MANAGED BY:
JUMAT
07 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Senin, 12 April 2021 12:02
Potensi Perempuan Membangun Daerah 

PROKAL.CO,

Belum lama ini muncul berita tentang kemacetan di Terusan Suez, salah satu rute pelayaran tersibuk di dunia. Sebuah kapal container raksasa, Ever Given, kandas dan membuat Terusan Suez terblokade. Tetapi ada hal lain yang menarik perhatian dunia. 

Marwa Elselehdar, seorang kapten kapal perempuan yang menjadi sasaran berita hoaks yang menyalahkan dirinya atas kemacetan yang terjadi di Terusan Suez. Kabar fitnah tersebut beredar cepat dan akhirnya sampai ke Marwa Elselehdar. Padahal dirinya saat itu sedang berada di kapal Aida IV yang sedang berada di perairan Alexandria, ratusan kilometer dari lokasi kejadian.

Pada kabar hoaks tersebut, terdapat gambar yang telah diedit seolah-olah berasal dari Arab News yang dirilis pada 22 Maret lalu. Alhasil berita hoaks ini puluhan kali disebarkan di media sosial twitter dan facebook. Dan akun sosial milik Marwa pun membantahnya. Dari kejadian diatas akhirnya dunia mengetahui bahwa Marwa Elselehdar merupakan kapten kapal perempuan pertama di Mesir. Ini menandakan pekerjaaan yang selama ini di dominasi oleh kaum Adam bisa juga dikerjakan oleh kaum Hawa. 

Menurut Organisasi Maritim Internasional, Marwa merupakan bagian dari dua persen perempuan yang menghadapi tantangan di industri maritime ini. Seperti halnya di Indonesia, banyak perempuan di negara ini yang mampu menjadi pemimpin, baik di perusahaan maupun di pemerintahan. Semisal Elidawati Ali Oemar, pendiri sekaligus CEO PT Bersama Zatta Jaya (eLcorps), Nicke Widyawati, Direktur Utama PT Pertamina, Atiek Nur Wahyuni, CEO Trans Media Grup, Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri Indonesia, Sri Mulyani, Menteri Keuangan Indonesia dan sederat nama perempuan tangguh lainnya. 

Dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 27 ayat 1 menjelaskan adanya pengakuan terhadap prinsip persamaan bagi seluruh warga negara tanpa kecuali. Prinsip persamaan ini menghapuskan diskriminasi, karenanya setiap warga negara mempunyai hak yang sama di hadapan hukum dan pemerintahan tanpa memandang agama, suku, jenis kelamin, kedudukan, dan golongan. Sehingga dapat dikatakan bahwa secara yuridis, Instrumen hukum dan peraturan perundangundangan Indonesia mengakui tentang adanya prinsip persamaan hak antara laki-laki dan perempuan. 

Namun dalam implementasinya masih saja ditemukan diskriminasi dan ketidakadilan terhadap kaum perempuan, baik di bidang ekonomi, Pendidikan, pekerjaan bahkan sampai ke bidang politik. Jika dilihat dari kacamata budaya, adanya budaya patriarki yang masih berkembang dan dianut oleh masyarakat Indonesia, tentunya bakal sulit untuk menempatkan perempuan setara dengan kaum laki-laki. Dalam budaya patriarki, kaum laki-laki lebih berperan dalam memegang kekuasaan yang pada akhirnya akan mendegradasi keberadaan perempuan. Perjuangan kaum perempuan dalam mencapai kesetaraan posisi dengan kaum laki-laki dimulai sejak dahulu kala. 

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Selasa, 04 Mei 2021 14:07

Pentingnya Mengkonsumsi Produk Halal

Maisyarah Rahmi HS, Lc., M.A., Ph.DDirektur Pusat Kajian Halal, Fakultas…

Selasa, 04 Mei 2021 12:55

Mal sebagai Pariwisata atau Gaya Hidup

Oleh; Muhammad Al Fayed*   Melihat Samarinda pada kacamata ekonomi…

Jumat, 30 April 2021 11:00

Pentingnya Digital Parenting untuk Anak

Oleh: Johantan Alfando Wikandana SuciptaStaff Dosen Prodi Ilmu Komunikasi FISIP…

Kamis, 29 April 2021 13:34

Menjadi Pebisnis Profesional Dalam Islam

Norvadewi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Samarinda  …

Kamis, 29 April 2021 13:32

Apa itu Pasar Modal Syariah?

Oleh : Irma Yuliani, S.E, M.Si Pembina Galeri Investasi dan…

Rabu, 28 April 2021 11:14

Labirin Terorisme

Oleh Miftah Faried Hadinatha Mahasiswa Magister Hukum Kenegaraan Fakultas Hukum…

Selasa, 27 April 2021 11:03

Mimpi Membangun Indonesia Berkemajuan Digital

Oleh: Muhamad Fadhol Tamimy   Dulu, mungkin kita sering menonton…

Sabtu, 24 April 2021 16:02

Industri Halal: Mengapa Harus Sertifikasi Halal?

/// KIRIAN GEMA RAMADAN Oleh: Maisyarah Rahmi HS Lc MA…

Jumat, 23 April 2021 11:54

Wafatnya Ulama, Matinya Alam

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Rabu, 21 April 2021 17:11

Berdoa di Media Sosial, Boleh atau Tidak?

Oleh; Johantan Alfando Wikandana Sucipta* Seiring perkembangan teknologi komunikasi, tumbuh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers