesia Terancam Kembali ke Negara Penghasilan Menengah ke Bawah

JAKARTA– Tahun depan, pemerintah akan fokus pada pemulihan ekonomi dan…

Kamis, 06 Mei 2021 10:04
Kemenhub Mulai Survei, Trase Terintegrasi ke IKN

Balikpapan-Samarinda Akan Dihubungkan Kereta

BALIKPAPAN-Rencana pembangunan jalur kereta api di Kaltim kembali dikaji Kementerian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers