MANAGED BY:
JUMAT
16 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Rabu, 07 April 2021 11:20
Ramadan Nanti, Harga Cabai Segera Normal
ilustrasi

PROKAL.CO,

SAMARINDA- Harga cabai diprediksi normal pada momen Ramadan dan Idulfitri. Sebab, saat ini produksi cabai di Jawa Timur yang menjadi pemasok utama mulai normal dan Kaltim akan mendapat pasokan 30 ton setiap pengirimannya. Adapun harga cabai saat ini di pasaran masih mencapai Rp 75-85 ribu per kilogramnya. Sudah mulai turun dari sebelumnya yang menyentuh Rp 100 ribu per kg.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (Disperindagkop dan UKM) Muhammad Yadi Robyan Noor mengatakan, cabai masih menjadi salah satu komoditas yang sering mengalami kenaikan. Apalagi saat ini pemenuhan kebutuhan cabai masih harus didatangkan dari luar Kaltim, utamanya Jawa Timur.

Untuk memastikan tidak ada kenaikan lagi jelang Ramadan, pihaknya sudah melakukan kunjungan langsung ke sentra produksi cabai. “Kita pastikan Kaltim mendapat stok yang cukup untuk Ramadan dan Idulfitri,” ujarnya, Selasa (6/4).

Menurutnya, selain posisi stok cabai yang masih cukup aman di Kaltim hingga satu bulan ke depan, ketersediaan cabai di sentra pertanian cabai di Jawa Timur yang menjadi salah satu pemasok cabai ke Kaltim cukup tersedia. Pihaknya sudah cek langsung ke Malang, di sentra cabai tersebut sudah memasuki masa panen.

Sehingga, harga akan berangsur menurun. Persediaan untuk semua berbagai jenis cabai masih cukup aman. Baik cabai besar, cabai keriting maupun cabai tiung. Panen di sentra cabai tersebut bisa dilakukan 10-11 kali, dengan jarak hanya 3-5 hari jeda panen. Sekali panen setidaknya bisa mencapai 18-20 ton. Namun jika musim hujan, produksi bisa menurun 25 persen.

Untuk kebutuhan Kaltim setidaknya dari Malang mengirim 30 ton untuk sekali pengiriman. Di Jawa Timur, harga jual dari para petani mencapai Rp 40 ribu untuk saat ini. “Selisihnya dengan Kaltim cukup wajar, karena faktor distribusi dan transportasi. Masyarakat tidak perlu panik dengan membeli secara berlebihan, karena stok aman,” ungkapnya.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 16 April 2021 15:41

Dorong Literasi Pembayaran Nontunai, BI Sasar Generasi Muda

BALIKPAPAN- Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Balikpapan mendorong pemahaman…

Jumat, 16 April 2021 15:40

Harga Bapok di Bontang Berpotensi Naik, Bulog Tak Gelar Operasi Pasar

BALIKPAPAN – Rusaknya jalur poros Samarinda-Bontang berpotensi mengganggu distribusi logistik…

Jumat, 16 April 2021 15:16

Tarif Listrik Sebaiknya Tidak Naik

JAKARTA– Pemerintah mewacanakan kenaikan tarif listrik untuk pelanggan nonsubsidi. Alasannya,…

Jumat, 16 April 2021 14:41

IIMS Targetkan Transaksi Rp 4 Triliun

JAKARTA– Setelah tahun lalu absen, pameran otomotif Indonesia International Motor…

Jumat, 16 April 2021 14:39

Dorong Akselerasi Produk Pertanian

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan) Kuntoro…

Jumat, 16 April 2021 14:35

Kinerja Ekspor-Impor Membaik, Neraca Dagang Surplus 11 Bulan Beruntun

JAKARTA– Neraca dagang Indonesia pada Maret lalu kembali mencatatkan surplus.…

Kamis, 15 April 2021 15:05

BI Siapkan Rp 152 T untuk Lebaran, Sarankan UPK Rp 75 Ribu Jadi Angpao

JAKARTA– Kebutuhan uang tunai pada momen hari raya selalu meningkat.…

Kamis, 15 April 2021 14:30

Proyeksikan Layanan Data Tumbuh 8 Persen

BALIKPAPAN- Telkomsel memproyeksikan terjadi pergerakan yang cukup signifikan pada traffic…

Kamis, 15 April 2021 11:38

Fintech Diklaim Bisa Bantu UMKM Bangkit

Memiliki kinerja cukup baik, industri financial technology (fintech) peer to…

Rabu, 14 April 2021 10:22

Kaltim Terbantu Pemulihan Ekonomi Tiongkok

Ekonomi Tiongkok pada triwulan IV 2020 berhasil tumbuh 6,5 persen…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers