MANAGED BY:
MINGGU
18 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Jumat, 02 April 2021 13:29
Melonjak Signifikan, Pemuka Agama Perlu Ikut Cegah Perkawinan Anak
ilustrasi

PROKAL.CO,

JAKARTA– Angka pernikahan anak atau di bawah umur tahun ini melonjak signifikan dibandingkan 2019 lalu. Data dari Komnas Perempuan menyebutkan tahun lalu perkawinan anak tercatat 64.211 kasus. Naik hampir tiga kali lipat dibandingkan 2019 yang berjumlah 23.126 kasus.

Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag M. Fuad Nasar menuturkan semua pihak harus ikut secara aktif mencegah pernikahan di bawah umur. Sesuai dengan ketentuan yang baru, batas minimal usia menikah adalah 19 tahun. Batasan itu berlaku untuk mempelai laki-laki maupun perempuan.

Pihak-pihak yang perlu ikut aktif mengkampanyekan pencegahan pernikahan anak meliputi tokoh agama maupun para penyuluh agama. Sehingga ke depan angka pernikahan di bawah umur tidak mengalami peningkatan. ’’Peranan para ulama, pemimpin umat, pemuka adat, dan penyuluh agama sangat diperlukan,’’ katanya (1/4).

Melalui tokoh agama dan para pemuka serta penyuluh itu, Fuad berharap bisa membangun kesadaran kolektif terkait persoalan perkawinan anak atau di bawah umur. Menurut dia masalah meningkatnya angka perkawinan anak menyangkut aspek sosial, budaya, norma pergaulan, dan persepsi sosial. Akar persoalan tersebut harus ditanggulangi bersama-sama oleh elemen bangsa. Bukan hanya oleh pemerintah.

’’Dalam pandangan Islam, sangat jelas bahwa perkawinan di bawah umur itu lebih banyak membawa mudarat ketimbang manfaat,’’ jelasnya. Maka berlaku prinsip dalam Islam bahwa menghindari mudarat harus didahulukan dari pada mengejar manfaat.

Dia menambahkan perkawinan tidak sebatas bondo nekat. Tetapi juga membutuhkan kematangan fisik dan metal. Serta kesiapan material maupun spiritual. Sehingga melalui perkawinan atau pernikahan itu terbentuk keluarga dan rumah tangga yang sakinah, bahagia, dan sejahtera.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 17 April 2021 12:04

Kasus Orient Bahan Evaluasi Mendasar, Meski Menang, jika Tidak Jujur, Hasilnya Sia-Sia

JAKARTA– Kasus dibatalkannya kemenangan bupati terpilih Sabu Raijua Orient Riwu…

Sabtu, 17 April 2021 11:57

Kans Reshuffle Meluas Dinilai Terbuka

JAKARTA– Isu reshuffle di tubuh Kabinet Indonesia Maju terus menguat.…

Sabtu, 17 April 2021 11:33

Pancasila dan Bahasa Indonesia Hilang, Kemendikbud Ajukan Revisi PP Nomor 57 tahun 2021

JAKARTA-- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhirnya mengajukan revisi Peraturan…

Jumat, 16 April 2021 15:19

Dua Anggota KKB Puron Wenda Serahkan Diri

JAYAPURA-Saat Kabupaten Puncak memanas dengan aksi penembakan yang dilakukan oleh…

Jumat, 16 April 2021 15:18

Pancasila dan Bahasa Indonesia Hilang dari PP SNP

JAKARTA– Lahirnya peraturan pemerintah (PP) No. 57 Tahun 2021 tentang…

Jumat, 16 April 2021 14:59

Beberapa Titik di Beoga Dikuasai TNI-Polri

JAYAPURA-Ratusan pasukan TNI-Polri berhasil memasuki wilayah Beoga untuk memberikan perlindungan…

Jumat, 16 April 2021 10:25

Ada Kontak Tembak, 40 Warga Sudah Dievakuasi dari Beoga

JAYAPURA– Evakuasi warga pendatang keluar dari Distrik Beoga, Kabupaten Puncak,…

Rabu, 14 April 2021 09:56
Dinilai Mulai Ada Resistansi dari Pemilih

Mayoritas Calon Dinasti Politik Tumbang

JAKARTA– Dinasti politik kini bukan jaminan bahwa calon kepala daerah…

Minggu, 11 April 2021 12:20
Harus Adaftif dan Terus Tingkatkan Kemampuan

Roll Out Ceremony, Bendera Indonesia Menempel di Bodi KF-X

JAKARTA- Peringatan HUT TNI AU ke-75 diselenggarakan secara sederhana. Namun,…

Sabtu, 10 April 2021 11:11

Suntikan Rp 8,2 Triliun Bangun Perbatasan, 222 Kecamatan Jadi Superprioritas

JAKARTA– Pembangunan kawasan perbatasan bakal terus digenjot. Hingga 2024, pemerintah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers