MANAGED BY:
SABTU
08 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Kamis, 15 April 2021 11:02
Mereka Menemukan ”Rumah” di Indonesia, Saya Merasa Dipilih Langsung oleh Tanah Jawa
DEDIKASI: Elizabeth D. Inandiak di Pondok Centhini, Jogjakarta. Butuh enam tahun baginya untuk meriset dan menulis ulang Serat Centhini. BAGUS PUTRA PAMUNGKAS/JAWA POS

PROKAL.CO,

Dari Prancis, Elizabeth Inandiak datang ke Indonesia untuk menulis soal Islam versus kebatinan sebelum kemudian bertemu Serat Centhini. Mendirikan Rumah Menapo di Muarojambi untuk tempat menginap peneliti dan penulis serta pusat kegiatan warga.

BAGUS PUTRA PAMUNGKAS, Jogjakarta

ANDAI sang ibu tidak datang ke Jogjakarta pada 1991, tidak akan pernah ada buku berjudul Centhini: Kekasih yang Tersembunyi. Ketika itu, dari Prancis, sang ibu datang ke Jogjakarta dengan membawa tiga buku untuk buah hatinya, Elizabeth D. Inandiak. 

Salah satu buku yang berjudul Le Carrefour Javanais karya penulis Prancis Denys Lombard menarik perhatian Eli, sapaan Elizabeth. Buku itu mengorek sejarah kehidupan di tanah Jawa. Ada satu bagian yang membuat Eli jatuh hati: Serat Centhini. ”Saya masih ingat, Serat Centhini hanya ditulis dua halaman. Pendek, ringkas, tapi jelas,” kata perempuan asal Prancis itu saat ditemui Jawa Pos di Pondok Centhini, Jogjakarta.

Apa yang membuat Eli tertarik? ”Ceritanya adalah tentang pengembaraan orang yang kehilangan arah. Karya luar biasa, tapi belum pernah diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun,” ungkapnya. 

Serat Centhini mengisahkan pengembaraan Amongraga. Pangeran muda yang kabur meninggalkan Kerajaan Giri pada abad ke-17. Mencari keabsahan Tuhan dengan sifat sombongnya. Sementara itu, Centhini adalah sang abdi, yang kelak malah mampu menemukan Tuhan dengan segala kerendahan hatinya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Sabtu, 08 Mei 2021 12:22

Kegiatan WNI Mengisi Ramadan di Berlin di Masa Pandemi , Ceramah Online, Mahasiswa Luncurkan Radio Sahur

Keterbatasan menjalankan ibadah Ramadan karena pandemi Covid-19 ternyata juga dirasakan…

Selasa, 04 Mei 2021 09:40

Kami Ikhlas, tapi Semoga Jenazahnya Bisa Ditemukan...

Tak ada lagi akhir pekan bersama antara Serda Harmanto dan…

Jumat, 30 April 2021 14:42

Putra Kebanggaan Keluarga Itu Tak Akan Pulang Lebaran Ini

Dari semula mengharapkan keajaiban, kini keluarga Mayor Laut (P) Eko…

Jumat, 30 April 2021 10:43

Di London, Masjid Bagi-bagi Makanan Buka Puasa untuk Tenaga Kesehatan

 Sejumlah masjid di London melakukan tradisi untuk memberi makanan Iftar…

Kamis, 29 April 2021 14:58
Ketegaran Keluarga Kolonel Laut (P) Harry Setyawan

Saya Yakin Suami Percaya, Saya Bisa Hadapi Semua Ini

Bahkan, di tengah kepedihan ditinggal sang suami, Winny Widayanti masih…

Kamis, 29 April 2021 13:14

Prestasi Harum dan Nama Baik Mengiringi ’’Patroli” sang Komandan

Sebagaimana KRI Nanggala-402 yang dia pimpin untuk berpatroli selamanya, jejak…

Selasa, 27 April 2021 15:25
Kisah Warga Kaltim Jalani Ramadan di Luar Negeri (1)

Puasa 16 Jam di Jerman, Rindu Soto Banjar dan Pisang Ijo

Mengejar ilmu jauh dari Tanah Air. Annisa Ghina Savira harus…

Selasa, 27 April 2021 15:14

Ketika Napi Kasus Korupsi Ikuti Kelas Psikologi di Lapas Sukamiskin

Kampanye tentang bahaya korupsi akan lebih ampuh jika disampaikan eks…

Sabtu, 24 April 2021 15:26

Cerita Pesantren Jeha di Eks Lokalisasi Dolly dan Jarak, Awalnya Dianggap Mengganggu, tapi Tetap Jalan Terus

Sejak 2008, Pondok Pesantren Jauharotul Hikmah (Jeha) berdiri. Lokasinya tak…

Sabtu, 24 April 2021 15:05

Kenangan Masuk ke KRI Nanggala, Oksigen Terbatas, Asap di Dapur Tidak Boleh Menyebar

Wartawan Jawa Pos THORIQ S. KARIM dan fotografer DITE SURENDRA…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers