MANAGED BY:
JUMAT
06 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 02 April 2021 21:01
Anggaran Rp 171,5 Miliar Mengambang, Gara-Gara Aturan, Tiga Tahun Mangrove Tak Bisa Direhabilitasi
ilustrasi mangrove

PROKAL.CO,

SAMARINDA-Upaya rehabilitasi mangrove terganjal aturan. Padahal, Kaltim masuk tiga provinsi di Indonesia yang diproyeksikan melakukan rehabilitasi mangrove dengan dana bagi hasil dana reboisasi (DBH DR). Berdasarkan Perpres 113/2020, Kaltim mendapat DBH DR 2021 sebesar Rp 171,5 miliar.

Tetapi sayang, dana tersebut belum bisa dipakai karena aturan yang belum sinkron. Padahal, 27,2 ribu hektare mangrove di Kaltim sudah di ambang kritis. Asisten II Pemprov Kaltim Abu Helmi mengatakan, ada beberapa hambatan, sehingga rehabilitasi mangrove dari DBH DR kurang terealisasi. "Sudah 3 tahun hambatannya. Jadi, perlu diskusi buat solusi, biar bisa kami bisa mulai tahun ini," jelas Abu dalam rapat dengan lintas kementerian, Kamis (1/4). Dalam rapat itu, Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Lahan Dinas Kehutanan Kaltim Joko Istanto mengatakan, peraturan menteri kehutanan (PMK) dan Peraturan Kementerian Dalam Negeri (Permendagri) belum sinkron.

Joko menjelaskan, pemerintah daerah harus menyesuaikan program dengan sistem informasi pemerintah daerah (SIPD). Namun, dalam SIPD tidak terdapat rehabilitasi mangrove.

"Di SIPD tidak ada rehabilitasi mangrove. Kalau ambil KSDAE (Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem) beda roh dengan rehabilitasi mangrove. Kami sudah diskusi hal ini. Dana cukup besar, tapi enggak bisa realisasi," beber Joko. Sebab, jika mereka memaksakan untuk melakukan kegiatan rehabilitasi dengan peraturan yang ada, bisa berisiko masalah di kemudian hari.

"Mohon maaf kami pemprov (Kaltim) ditekan DBH DR. Namun, enggak semua program ada di SIPD. Kami harap ada penambahan ini ke SIPD. Info terakhir ada pemutakhiran soal nomenklatur. Kami sudah alokasi dana untuk mangrove. Cuma belum ada kepastian hukum. Kami tunggu SE (surat edaran) untuk bisa buat anggaran," ungkapnya. Padahal, lanjut Joko, jika kegiatan bisa dilakukan, ada banyak wilayah mangrove di Kaltim yang memerlukan rehabilitasi. Baik di Penajam Paser Utara maupun Kutai Kartanegara. Salah satu titik mangrove besar di Kutai Kartanegara adalah kawasan Delta Mahakam.

Rehabilitasi mangrove di Delta Mahakam ini akan berdampingan dengan upaya silvofishery atau tambak ramah lingkungan yang sedang diberdayakan di kawasan tersebut. Kepala KPHP Delta Mahakam Susilo mengatakan, saat ini sebagian wilayah Delta Mahakam sudah mendapat perhutanan sosial. "Kami bersama-sama dengan masyarakat setempat ada rencana untuk buat wisata di Delta Mahakam. Tetapi, kita fokus ke rehabilitasi dahulu," jelasnya. Sebelumnya pada akhir tahun lalu, Mulyono Sarjono, program manager Planete Urgence, salah satu organisasi non-pemerintah yang fokus pada isu mangrove mengatakan, Delta Mahakam merupakan ekosistem khusus. Artinya, kawasan ini adalah pertemuan antara darat dan laut, serta menjadi muara sungai besar yaitu Mahakam.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 05 Agustus 2021 12:19
Satgas Penanganan Covid-19 Pusat Kunjungi Balikpapan

Jangan Tunggu Kritis Baru Dirujuk ke Rumah Sakit

BALIKPAPAN-Kekurangan oksigen medis untuk pasien Covid-19 di Kaltim segera terpenuhi.…

Kamis, 05 Agustus 2021 11:57
Angka Kematian Diprediksi Turun Medio Agustus

Pasien Covid-19 Membeludak, Nakes Terpaksa Kerja 16 Jam Sehari

Pandemi Covid-19 di Indonesia telah merenggut lebih dari 100 ribu…

Kamis, 05 Agustus 2021 09:46

Seluruh Penduduk Wuhan Dites Covid-19, Takut Lockdown Lagi Penduduk Borong Belanjaan

BEIJING – Wuhan, Hubei, Tiongkok, tak mau mengulang sejarah. Dikuntara…

Kamis, 05 Agustus 2021 09:35
Sebulan Keluarkan 40 Lembar Surat PCR Palsu

Kasus Surat PCR Palsu, Manajer dan Karyawan Klinik Kesehatan Ditetapkan Tersangka

Dari biaya Rp 900 ribu per surat, sebesar Rp 250…

Kamis, 05 Agustus 2021 09:34

Berharap MK Kabulkan Judicial Review UU Minerba

SAMARINDA-Jalan menggugat Undang-Undang Mineral Batu Bara (Minerba) 2020, tinggal pada…

Rabu, 04 Agustus 2021 10:03
Mereka Meniti Mimpi, Mereka Menuai Apresiasi

Apriyani Waktu Kecil Hanya Dianggap Banyak Makan, Pakai Raket Kayu yang Senarnya Disambung

Raihan emas Greysia Polii dan Apriyani Rahayu adalah buah perjuangan…

Rabu, 04 Agustus 2021 09:57

Wali Kota Minta Polisi Ungkap Pembuat Surat Antigen Palsu

BONTANG–Kasus penggunaan rapid antigen palsu di Pelabuhan Loktuan, Bontang, yang…

Rabu, 04 Agustus 2021 09:55

Data Bencana Jadi Rujukan Kebijakan Daerah

DATA dan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)…

Rabu, 04 Agustus 2021 09:51
Memuat Kendaraan di Pelabuhan Ditengarai Ada Kesalahan Prosedur

Dugaan Pengondisian di Feri Jadi Temuan Kejari

BALIKPAPAN–Kasus pengondisian muatan di Pelabuhan Feri Kariangau terus bergulir di…

Selasa, 03 Agustus 2021 19:55

Sempat Ajari Pemulasaran Jenazah Covid-19, Dokter Forensik RSUD AWS Meninggal

SAMARINDA - Kabar duka menyelemuti tenaga dokter RSUD Abdul Wahab…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers