MANAGED BY:
SELASA
18 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Jumat, 16 April 2021 14:41
IIMS Targetkan Transaksi Rp 4 Triliun

Pameran Padukan Event Offline dan Online

PROKAL.CO,

JAKARTA– Setelah tahun lalu absen, pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) kembali hadir tahun ini. Kali ini, pameran digelar dengan konsep hybrid atau perpaduan antara event offline dan online. Targetnya, pameran mencetak transaksi Rp 4 triliun.

Kemarin (15/4) Presiden Joko Widodo membuka pameran secara virtual. Dalam sambutannya, presiden mengatakan bahwa industri otomotif merupakan salah satu penggerak perekonomian nasional yang harus segera diakselerasi. ”Di sini banyak keterlibatan pelaku usaha di dalam negeri mulai hulu sampai hilir yang harus ditingkatkan,” ujar Jokowi.

Dia juga meminta UMKM terlibat. Dengan bangkitnya industri tersebut, mantan gubernur DKI Jakarta itu berharap lebih banyak kesempatan kerja yang diberikan kepada para tenaga kerja lokal. Selain itu, angka ekspor Indonesia ke pasar global naik. ”Industri otomotif menjadi salah satu prioritas bagi pertumbuhan investasi,” ucapnya.

Pemerintah, lanjut dia, juga tengah berupaya meningkatkan iklim investasi. Saat ini Indonesia memiliki lembaga pengelola investasi atau Indonesia Investment Authority. Lembaga itu diharapkan memberikan banyak kemudahan dan kepastian bagi para investor untuk membangun usaha produktif. ”Kebijakan relaksasi pajak juga telah diterbitkan pemerintah untuk mendongkrak penjualan dan daya beli produk otomotif untuk mendorong makin banyak permintaan di situ,” paparnya.

Jokowi berharap penyelenggaraan pameran otomotif itu dapat meningkatkan reputasi Indonesia di dunia otomotif global. Selain itu, kapasitas produksi industri otomotif dalam negeri dapat ditingkatkan dengan pemakaian bahan baku lokal.

Penyelenggaraan IIMS tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelum pandemi. Kondisi new normal mensyaratkan pembatasan pengunjung dan penerapan protokol kesehatan ketat atau biasa disebut sebagai panduan CHSE (cleanliness, health, safety, and environmental sustainability) dalam standar industri pariwisata.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Selasa, 18 Mei 2021 15:36

Industri Halal Tembus Pasar Global

JAKARTA– Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) harus mampu menjadi lokomotif industri…

Selasa, 18 Mei 2021 14:57

Targetkan Konsumsi Listrik Naik, PLN Bidik Segmen Industri

BALIKPAPAN – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menargetkan konsumsi setrum…

Selasa, 18 Mei 2021 14:51

Bisnis Ritel Rasakan Berkah Ramadan

Setelah terpukul cukup dalam akibat pandemi corona sepanjang tahun lalu,…

Selasa, 18 Mei 2021 14:40

Realisasi BSNT di Kaltim di Atas Rata-Rata Kalimantan dan Nasional

SAMARINDA- Realisasi penyaluran bantuan sosial nontunai (BSNT) di Kaltim di…

Selasa, 18 Mei 2021 14:39

UMKM Bakal Suplai Kebutuhan OPD Kaltim

SAMARINDA-Usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) di Kaltim memiliki prospek…

Senin, 17 Mei 2021 11:42

Bisnis Hotel dan Tempat Wisata, Okupansi dan Demand Stagnan

JAKARTA– Larangan mudik hari raya memaksa para pebisnis hotel dan…

Senin, 17 Mei 2021 11:41

Insentif PPN Tumbuhkan Pasar Properti

JAKARTA– Insentif pajak pertambahan nilai (PPN) berdampak positif terhadap kinerja…

Senin, 17 Mei 2021 11:40

Gasifikasi Batu Bara Tekan Impor LPG

JAKARTA– Proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) di…

Senin, 17 Mei 2021 11:13

Berharap Okupansi Bangkit setelah Idulfitri

Larangan mudik antarkota menjadi bencana baru bagi dunia pariwisata. Harapan…

Senin, 17 Mei 2021 11:12

Hadiah untuk WP Taat Dinaikkan Jadi Rp 2,5 M

SAMARINDA- Pemprov Kaltim terus berupaya menggenjot pendapatan asli daerah (PAD)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers