MANAGED BY:
MINGGU
09 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Selasa, 13 April 2021 10:10
Sengkarut Masalah Lahan di Palaran, Lima Tahun Saling Klaim Kepemilikan Tanah, Satu Nyawa Melayang
OLAH TKP: Inafis Polresta Samarinda melakukan olah TKP di lahan yang menewaskan warga sekitar.

PROKAL.CO,

SAMARINDA–Adu mulut yang terjadi di RT 1, Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Palaran, pada Sabtu (10/4) pukul 11.00 Wita menggemparkan. Diduga kuat, bentrokan terjadi akibat saling klaim kepemilikan lahan.

Pertikaian yang terjadi menggunakan senjata tajam dan senjata api rakitan (penabur). Satu nyawa melayang dengan kondisi leher nyaris putus. Enam lainnya dilarikan ke RSUD IA Moeis akibat terkena peluru dari senjata rakitan. Peluru tersebut merupakan besi bulat kecil dengan diameter 3 milimeter.

Bentrokan melibatkan warga dengan sejumlah orang yang mengatasnamakan Kelompok Tani (Poktan) Empang Jaya. Peristiwa berdarah itu pecah di atas lahan seluas 2.500 hektare. Di mana tanah yang dekat dengan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) itu sudah cukup lama diklaim tanah adat. Hal itu memicu keresahan warga setempat yang memegang segel maupun surat pernyataan penguasaan tanah (SPPT).

Saidal, warga yang berada di lokasi kejadian itu menyebut, permasalahan awal bermula penyerobotan tanah yang dilakukan Poktan Empang Jaya sejak lima tahun silam. Masalah yang semakin larut tanpa penyelesaian itu akhirnya membuat warga berkumpul pada Sabtu (10/4) pagi. Hendak memastikan patok tanah. "Semua kumpul, sekitar pukul 08.00 atau 09.00 Wita. Sama-sama jalan kaki ke lahan untuk membenahi patok di sana," ucap pria 53 tahun itu. "Kami tidak punya kelompok tani, yang jelas setiap warga menguasai sebidang lahan, 1-1,5 hektare dengan surat izin yang legal," lanjutnya.

Namun, ketika membenahi patok lahan, seorang pria yang mengaku dari Poktan Empang Jaya mengadang. Adu argumen tak terhindarkan. Warga dilarang menggeser patok pembatas lahan

"Lama-lama ramai, kami (warga) mundur. Sekalinya mereka teriak, yang saya lihat satu bawa penabur (senjata rakitan)," terangnya.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 08 Mei 2021 20:49

Terjun ke Sungai dari Jembatan Mahkota 2, Pria 22 Tahun Hilang

SAMARINDA - Seorang pria 22 tahun atas nama Irsal hilang…

Sabtu, 08 Mei 2021 12:20

Struktur Mahkota II Aman, Berharap Buka sebelum Lebaran, Pemkot Tunggu Keputusan KKJTJ

Warga Samarinda harap-harap cemas, terkait penutupan Jembatan Mahkota II yang…

Sabtu, 08 Mei 2021 12:19

GILAA..!! Alat Pengukur Tegangan Jembatan Mahkota II Dicuri..!!

KEPUTUSAN membuka akses Jembatan Mahkota II masih menunggu kepastian. Perhitungan…

Sabtu, 08 Mei 2021 12:17

Sisihkan Raperda yang Tanpa Kajian Akademis

SAMARINDA–Legislasi jadi satu dari tiga tugas utama para wakil rakyat,…

Sabtu, 08 Mei 2021 12:15

Pemkot Samarinda Larang Konvoi Takbiran

SAMARINDA–Perayaan malam takbir resmi dilarang oleh Pemkot Samarinda. Pernyataan tersebut…

Sabtu, 08 Mei 2021 12:14

Lupa Matikan Kompor, Rumah Ludes

SAMARINDA–Siang bolong, Jumat (7/5), warga Jalan Mutiara, Gang 1, RT…

Sabtu, 08 Mei 2021 11:53

Rudy Mas’ud Terpilih Aklamasi dalam Muswil VIII KKSS Kaltim

H Rudy Mas’ud SE ME, tokoh pengusaha yang juga anggota…

Sabtu, 08 Mei 2021 11:50

Jaga Kondusivitas untuk Kemajuan Kaltim

Menanggapi hasil Muswil VIII tersebut, beberapa tokoh KKSS Kaltim menyatakan…

Sabtu, 08 Mei 2021 10:36

Revitalisasi Citra Niaga, Dibuat Lomba Desain Wajah Baru

  Revitalisasi kawasan Citra Niaga digaungkan oleh Pemkot Samarinda dibawah…

Jumat, 07 Mei 2021 19:36

Pasar Ramadan Ditutup, Dievaluasi, Ini Hasilnya...

  Memasuki Minggu keempat bulan suci Ramadan aktivitas pasar ramadan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers