MANAGED BY:
SABTU
08 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Kamis, 15 April 2021 15:14
Dugaan Efek Samping Mirip AstraZeneca, AS dan UE Hentikan Sementara Vaksin J&J
ilustrasi

PROKAL.CO,

WASHINGTON DC– Setelah AstraZeneca, kini giliran vaksin Johnson & Johnson (J&J) yang disorot. Masalah mereka sama, ada dugaan menyebabkan pembekuan darah yang berujung kematian. AS, Afrika Selatan, dan Uni Eropa (UE) untuk sementara menghentikan penggunaan dan pengiriman vaksin Covid-19 milik J&J.

Badan Pangan dan Obat (FDA) AS mengungkap, ada 6 kasus pembekuan darah terdeteksi, dari 6,8 juta dosis vaksin J&J yang sudah digunakan. Jenis pembekuan darahnya parah, biasa disebut dengan cerebral venous sinus thrombosis (CVST). Semuanya dialami perempuan usia 18–48 tahun. Gejala pembekuan darah muncul 6–13 hari pasca divaksin. Salah satu pasien meninggal dan sisanya dalam kondisi kritis.

Karena itu, FDA menyarankan penghentian sementara penggunaan J&J sebagai bentuk kehati-hatian, sembari melakukan penelitian lebih lanjut. Semua negara bagian langsung mengikuti instruksi tersebut. Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS langsung rapat untuk membahas masalah itu.

Orang yang telah menerima vaksin J&J dengan efek sakit kepala parah, sakit perut, sakit kaki, atau sesak napas dalam tiga minggu setelah vaksinasi diminta menghubungi fasilitas kesehatan terdekat. Dalam pernyataannya, J&J memaparkan bahwa mereka sudah membagikan semua laporan tentang kemungkinan kejadian buruk pada otoritas kesehatan terkait. Mereka menyadari adanya kasus pembekuan darah dilaporkan pasca penggunaan beberapa vaksin Covid-19.

’’Untuk saat ini, tidak ada hubungan sebab-akibat yang jelas antara peristiwa langka ini (pembekuan darah, Red) dan vaksin Covid-19 J&J,’’ bunyi pernyataan Janssen, perusahaan pembuat vaksin J&J.

Tidak seperti vaksin Covid-19 lainnya, J&J hanya membutuhkan satu dosis suntikan. Vaksin lain rata-rata harus diinjeksikan 2 dosis dalam rentang waktu tertentu. Gedung Putih menegaskan, penghentian sementara vaksin J&J itu tidak akan berdampak pada program vaksinasi mereka.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 08 Mei 2021 12:30

Waspada Tren Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca-Libur

TAK berbeda jauh dengan tahun lalu, masyarakat Kaltim pada Lebaran kali…

Sabtu, 08 Mei 2021 12:27

Hilal di Bawah Ufuk, Lebaran 13 Mei

SIDANG Isbat penetapan 1 Syawal atau Lebaran akan dilaksanakan Kementerian…

Sabtu, 08 Mei 2021 12:25

14 Posko Didirikan, Polres Samarinda Pantau secara Digital dan Manual

SAMARINDA–Sebanyak 14 posko didirikan Polresta Samarinda jelang Idulfitri 2021. Pos…

Sabtu, 08 Mei 2021 12:22

Panen Buah Pakai Robot

Penggunaan artificial intelligence dalam aktivitas sehari-hari kian masif. Bahkan untuk…

Sabtu, 08 Mei 2021 11:39

Polemik Wawasan Kebangsaan, Pegawai KPK Ditanya Bersedia Lepas Jilbab atau Tidak

JAKARTA- Desakan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terbuka perihal proses…

Jumat, 07 Mei 2021 17:50
Rektor Uniba Isradi Zainal dalam Talk Show IKN Garapan Kaltim Post

Keluar dari Pendidikan Kaku, Kolaborasi Perguruan Tinggi dengan Industri

Jelang pemindahan ibu kota negara (IKN), dunia pendidikan harus bersiap.…

Jumat, 07 Mei 2021 17:43

Minta DK PBB Embargo Senjata Myanmar

YANGON-  Sekitar 200 organisasi non pemerintah meminta Dewan Keamanan (DK)…

Jumat, 07 Mei 2021 17:39

ALAMAK NAIK LAGI KAH..?? Pemerintah Beri Sinyak Kenaikan Tarif PPN

JAKARTA– Pemerintah memberikan sinyal kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN). Saat…

Jumat, 07 Mei 2021 17:36

POKOKNYA DIAM AJA DI RUMAH..!! Pekan Depan, Tempat Wisata dan Mal Ditutup

Menikmati libur Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah, masyarakat sebaiknya bersantai…

Jumat, 07 Mei 2021 17:35

Jangan Coba-Coba Menerobos, Empat Ribu Personel Cegah Pemudik Lewat

SAMARINDA-Hari pertama pemberlakuan larangan mudik, sejumlah titik sudah dijaga aparat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers