MANAGED BY:
SABTU
08 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Kamis, 15 April 2021 18:00
Jalan Poros Samarinda-Bontang Rusak karena Dijadikan Hauling, Tindakan Tegas Aparat Dinanti
Kondisi jalan di kawasan Tanah Datar yang tak datar, malah berlubang rusak karena aktivitas kendaraan tambang.

PROKAL.CO,

SAMARINDA-Perbaikan yang sedang berlangsung diharapkan tidak menutup mata aparat dalam mengawal masalah kerusakan jalan nasional di Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara. Babak belurnya akses darat yang menghubungkan Samarinda dengan Kota Bontang, dan Kutai Timur itu diduga karena aktivitas tambang batu bara di kawasan itu.

Selain dampak pengupasan lahan yang membuat drainase tidak bekerja maksimal, jalan umum dipakai oknum perusahaan untuk mengangkut batu bara. "Jadi, kerusakan ini terjadi karena penggunaan jalan yang tak sesuai peruntukannya,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kaltim AFF Sembiring kepada Kaltim Post, Rabu (14/4). Kadishub dengan tegas menyatakan kerusakan jalan tersebut memang diakibatkan beban kendaraan yang melintas tak sesuai kapasitas jalan. Padahal, jalan tersebut hanya kategori kelas III. Namun, banyak kendaraan berat yang lalu-lalang di jalan tersebut.

Salah satunya, aktivitas kendaraan batu bara. Dari informasi yang diterimanya, kendaraan tambang batu bara yang lewat di jalan umum itu adalah perusahaan tambang ilegal. Karena itu dia berharap aparat menindak oknum perusahaan ilegal itu. Menurutnya, aparat yang berwenang menindak. Adapun pihaknya sudah menggelar rapat dengan berbagai instansi terkait untuk membahas kerusakan jalan. "Yang jelas jalan tersebut akan segera diperbaiki oleh balai jalan. Karena itu jalan nasional," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim C Benny mengatakan, sejauh yang dia ketahui, perusahaan tambang batu bara yang terdaftar sudah memiliki jalan untuk ke jetty-nya masing-masing. "Akan saya koordinasikan dengan perhubungan. Karena pemakaian jalan umum bukan kewenangan ESDM, dan sejauh yang saya ketahui semua IUP (izin usaha pertambangan) punya jalan sendiri untuk meng-hauling batu baranya ke jetty," kata Benny.

Kepada Kaltim Post belum lama ini, Kasatker BBPJN II Kaltimtara Andre Sahat Tua Sirait mengatakan, banyak masalah di ruas jalan nasional Samarinda-Bontang. Terutama akibat pengupasan lahan yang membuat volume limpasan air ke badan jalan begitu besar. Sedikitnya, terdapat 13 perusahaan yang beroperasi di Tanah Datar. Dia melanjutkan, posisi jalan yang lebih rendah dari lingkungan sekitar membuat badan jalan sering terendam banjir. Belum lagi beban jalan nasional bertambah akibat angkutan batu bara. Sebelumnya, Sekprov Kaltim M Sa'bani mengungkapkan, kerusakan jalan poros di Tanah Datar diduga kuat karena lalu lintas kendaraan pengangkut batu bara (hauling). Tonase kendaraan yang tidak sesuai kualifikasi jalan mempercepat kerusakan badan jalan utama lintas daerah ini.

"Nanti setelah perbaikan, tidak boleh dan tidak ada lagi kendaraan tambang melintas di situ, juga jalan-jalan umum lainnya," jelasnya. Sa'bani berharap ada ketegasan dari aparat terhadap kendaraan tambang yang menggunakan jalan umum untuk hauling. "Itu kan jalan umum, jaringan jalan nasional, bukan jalan hauling. Kita minta perusahaan-perusahaan tambang ini paham lah. Kalau rusak parah begini kan, masyarakat yang susah," ungkapnya. (nyc/riz/k16)


BACA JUGA

Sabtu, 08 Mei 2021 12:30

Waspada Tren Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca-Libur

TAK berbeda jauh dengan tahun lalu, masyarakat Kaltim pada Lebaran kali…

Sabtu, 08 Mei 2021 12:27

Hilal di Bawah Ufuk, Lebaran 13 Mei

SIDANG Isbat penetapan 1 Syawal atau Lebaran akan dilaksanakan Kementerian…

Sabtu, 08 Mei 2021 12:25

14 Posko Didirikan, Polres Samarinda Pantau secara Digital dan Manual

SAMARINDA–Sebanyak 14 posko didirikan Polresta Samarinda jelang Idulfitri 2021. Pos…

Sabtu, 08 Mei 2021 12:22

Panen Buah Pakai Robot

Penggunaan artificial intelligence dalam aktivitas sehari-hari kian masif. Bahkan untuk…

Sabtu, 08 Mei 2021 11:39

Polemik Wawasan Kebangsaan, Pegawai KPK Ditanya Bersedia Lepas Jilbab atau Tidak

JAKARTA- Desakan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terbuka perihal proses…

Jumat, 07 Mei 2021 17:50
Rektor Uniba Isradi Zainal dalam Talk Show IKN Garapan Kaltim Post

Keluar dari Pendidikan Kaku, Kolaborasi Perguruan Tinggi dengan Industri

Jelang pemindahan ibu kota negara (IKN), dunia pendidikan harus bersiap.…

Jumat, 07 Mei 2021 17:43

Minta DK PBB Embargo Senjata Myanmar

YANGON-  Sekitar 200 organisasi non pemerintah meminta Dewan Keamanan (DK)…

Jumat, 07 Mei 2021 17:39

ALAMAK NAIK LAGI KAH..?? Pemerintah Beri Sinyak Kenaikan Tarif PPN

JAKARTA– Pemerintah memberikan sinyal kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN). Saat…

Jumat, 07 Mei 2021 17:36

POKOKNYA DIAM AJA DI RUMAH..!! Pekan Depan, Tempat Wisata dan Mal Ditutup

Menikmati libur Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah, masyarakat sebaiknya bersantai…

Jumat, 07 Mei 2021 17:35

Jangan Coba-Coba Menerobos, Empat Ribu Personel Cegah Pemudik Lewat

SAMARINDA-Hari pertama pemberlakuan larangan mudik, sejumlah titik sudah dijaga aparat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers