MANAGED BY:
SELASA
18 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Selasa, 13 April 2021 14:58
Eks Legislator Kaltim Didakwa Gratifikasi

PROKAL.CO,

SAMARINDA–Dugaan gratifikasi yang menyeret eks anggota DPRD Kaltim 2009–2014 Encik Widyani bergulir perdana di Pengadilan Tipikor Samarinda, (12/4).

Di depan majelis hakim yang dipimpin Parmatoni bersama Joni Kondolele dan Ukar Priyambodo, JPU Indriasari mendakwa Encik dengan dakwaan alternatif, yakni Pasal 12 Huruf b juncto Pasal 18 atau Pasal 11 Huruf b juncto Pasal 18 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang diperbarui dalam UU 20/2001. "Mendakwa terdakwa Encik atas gratifikasi atau sejumlah uang yang diterimanya dari almarhum Eko Sukasno, ketua LPK Eksekutif Insentif (LPK EI), nilainya Rp 100 juta pada 2014 lalu," ucap Jaksa Indri membacakan dakwaan.

Penerimaan sejumlah uang atau gratifikasi itu, berawal ketika Eko Sukasno meminta bantuan hibah pemerintah lewat terdakwa yang notabene legislator Bumi Etam. Di Karang Paci, sebutan DPRD Kaltim, permohonan bantuan itu ditindaklanjuti terdakwa dengan syarat menyisihkan komitmen fee. Proposal hibah LPK EI diproses terdakwa untuk masuk dalam bantuan yang diusulkan Fraksi Golkar dalam rapat anggaran DPRD bersama tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Kaltim. Terdakwa bertamu ke kediaman Eko dan mengingatkan untuk menyisihkan sedikit bantuan tersebut untuk pihak yang membantu. "Nanti kalau udah cair (hibah), jangan lupa sama saya ya, Pak," kata jaksa Indri menirukan ulang perkataan terdakwa kala itu.

Permohonan hibah yang diajukan LPK EI semula sebesar Rp 1,2 miliar. Hasil rapat anggaran disepakati lembaga itu mendapat bantuan hibah Rp 500 juta dari APBD 2014. Bantuan cair Januari 2014, saksi almarhum Eko mendapat panggilan seluler dari terdakwa yang menanyakan hibah tersebut. Selepas panggilan udara, almarhum Eko mentransfer uang senilai Rp 10 juta ke rekening terdakwa. Selang sepekan, terdakwa kembali menelepon ketua LPK EI tersebut dan menyoal besaran komitmen fee yang disisihkan. 

"Kok segitu (uang yang diberi hanya Rp 10 juta). Kalau begini nanti enggak saya bantu lagi. Harusnya twenty percent," lanjut beskal asal Kejari Samarinda itu menirukan percakapan terdakwa. Mendengar permintaan itu, Eko kembali mentransfer sisa uang komitmen tersebut ke rekening terdakwa. "Dana Rp 90 juta itu ditransfer medio Januari 2014," imbuh Indri.

Penerimaan Rp 100 juta itu dinilai tak patut diterima terdakwa. Terlebih, selepas 30 hari sejak uang itu diterima, tak dilaporkan terdakwa ke KPK sebagai gratifikasi, dan malah digunakan untuk kepentingan pribadi. "Uang itu digunakan untuk biaya operasi terdakwa di Jakarta," singkatnya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 18 Mei 2021 17:40
Gubernur Minta Petugas Tegas tapi Santun

Penanganan dan Pencegahan Covid-19, Gubernur Kaltim Puji Pangdam dan Kapolda

Penurunan kasus Covid-19 di Kaltim patut disyukuri. Hal ini tentu…

Selasa, 18 Mei 2021 17:07

PTM Juli Tunggu Satgas Pusat, Siapkan 71 Sekolah untuk Gelombang II

SAMARINDA–Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda menambah jumlah sekolah tangguh Covid- 19……

Selasa, 18 Mei 2021 16:46
Sidang Gratifikasi Mantan Legislator Kaltim di Pengadilan Tipikor Samarinda

LPj Tak Masalah, Gratifikasi lewat Transfer Rekening

SAMARINDA–Penggunaan hibah yang diberikan Pemprov Kaltim harus sesuai dengan rancangan…

Selasa, 18 Mei 2021 15:48

SOP RS Dikritik, Wali Kota Minta Dinkes Evaluasi Sistem Pelayanan Publik

Dalam kondisi darurat, warga yang meminta keringanan pembayaran atas pelayanan…

Selasa, 18 Mei 2021 13:29
SMSI Kaltim Targetkan Perusahaan Pers di Kaltim yang Terverifikasi Makin Banyak

Juni, 54 Wartawan Kaltim Siap Ikut UKW

SAMARINDA – Sebanyak 54 wartawan di Kalimantan Timur siap mengikuti…

Selasa, 18 Mei 2021 13:22

Alhamdulillah, Tingkat Kesembuhan di Kaltim Meningkat, 3 Daerah Jaga Nihil Tambahan Kasus

Beberapa daerah sukses menjaga nihil tambahan kasus positif Covid-19 pada…

Senin, 17 Mei 2021 17:13
Waspadai Lonjakan setelah Lebaran

Pembatasan Kafe dan Warkop Bukan Menghambat Ekonomi, Hanya Jaga Jangan Sampai Ada Lonjakan Kasus

SAMARINDA–Satgas Penanganan Covid-19 Samarinda menerbitkan surat instruksi penutupan sementara…

Senin, 17 Mei 2021 12:35

Penertiban Pedagang Liar yang Sebabkan Kemacetan Panjang Menunggu Waktu, Menanti Ketegasan Janji

Jalan RE Martadinata, Kecamatan Samarinda Ulu, menjadi salah satu jalan…

Senin, 17 Mei 2021 12:33

Suka Duka Warga Binaan di Hari Kemenangan, Dapat Remisi Khusus hingga Silaturahmi Cukup dengan Daring

  Idulfitri 1422 H yang jatuh pada Kamis (13/5) lalu…

Senin, 17 Mei 2021 12:32

Penanganan Longsor Dekat Jembatan Mahkota II Tergantung Pusat

SAMARINDA-Kepastian pembukaan Jembatan Mahkota II hingga kini belum diketahui. Pemkot…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers