MANAGED BY:
SELASA
18 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Rabu, 14 April 2021 09:56
Dinilai Mulai Ada Resistansi dari Pemilih
Mayoritas Calon Dinasti Politik Tumbang
ilustrasi

PROKAL.CO,

JAKARTA– Dinasti politik kini bukan jaminan bahwa calon kepala daerah bakal melenggang mulus meraih kemenangan di pilkada. Justru, di sejumlah daerah, calon yang terafiliasi dinasti politik mengalami kekalahan.

Kemenangan keluarga presiden, menteri, atau kerabat kepala daerah di Pilkada Serentak 2020 tak lebih dari sebagian cerita saja. Berdasar riset yang dilakukan Nagara Institute, mayoritas calon dari dinasti politik gagal menjadi pemenang. ”Dari 129 calon (yang terkait dengan dinasti politik, Red), hanya 57 yang dinyatakan sebagai pemenang,” ungkap Mustakim, peneliti Nagara Institute, dalam paparan virtual (12/4).

Sebanyak 72 atau sebagian besar calon malah tumbang. Namun, dua angka itu masih bisa berubah. Nagara Institute mencatat, masih ada enam calon dari dinasti politik yang mengikuti pemungutan suara ulang (PSU) berdasar putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Mulyadi, peneliti Nagara Institute lainnya, menambahkan, kekalahan yang diderita 72 calon tersebut merupakan hal yang positif. Hal itu menunjukkan adanya resistansi yang cukup besar dari pemilih. Meski tidak banyak yang lantang bersuara, dia menilai ada silent majority. ”Mereka menolak calon dinasti politik,” ujarnya. Mulyadi menjelaskan, keberadaan dinasti politik dalam kontestasi rawan penyimpangan. Salah satu buktinya adalah putusan MK terkait PSU.

Bagi daerah dinasti politik yang tidak diuji ke MK, Mulyadi menilai bukan berarti mereka bersih. Selama ini ada indikasi lawan yang bertarung hanya calon boneka atau calon lain tidak mau capek menggugat. Sebagian dari mereka juga berstatus calon tunggal.

Anggota Dewan Pembina Perludem Titi Anggraini mengatakan, data tersebut memberi kabar baik. Namun, perlu juga ditelisik faktor-faktor yang melatarbelakangi kekalahan dinasti politik. ”Jangan-jangan dikalahkan dinasti lain atau dikalahkan oligarki baru yang sudah disiapkan,” ucapnya. Jika itu yang terjadi, data yang dirilis Nagara Institute belum memberi kabar positif.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 11 Oktober 2012 13:00

Edisi Ketiga UKW Luluskan 23 Wartawan KPG

<div> <div> <strong>BALIKPAPAN</strong> &ndash; Uji Kompetensi Wartawan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers