MANAGED BY:
MINGGU
18 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Jumat, 02 April 2021 10:40
Maksimalkan Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan

PROKAL.CO,

PEMERINTAH diminta menggenjot penerimaan pajak asli daerah (PAD) dari sektor pajak bumi dan bangunan. Sebab, wilayah Kaltim yang luas dinilai memberikan potensi penerimaan pajak dan retribusi lebih besar dibandingkan Jawa. Meski di Kalimantan masih banyak wilayah perkebunan.

“Untuk PBB P2 (pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan) sangat potensial. Tinggal di mapping ulang melalui pendataan baru penyesuaian NJOP (nilai jual objek pajak)," terang Analis Ahli Kebijakan Pendapatan Daerah Andri Hikmat, Rabu (31/3).

Data yang ia kantongi, baru 4,3 persen sumbangan PBB ke PAD, yang mana ukurannya sangat kecil se-Kalimantan. Padahal, seharusnya PBB minimal 25 persen sumbangannya. "Karena PBB menyangkut properti. Kalau kita melakukan proses penyesuaian NJOP, akan menjaga kestabilan harga properti," lanjutnya.

Jika penyesuaian NJOP ini dilakukan, masyarakat lokal akan diuntungkan. Dari kacamata positive thinking, efek domino positif akan banyak. “Melihat kacamata pembayaran pajak, kok naik lagi dan lagi. Padahal kalau positive thinking, dengan penyesuaian NJOP, efeknya banyak. Termasuk penerimaan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) akan melonjak,” bebernya.

Ditambahkan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Muhammad Adrian, PBB akan naik dengan adanya pemindahan ibu kota negara (IKN). "Harga tanah di lokasi dekat IKN pasti naik. Begitu diputuskan IKN, investor pasti akan membuka kantor, tempat ekonomi lain, pasar, mal itu pasti. Begitu ini naik, kalau pemerintah tidak menangkap peluang ini akan stagnan," terangnya.

Menurutnya, jika peluang ini ditangkap dengan baik, iklim investasi akan membaik di Kaltim. "Lambat laun juga akan berimplikasi pada pendapatan daerah. Untuk saat ini, data PBB P2 Balikpapan paling tinggi. Karakter kota cenderung besar, karena tanah di kota cenderung lebih mahal. NJOP tentunya akan tinggi," pungkasnya. (aji/ndu/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 17 April 2021 12:07

Ramadan, Pasokan LPG 3 Kg Ditambah 4,6 Persen

BALIKPAPAN- PT Pertamina (persero) memastikan pasokan LPG 3 kilogram atau…

Sabtu, 17 April 2021 12:07

Food & Beverage Jadi Penopang Bisnis Perhotelan

Tingkat hunian kamar hotel berbintang diprediksi turun sekitar 10-15 persen…

Sabtu, 17 April 2021 11:21

Penetrasi Kendaraan Listrik lewat Pameran

JAKARTA– Produsen otomotif memanfaatkan Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid…

Sabtu, 17 April 2021 11:11

Properti Nasional Mulai Menggeliat, Penjualan Rumah Siap Huni Naik 323,5 Persen

JAKARTA– Relaksasi pajak pertambahan nilai (PPN) untuk sektor properti mulai…

Sabtu, 17 April 2021 11:09

Kinerja Ekspor Pacu Perdagangan

JAKARTA– Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengapresiasi neraca dagang Maret 2021…

Sabtu, 17 April 2021 11:07
Peneliti Bilang Harus Waspada Jebakan Utang

Utang Luar Negeri Indonesia Kian Bengkak, Tembus Rp 6.146,7 triliun

JAKARTA– Utang luar negeri (ULN) Indonesia kian membengkak. Jumat (16/4)…

Jumat, 16 April 2021 15:41

Dorong Literasi Pembayaran Nontunai, BI Sasar Generasi Muda

BALIKPAPAN- Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Balikpapan mendorong pemahaman…

Jumat, 16 April 2021 15:40

Harga Bapok di Bontang Berpotensi Naik, Bulog Tak Gelar Operasi Pasar

BALIKPAPAN – Rusaknya jalur poros Samarinda-Bontang berpotensi mengganggu distribusi logistik…

Jumat, 16 April 2021 15:16

Tarif Listrik Sebaiknya Tidak Naik

JAKARTA– Pemerintah mewacanakan kenaikan tarif listrik untuk pelanggan nonsubsidi. Alasannya,…

Jumat, 16 April 2021 14:41

IIMS Targetkan Transaksi Rp 4 Triliun

JAKARTA– Setelah tahun lalu absen, pameran otomotif Indonesia International Motor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers