MANAGED BY:
JUMAT
07 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 14 April 2021 10:14
Meningkatnya Jumlah Paus Terdampar, Mengancam Ekosistem Bumi
Paus pilot yang terdampar di pantai Pantai Modung, Bangkalan

PROKAL.CO,

JAKARTA - Fenomena puluhan Paus Pilot Sirip Pendek yang terdampar di Pantai Modung, Bangkalan, Jawa Timur pada pertengahan Februari lalu menyedot perhatian publik. Pasalnya, hanya satu ekor yang berhasil diselamatkan dan telah dilepas liarkan dari total 52 mamalia yang terdampar.

Dari hasil identifikasi, ukuran panjang mamalia tersebut bekisar 2-5 meter dengan berat rerata 300 kilogram-3 ton. Tim Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair), Surabaya telah melakukan nekropsi untuk mengetahui penyebabnya. Penelitian dimulai dengan mengukur ketebalan lemak untuk proses histopatologi dan pemeriksaan mikrobiologi. Dari tiga sampel yang diambil, satu di antaranya adalah paus betina.

Salah seorang anggota, Drh. Bilqisthi Ari Putra, mengungkapkan hasilnya Senin (12/4). Dia menjelaskan, penyebab Paus terdampar dikarenakan sedang melakukan migrasi dan berburu makanan. Kemudian, adanya kelainan otot reflektor melon.

"Yang terjadi pada koloni Paus tersebut dipimpin oleh betina yang mengalami gangguan pernafasan," ungkapnya. Bilqist menyatakan, koloni Paus yang terdampar itu memang kebanyakan menderita komorbid seperti kelainan paru-paru atau pneumonia dan jantung.

Ditambah kelaparan sehingga tidak bisa survive dalam kondisi iklim yang saat itu sedang tidak bagus. "Sebagian mati karena gagal nafas dan jantung. Sedangkan anggota koloni yang lain mati karena dehidrasi dan kelelahan. Makanya nggak bisa kembali lagi ke tengah laut," jelas Bilqist.

Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Kelautan (KKP) Haeru Rahayu menyatakan, tingginya jumlah mamalia laut yang terdampar merupakan salah satu ancaman besar bagi ekosistem Bumi. Sebab, mamalia laut memberikan sumbangan ekologis yang dimanfaatkan manusia untuk berasosiasi dengan biota tersebut.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 07 Mei 2021 09:29

Kutim Siapkan Ketahanan Pangan Penunjang IKN

Kocek dari APBN digelontorkan untuk membantu petani. Termasuk membenahi sistem…

Jumat, 07 Mei 2021 09:23

Larangan Mudik Multitafsir, Walau Dilarang tapi Masih Diberi Pengecualian

Keputusan pemerintah melarang mudik agar penyebaran Covid-19 tidak melonjak setelah…

Jumat, 07 Mei 2021 09:21

Ramai-Ramai Terbang sebelum Dilarang

SEHARI jelang pemberlakukan larangan mudik, penumpang di Bandara Sultan Aji…

Kamis, 06 Mei 2021 16:15

"Cari Aman" KPK Lempar ke Kemen PANRB dan BKN

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memilih ‘cari aman’ terkait polemik…

Kamis, 06 Mei 2021 15:55

Mengacu Edaran Gubernur, Operasional Bus Jalan Terus

Jelang Idulfitri, larangan mudik kembali diberlakukan. Terhitung sejak 6-17 Mei…

Kamis, 06 Mei 2021 15:50

Aturan Larangan Mudik Mulai Berlaku Hari Ini, Harus Tegas Tapi Tetap Humanis

JAKARTA- Masa larangan mudik pada periode Idul Fitri 1442 H…

Kamis, 06 Mei 2021 15:26

Ada 62,3 Juta Lembar Uang Rp 75 Ribu Buat ‘Salam Tempel’ Lebaran

Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) Rp 75 ribu semakin diminati oleh…

Kamis, 06 Mei 2021 15:11

Simpang Siur Larangan Mudik, Ada Pengecualian dengan Syarat

Keputusan pemerintah melarang mudik agar penyebaran Covid-19 tidak melonjak setelah…

Kamis, 06 Mei 2021 10:37

Indonesia Terancam Kembali ke Negara Penghasilan Menengah ke Bawah

JAKARTA– Tahun depan, pemerintah akan fokus pada pemulihan ekonomi dan…

Kamis, 06 Mei 2021 10:04
Kemenhub Mulai Survei, Trase Terintegrasi ke IKN

Balikpapan-Samarinda Akan Dihubungkan Kereta

BALIKPAPAN-Rencana pembangunan jalur kereta api di Kaltim kembali dikaji Kementerian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers