MANAGED BY:
SELASA
18 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 14 April 2021 09:59
Setelah Vaksin, India Larang Ekspor Remdesivir, PM India Ikut Langgar Prokes
Petugas kesehatan memberikan penghormatan kepada korban Covid-19 di India yang jenazahnya akan dikremasi di New Delhi. (Danish Siddiqui/Reuters)

PROKAL.CO,

NEW DELHI– India berhasil mengalahkan Brasil. Tapi bukan untuk rekor yang baik. Melainkan sebagai negara dengan kasus Covid-19 tertinggi kedua di dunia. Posisi pertama masih tetap dipegang Amerika Serikat (AS).

Status baru India tersebut diraih gara-gara lonjakan kasus baru pada Minggu (11/4) yang mencapai 168.912. Gara-gara pertambahan itu, kemarin (12/4) total kasus di India mencapai 13,53 juta dan 170.179 kematian. Di pihak lain, kasus di Brasil 13,45 juta dan AS mencapai 31,2 juta.

Otoritas di India menyatakan, tingginya pertambahan kasus adalah akibat dari kebandelan penduduk yang terus berkerumun dan enggan memakai masker. Para pemimpin negara juga tidak bisa memberi contoh protokol kesehatan (prokes). Perdana Menteri India Narendra Modi dan Menteri Dalam Negeri Amit Shah malah menghadiri acara kampanye. Puluhan ribu orang hadir dan mayoritas tidak memakai masker plus tanpa jaga jarak.

”Tak ada yang taat aturan di restoran. Jika kami meminta pelanggan memakai masker, mereka akan bersikap kasar dan tidak menghormati kami,” ungkap Rohit, salah seorang pegawai restoran di Mumbai, seperti dilansir Agence France-Presse.

Kemarin ratusan ribu penduduk juga berkumpul untuk merayakan Kumbh Mela di Haridwar, Uttarakhand. Mereka bergantian mandi di Sungai Gangga. Penganut Hindu yakin mandi di Sungai Gangga akan membersihkan dosa-dosa mereka dan membawa keselamatan. Kumbh Mela itu berlangsung setiap 12 tahun dan tempatnya dipilih antara Allahabad, Haridwar, Nasik, dan Ujjain.

Di pihak lain, pemerintah di berbagai wilayah berusaha menekan angka penularan dengan pembatasan ketat. Di Mumbai, misalnya, restoran ditutup dan acara berkumpul lebih dari lima orang dilarang. Beberapa wilayah lain memberlakukan lockdown lokal.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 18 Mei 2021 16:39
UU IKN Belum Disahkan, Status Sepaku Masih Masuk PPU----sub

Sepaku di IKN, Jumlah Kursi di DPRD PPU Terpengaruh

Jatah kursi di DPRD PPU bisa saja berkurang. Jika Kecamatan…

Selasa, 18 Mei 2021 16:38

Taliban-Afganistan Tempur Lagi

KANDAHAR – Perdamaian dua kubu di Afganistan tak bisa bertahan…

Selasa, 18 Mei 2021 16:36

Robot Tiongkok Akan Jelajahi Mars

BEIJING – Presiden Xi Jinping terus menambah warisannya di dunia…

Selasa, 18 Mei 2021 16:35

Makin Brutal, 192 Orang Tewas di Gaza

Militer Israel melancarkan serangan terbaru di Jalur Gaza, Senin (17/5)…

Selasa, 18 Mei 2021 15:39
PPKM Diperpanjang, Wisata di Zona Merah-Oranye Dilarang Beroperasi

Antisipasi Lonjakan Kasus setelah Mudik Lebaran, Siapkan 70 Ribu Ruang Isolasi dan 7.500 ICU

JAKARTA– Dalam dua pekan ke depan, kenaikan kasus Covid-19 diprediksi…

Selasa, 18 Mei 2021 15:34

Kendalikan Pendidikan dan Opini Publik, Tiongkok Perketat Penggunaan Kurikulum Asing

BEIJING– Kurikulum asing di Tiongkok tak bisa diterapkan. Terutama untuk…

Selasa, 18 Mei 2021 15:30

DPR-DPD Pertanyakan TKA Tiongkok Masuk saat Penyekatan

JAKARTA– Masuknya warga negara Tiongkok berstatus tenaga kerja asing disoroti…

Selasa, 18 Mei 2021 15:18

Thailand Gelombang Ketiga, Taiwan Kembali Waspada Kenaikan Kasus Covid-19

BANGKOK– Sejumlah negara yang dinilai berhasil mengendalikan penularan Covid-19 kembali…

Selasa, 18 Mei 2021 14:59

Penggunaan Vaksin AstraZeneca di Kaltim Ditunda

SAMARINDA - Kepala Dinas Kesehatan provinsi Kalimantan Timur dr Padilah…

Selasa, 18 Mei 2021 14:17

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Ulang Azis Syamsudin

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal kembali mengagendakan pemeriksaan Wakil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers