MANAGED BY:
JUMAT
07 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Minggu, 11 April 2021 11:47
Junta Militer Tolak Kunjungan PBB, Inggris Beri Perlindungan ke Dubes Myanmar

PROKAL.CO,

NAYPYIDAW– Harapan untuk menyelesaikan konflik di Myanmar lewat jalur diplomasi kian sempit. Kemarin (9/4) junta militer menolak kunjungan Duta Besar PBB untuk Myanmar Christine Schraner Burgener. Diplomat Swiss itu akan berkeliling negara-negara Asia untuk memetakan jalan keluar bagi situasi di Myanmar.

Thailand bakal menjadi jujukan pertamanya. Pemerintah Thailand yang dipimpin militer cukup dekat dengan junta militer Myanmar. Burgener juga akan berkunjung ke Tiongkok yang merupakan sekutu dekat Myanmar. Belum ada kepastian tanggal dimulainya perjalanannya dan perincian apa saja yang bakal dibahas. Burgener juga ingin berkunjung ke Myanmar dan bertemu langsung dengan para jenderal junta militer.

”Kami tidak mengizinkan (pertemuan, Red) itu. Untuk saat ini kami tidak memiliki rencana untuk memperbolehkan itu terjadi,” kata Zaw Min Tun, juru bicara junta militer Myanmar, kepada Agence France-Presse.

Situasi di Myanmar saat ini sudah sangat memprihatinkan. Setidaknya 614 nyawa tewas pascakudeta di awal Februari. Sebagian di antaranya adalah anak-anak. Selain itu, hampir 3 ribu orang ditahan. Setiap hari ada korban jiwa berjatuhan. Kemarin pagi saja empat orang kehilangan nyawa di Bago. Junta militer mencoba memfitnah demonstran dengan menunjukkan beberapa senjata api yang diklaim disita dari mereka.

Demo dan mogok kerja membuat perekonomian Myanmar terpukul. Zaw Min Tun menuding para staf medis yang mogok kerja telah membunuh penduduk dengan tangan dingin. ”Kini rumah sakit umum tidak bisa berfungsi karena petugas kesehatan melanggar etika mereka,” terangnya. Dalam sebuah wawancara awal pekan ini, Zaw Min Tun menyatakan bahwa status darurat militer di Myanmar bakal diperpanjang hingga dua tahun. Baru saat itu pemilu akan digelar sekali lagi.

Situasi yang kian panas membuat banyak penduduk melarikan diri. Thailand dan India menjadi negara tujuan. Sejak kudeta, ada sekitar 1.800 warga Myanmar yang masuk wilayah India. Sebanyak enam di antaranya adalah legislator dari Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD). Itu adalah partai yang digawangi Aung San Suu Kyi.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 07 Mei 2021 09:29

Kutim Siapkan Ketahanan Pangan Penunjang IKN

Kocek dari APBN digelontorkan untuk membantu petani. Termasuk membenahi sistem…

Jumat, 07 Mei 2021 09:23

Larangan Mudik Multitafsir, Walau Dilarang tapi Masih Diberi Pengecualian

Keputusan pemerintah melarang mudik agar penyebaran Covid-19 tidak melonjak setelah…

Jumat, 07 Mei 2021 09:21

Ramai-Ramai Terbang sebelum Dilarang

SEHARI jelang pemberlakukan larangan mudik, penumpang di Bandara Sultan Aji…

Kamis, 06 Mei 2021 16:15

"Cari Aman" KPK Lempar ke Kemen PANRB dan BKN

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memilih ‘cari aman’ terkait polemik…

Kamis, 06 Mei 2021 15:55

Mengacu Edaran Gubernur, Operasional Bus Jalan Terus

Jelang Idulfitri, larangan mudik kembali diberlakukan. Terhitung sejak 6-17 Mei…

Kamis, 06 Mei 2021 15:50

Aturan Larangan Mudik Mulai Berlaku Hari Ini, Harus Tegas Tapi Tetap Humanis

JAKARTA- Masa larangan mudik pada periode Idul Fitri 1442 H…

Kamis, 06 Mei 2021 15:26

Ada 62,3 Juta Lembar Uang Rp 75 Ribu Buat ‘Salam Tempel’ Lebaran

Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) Rp 75 ribu semakin diminati oleh…

Kamis, 06 Mei 2021 15:11

Simpang Siur Larangan Mudik, Ada Pengecualian dengan Syarat

Keputusan pemerintah melarang mudik agar penyebaran Covid-19 tidak melonjak setelah…

Kamis, 06 Mei 2021 10:37

Indonesia Terancam Kembali ke Negara Penghasilan Menengah ke Bawah

JAKARTA– Tahun depan, pemerintah akan fokus pada pemulihan ekonomi dan…

Kamis, 06 Mei 2021 10:04
Kemenhub Mulai Survei, Trase Terintegrasi ke IKN

Balikpapan-Samarinda Akan Dihubungkan Kereta

BALIKPAPAN-Rencana pembangunan jalur kereta api di Kaltim kembali dikaji Kementerian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers