MANAGED BY:
SELASA
18 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 09 April 2021 12:10
Terlilit Hutang, Pegawai KPK Gadaikan Barang Bukti

Diberhentikan Dengan Tidak Hormat dan Dijerat Pidana

PROKAL.CO,

JAKARTA- Seorang pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berinisial IGAS diberhentikan dengan tidak hormat oleh Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Kamis (8/4) Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean membeber sebab-musabab pemberhentian tersebut. Dia mengungkapkan bahwa IGAS telah melanggar etik dengan mencuri barang bukti kasus tindak pidana korupsi eks pejabat Kementerian Keuangan Yaya Purnomo.

Tumpak menyebutkan, barang bukti yang dicuri oleh IGAS berupa emas dengan berat total nyaris 2 kilogram. "Ada empat (barang bukti yang dicuri), kalau ditotal semua bentuknya emas batangan 1.900 gram," terang dia. IGAS yang bertugas di Direktorat Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi) KPK mencuri barang bukti tersebut awal Januari 2020. Tindakan itu tidak dilakukan sekali. Melainkan berulang kali.

KPK mengetahui barang bukti tersebut dicuri enam bulan setelah kejadian. Yakni pada akhir Juni 2020. "Ketahuan pada saat barang bukti mau dieksekusi," kata Tumpak. Berdasar sidang etik yang dilakukan oleh Dewas KPK, IGAS tidak sekedar mencuri barang bukti. Dia turut menggandaikannya untuk kebutuhan pribadi. IGAS yang merupakan anggota satuan tugas (satgas) yang memiliki kewenangan mengelola dan menyimpan barang bukti di KPK terlilit hutang.

IGAS lantas menggunakan hasil gadai barang bukti yang dia curi untuk membayar hutang itu. "Uang yang diperoleh dari gadai sekitar Rp 900 juta," terang Tumpak. Menurut mantan pimpinan KPK itu, IGAS terlilit hutang lantaran turut serta dalam bisnis forex. Memang tidak semua barang bukti yang dicuri oleh IGAS sudah digadaikan. Sebagain disimpan yang bersangkutan. Namum demikian, barang bukti tersebut tidak dikembalikan dan berpotensi kembali disalahgunakan.

Karena itu, setelah mengetahui ada barang bukti yang dicuri dan digadaikan oleh pegawainya, KPK langsung mengambil sisa barang bukti tersebut. Mereka juga meminta IGAS menebus kemudian mengembalikan barang bukti yang digadaikan. "Pada akhirnya barang bukti itu pada Maret 2021 berhasil ditebus oleh yang bersangkutan," jelas Tumpak. Barang bukti itu ditebus dari tempat gadai setelah IGAS menjual warisan tanah yang berada di Bali.

Atas perbuatannya, dua pekan belakangan Dewas KPK menyidang IGAS. Tumpak sebagai ketua Dewas KPK memimpin langsung sidang itu. Kemarin dewas KPK sudah membacakan putusan untuk IGAS. Atas perbuatannya, dia dinyatakan telah melanggar kode etik, tidak jujur, menyalahgunakan kewenangan untuk kepentingan pribadi, dan melakukan pelanggaran nilai-nilai integritas yang mengikat seluruh pegwai KPK. "Oleh karena itu, majelis memutuskan bahwa yang bersangkutan dijatuhi hukuman berat," tegasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 18 Mei 2021 16:39
UU IKN Belum Disahkan, Status Sepaku Masih Masuk PPU----sub

Sepaku di IKN, Jumlah Kursi di DPRD PPU Terpengaruh

Jatah kursi di DPRD PPU bisa saja berkurang. Jika Kecamatan…

Selasa, 18 Mei 2021 16:38

Taliban-Afganistan Tempur Lagi

KANDAHAR – Perdamaian dua kubu di Afganistan tak bisa bertahan…

Selasa, 18 Mei 2021 16:36

Robot Tiongkok Akan Jelajahi Mars

BEIJING – Presiden Xi Jinping terus menambah warisannya di dunia…

Selasa, 18 Mei 2021 16:35

Makin Brutal, 192 Orang Tewas di Gaza

Militer Israel melancarkan serangan terbaru di Jalur Gaza, Senin (17/5)…

Selasa, 18 Mei 2021 15:39
PPKM Diperpanjang, Wisata di Zona Merah-Oranye Dilarang Beroperasi

Antisipasi Lonjakan Kasus setelah Mudik Lebaran, Siapkan 70 Ribu Ruang Isolasi dan 7.500 ICU

JAKARTA– Dalam dua pekan ke depan, kenaikan kasus Covid-19 diprediksi…

Selasa, 18 Mei 2021 15:34

Kendalikan Pendidikan dan Opini Publik, Tiongkok Perketat Penggunaan Kurikulum Asing

BEIJING– Kurikulum asing di Tiongkok tak bisa diterapkan. Terutama untuk…

Selasa, 18 Mei 2021 15:30

DPR-DPD Pertanyakan TKA Tiongkok Masuk saat Penyekatan

JAKARTA– Masuknya warga negara Tiongkok berstatus tenaga kerja asing disoroti…

Selasa, 18 Mei 2021 15:18

Thailand Gelombang Ketiga, Taiwan Kembali Waspada Kenaikan Kasus Covid-19

BANGKOK– Sejumlah negara yang dinilai berhasil mengendalikan penularan Covid-19 kembali…

Selasa, 18 Mei 2021 14:59

Penggunaan Vaksin AstraZeneca di Kaltim Ditunda

SAMARINDA - Kepala Dinas Kesehatan provinsi Kalimantan Timur dr Padilah…

Selasa, 18 Mei 2021 14:17

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Ulang Azis Syamsudin

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal kembali mengagendakan pemeriksaan Wakil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers