MANAGED BY:
SABTU
15 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Jumat, 02 April 2021 12:49
BI Dorong Kredit Tumbuh 5–7 Persen, Ekonom Ramalkan Pulih Semester II
ilustrasi

PROKAL.CO,

SURABAYA– Bank Indonesia (BI) berusaha keras memulihkan perekonomian Indonesia. Dari sektor perbankan, pemulihan bisa diupayakan melalui penyaluran kredit. Bank sentral nasional itu memproyeksikan pertumbuhan kredit tahun ini pada kisaran 5–7 persen.

Deputi Senior Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, pertumbuhan kredit perbankan belum maksimal. Masih kalah jika dibandingkan dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). ’’Baru saja saya dapat laporan bahwa utilisasi kapasitas produksi perusahaan besar Jatim dalam tiga kuartal terakhir terus naik. Tapi, penggunaan kredit masih minim,’’ ungkapnya dalam Temu Stakeholders untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Surabaya (1/4).

Artinya, menurut Destry, para pengusaha Jawa Timur (Jatim) masih menggunakan dana internal atau sumber lain untuk membiayai operasional mereka. Pengusaha masih ragu berekspansi atau menambah kinerja karena masih dalam kondisi pandemi. Padahal, pembiayaan adalah kunci untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

Jika perusahaan lebih agresif meningkatkan produksi atau bahkan merambah lokasi baru, lapangan pekerjaan yang sempat hilang saat pandemi bakal kembali. Seiring dengan itu, daya beli masyarakat akan meningkat. Namun, jika tidak ada yang bertindak, Indonesia bisa terjebak dalam lingkaran setan. Yakni, penahanan konsumsi oleh masyarakat karena korporasi menahan investasi sehingga lapangan kerja tak kunjung bertambah. ’’Saya perhatikan kelas menengah masih menahan diri. Mereka hanya spending untuk kebutuhan dasar,’’ ujar Destry.

Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pemerintah mempertimbangkan segala aspek sebelum mengambil langkah penanganan pandemi. Mulai aspek kesehatan dengan vaksinasi sampai ke dunia usaha.

’’Kami memberikan bantuan untuk menjaga daya beli. Lalu, berbagai insentif dan stimulus dilakukan agar industri di Indonesia bisa bangkit lebih cepat. Termasuk meningkatkan dana belanja di APBN,’’ jelasnya.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 15 Mei 2021 12:55

Bank Dunia-RI Fokus Pemulihan Ekonomi

JAKARTA– Bank Dunia menyetujui kerangka kerja kemitraan atau country partnership…

Selasa, 11 Mei 2021 17:36

Aktivitas Usaha Belum Pulih Seutuhnya, Risiko Kredit Macet Pertambangan Tinggi

Masih terbatasnya pemulihan aktivitas usaha akibat pandemi Covid-19 membuat risiko…

Selasa, 11 Mei 2021 17:34

Larangan Mudik Kerek Konsumsi Listrik

BALIKPAPAN – Konsumsi listrik rumah tangga di Bumi Etam diprediksi…

Selasa, 11 Mei 2021 10:20

Hindari Platform Pinjaman Online Ilegal

SAMARINDA- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat mewaspadai penawaran utang…

Selasa, 11 Mei 2021 10:18

Konsumsi Melonjak, Pertamina Tingkatkan Stok BBM dan LPG

BAIKPAPAN- Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan memastikan konsumsi…

Selasa, 11 Mei 2021 10:17

Kunjungan Mal di Kaltim Naik 40 Persen

BALIKPAPAN- Pusat perbelanjaan semakin ramai dikunjungi masyarakat jelang Lebaran. Asosiasi…

Jumat, 07 Mei 2021 17:21

Tidak Latah Turunkan Bunga Kredit

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 19-20 April…

Jumat, 07 Mei 2021 17:11

Jumlah Pengangguran Kaltim Menurun

SAMARINDA - Jumlah pengangguran di Kaltim terus mengalami penurunan. Hal…

Kamis, 06 Mei 2021 16:26

PHI Catatkan Kinerja Positif, Produksi Gas dan Minyak Lampaui Target

BALIKPAPAN- PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) berhasil mencatat kinerja positif…

Kamis, 06 Mei 2021 16:25

Kepatuhan Wajib Pajak di Kaltim Ditarget 76 Persen

BALIKPAPAN - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Timur dan Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers