MANAGED BY:
KAMIS
15 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Jumat, 02 April 2021 12:39
Bom Jelang Ramadan

Bom meledak menewaskan pasangan suami-istri (pasutri) pembawa bom sendiri. Dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa 28 Maret 2021 tersebut selain pasutri pelaku bom bunuh diri. Ada beberapa korban luka di sekitar kejadian.

Kedamaian yang semakin dirasa menjelang Ramadan, tiba-tiba diusik oleh perilaku tak bertanggung jawab mengatasnamakan agama. Pemahaman agama yang keliru terlihat jelas dalam surat wasiat yang ditinggalkan pelaku laki-laki kepada ibu dan adiknya.

Pada surat tersebut tergambar jelas pelaku sudah benar-benar siap melakukan tindakan yang diyakininya sebagai tindakan mati syahid. Sebuah kematian yang mulia di hadapan Allah karena telah melakukan perbuatan jihad.

Isi surat wasiat yang ditemukan tersebut menjadi petunjuk ada pemaknaan yang sangat melenceng tentang jihad. Tindakan membunuh orang lain yang mereka kategorikan kafir merupakan tindakan sangat mulia yang akan mendapatkan pahala besar. Dan mereka juga menyadari bahwa jihad yang mereka lakukan penuh risiko kematian dan siap mengambil risiko tersebut, karena yakin bahwa kematian mereka adalah kematian yang berbuah surga karena dihitung sebagai mati syahid.

Sebenarnya tidak terlalu sulit mendeteksi pemahaman agama yang menyimpang. Misalnya melihat Islam sebagai nama agama. Islam artinya damai dan selamat. Dalam nalar yang sederhana saja bisa disimpulkan, tidak masuk akal agama akan mengajarkan sesuatu yang bertolak belakang dengan kedamaian seperti upaya membuat rasa takut kepada orang lain. Apalagi pembenaran membunuh orang lain.

Jangankan membunuh banyak orang. Dalam ajaran Islam membunuh satu orang saja dianggap seolah-olah telah membunuh manusia seluruhnya. Membunuh dan berbuat kerusakan merupakan perbuatan keji yang sangat dimusuhi agama. Lalu tafsir apa yang digunakan sebagai pembenaran membunuh orang lain? Apakah ini murni dari pemahaman agama atau justru menjadi alat tunggangan untuk kepentingan politik kelompok tertentu?

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Senin, 12 April 2021 12:02

Potensi Perempuan Membangun Daerah 

Belum lama ini muncul berita tentang kemacetan di Terusan Suez,…

Sabtu, 10 April 2021 09:59

Suara Suami dari Tuhan?

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Selasa, 06 April 2021 10:19

Mind Map untuk Presentasi Daring

Oleh: Tika Andriyani (Guru IPA di SMP Negeri 6 Loa…

Jumat, 02 April 2021 12:39

Bom Jelang Ramadan

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri     INDONESIA…

Sabtu, 27 Maret 2021 10:49

Suntik Hati

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Sabtu, 20 Maret 2021 09:38

Marhaban Ya Ramadan (Dini)

Bambang Iswanto Dosen IAIN Samarinda   Mungkin ada yang bertanya,…

Selasa, 16 Maret 2021 09:56

Pesona Warisan Geologi Karst Sangkulirang-Mangkalihat

CATATAN Faried Rahmany Penyelidik Bumi di Dinas ESDM Kaltim  …

Sabtu, 13 Maret 2021 10:38

Perempuan dan Isra Mikraj

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Jumat, 05 Maret 2021 12:02

Legalisasi Minuman Keras

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Senin, 01 Maret 2021 10:57

Merealisasikan Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka

Oleh: Aldi Pebrian Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kaltim  …
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers