MANAGED BY:
SABTU
08 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

OLAHRAGA

Jumat, 16 April 2021 14:32
Mencari Mr Flexibility Sejati
Thomas Tuchel

PROKAL.CO,

JIKA semifinal Liga Champions musim lalu didominasi tiga pelatih asal Jerman, semifinal musim ini lebih merata. Memang masih ada Thomas Tuchel, der trainer Chelsea berkebangsaan Jerman. Tetapi, lainnya adalah Zinedine Zidane asal Prancis (Real Madrid), Pep Guardiola (Spanyol/Manchester City), dan Mauricio Pochettino (PSG) yang berbendera Argentina.

Mereka berempat dikenal memiliki sistem permainan yang kuat di tim masing-masing. Tuchel mengusung 3-4-2-1, Zidane dan Pep dengan 4-3-3, serta Poche mengubah skema warisan Tuchel semasa masih menangani PSG (4-3-3) menjadi 4-2-3-1.

Hanya, atensi khusus diberikan kepada Zidane dan Pep musim ini. Zidane membuktikan bahwa anggapan Real sulit juara lagi di Liga Champions sepeninggal Cristiano Ronaldo bisa salah. Bukti terakhir adalah cara Real mengatasi perlawanan Liverpool FC dalam second leg perempat final di Anfield kemarin (15/4).

”Zidane tidak perlu (Sergio) Ramos dan (Raphael) Varane untuk mencuri satu poin di Anfield,’’ tulis Marca. Mengandalkan Nacho Fernandez dan Eder Militao di jantung pertahanan, gawang Real tidak bisa dibobol. Bukan hanya itu, Zidane sukses menjadikan gelandang Federico Valverde sebagai bek kanan. Sepanjang musim ini, Real minim bisa memainkan Dani Carvajal, sedangkan Alvaro Odriozola belum mampu mengimpresi Zidane.

Valverde belakangan kerap jadi eksperimen Zidane. Saat mengalahkan FC Barcelona 2-1 dalam El Clasico akhir pekan lalu (11/4), misalnya, Valverde dimainkan sebagai winger kanan. ”(Eksperimen posisi pemain) bukan tentang di mana si pemain dimainkan, tetapi apakah dia bisa menjawab tantangan,” ucap Zidane yang memenangi hat-trick Liga Champions (2015–2016, 2016–2017, 2017–2018) bersama Real.

Ketimbang Zidane, Pep tak kalah dikenal sebagai Mr Flexibility. Lihat saja bagaimana City masih berpeluang memenangi semua ajang yang diikuti musim ini (lolos semifinal Liga Champions, peringkat pertama Premier League, lolos ke final Piala Liga, dan lolos ke semifinal Piala FA) tanpa mengandalkan striker murni. Pep menyebut, semua gelandangnya bisa bermain sebagai striker. Belum lagi senjata menjadikan fullback Joao Cancelo sebagai gelandang ekstra.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 08 Mei 2021 12:02

Dari Suporter Jadi Legislator

BALIKPAPAN—Mantan pentolan Balikpapan Suporter Fanatik (Balistik) Suwanto akhirnya resmi dilantik…

Sabtu, 08 Mei 2021 12:01

Yakin PSSI Bisa Bijak

Format Liga Indonesia musim ini tengah digodok. Salah satu yang…

Sabtu, 08 Mei 2021 12:00

Berharap Dipertahankan

HERMANSYAH Mukhlis hingga saat ini berstatus free transfer alias tanpa…

Sabtu, 08 Mei 2021 11:33

BERPISAH DENGAN GELAR JUARA

 MANCHESTER- Inter Milan sudah mengunci scudetto Serie A 2020–2021 pekan…

Sabtu, 08 Mei 2021 11:31

3 Final Eropa, 4 Klub Inggris

ROMA– Manchester United menggenapi dominasi klub-klub Inggris di final antarklub…

Sabtu, 08 Mei 2021 11:28

Persaingan Juara La Liga, Adu Kepentingan Dua Mantan di Camp Nou

KETIKA Premier League dan Bundesliga berpotensi memunculkan juara pekan ini,…

Jumat, 07 Mei 2021 20:22

Nilai 100 Selama 100 Hari

  LONDON– Memilih klub yang punya tradisi memecat pelatih seperti…

Jumat, 07 Mei 2021 20:20
NASIB 8 RIBU TIKET FANS CHELSEA-CITY

Turki Belum Masuk ”Daftar Hijau” Inggris

JIKA final Liga Europa di Gdansk (Stadion Miejski) telah mendapat…

Jumat, 07 Mei 2021 20:16

KONI Kaltim Bersiap Hadapi PON, Jelang Puslatda, Tinjau Sarana

Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 Papua kian dekat. Kurang…

Jumat, 07 Mei 2021 20:14

ASIYYAPPPP...!! Atta Halilintar dan SFC Kian Dekat

MANAJEMEN Sriwijaya FC (SFC) bertemu Atta Halilintar di Jakarta, Rabu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers