MANAGED BY:
MINGGU
09 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 02 April 2021 10:17
Kuliah Tamu Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Fakultas Hukum Unmul, Ternyata Koruptor Itu Rata-Rata Sarjana
Wakil Ketua KPK RI Dr Nurul Ghufron

PROKAL.CO,

Titip absensi, plagiasi, hingga pengajuan proprosal kegiatan mahasiswa yang menggelembungkan kebutuhan dana adalah bibit awal korupsi.

 

“TERNYATA, koruptor itu 86 persen ke atas alumni perguruan tinggi. Mestinya, semakin tinggi ilmu seseorang, karakternya semakin beradab, semakin berintegritas.” Kalimat itu diungkapkan Wakil Ketua KPK RI Dr Nurul Ghufron dalam kuliah umum pendidikan antikorupsi di Fakultas Hukum, Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda yang digelar secara daring, Rabu (31/3).

“Ternyata koruptor itu rata-rata sarjana,” lanjut Ghufron menyampaikan data. Temuan KPK itu menjadi tamparan bagi perguruan tinggi. Termasuk Unmul yang harus bertanggung jawab. Rupanya, sambung dia, sumbangsih perguruan tinggi terhadap negara tidak semuanya bagus. Menurutnya, Unmul harus memusuhi segala praktik korup karena 86 persen koruptor yang ditangkap KPK adalah alumni perguruan tinggi.

Di lingkungan kampus, lanjut pria yang pernah pernah menjabat dekan Fakultas Hukum Universitas Jember, Jawa Timur itu, perilaku tidak jujur yang memicu timbulnya karakter korup seperti mahasiswa mencontek saat ujian. Contoh lain, memberikan hadiah kepada dosen agar mendapat nilai tinggi. Termasuk menitip absen. “Dia tidak hadir, tapi di absen ada. Ini mahasiswa hantu. Ini perilaku yang tidak jujur. Kalau dari masa pendidikan saja tidak jujur, alumninya tidak bisa diharapkan,” ungkapnya.

Adapun korelasi perilaku menitip absen dengan korupsi, yakni kepalsuan. Contohnya, saat menggarap proyek senilai Rp 1 miliar, banyak kuitansi yang di-mark-up, sehingga dana pembangunan membengkak. Ghufron melanjutkan, pencegahan dan pemberantasan korupsi seperti dua sisi mata uang. Keduanya mesti tersinergis berjalan beriringan agar sampar rasuah bisa teratasi hingga akar. Pada 2020, poin Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia sebesar 37 dan berada di urutan 102 dari 180 negara. Semakin rendah skor yang didapat, menandakan semakin rentan korupsi terjadi. Melorotnya posisi ini dinilai Ghufron tak sekadar pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Dari sembilan sumber data pengukur IPK, tiga klaster yang terbilang cukup berdampak dan justru menjadi kultur bagi masyarakat negeri ini.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 08 Mei 2021 12:30

Waspada Tren Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca-Libur

TAK berbeda jauh dengan tahun lalu, masyarakat Kaltim pada Lebaran kali…

Sabtu, 08 Mei 2021 12:28
Penyekatan Dikeluhkan, DPRD Minta Petugas Konsisten

Soal Penyekatan, Siang Dijaga, Sore hingga Malam Bebas

Berkaca pada data kasus Covid-19 tahun lalu, penyebaran virus corona…

Sabtu, 08 Mei 2021 12:27

Hilal di Bawah Ufuk, Lebaran 13 Mei

SIDANG Isbat penetapan 1 Syawal atau Lebaran akan dilaksanakan Kementerian…

Sabtu, 08 Mei 2021 12:26

PTM Ditunda, Inovasi Pemprov Apa?

BALIKPAPAN-Gubernur Kaltim masih belum memberi lampu hijau pelaksanaan kegiatan pembelajaran…

Sabtu, 08 Mei 2021 12:25

14 Posko Didirikan, Polres Samarinda Pantau secara Digital dan Manual

SAMARINDA–Sebanyak 14 posko didirikan Polresta Samarinda jelang Idulfitri 2021. Pos…

Sabtu, 08 Mei 2021 12:22

Panen Buah Pakai Robot

Penggunaan artificial intelligence dalam aktivitas sehari-hari kian masif. Bahkan untuk…

Sabtu, 08 Mei 2021 11:39

Polemik Wawasan Kebangsaan, Pegawai KPK Ditanya Bersedia Lepas Jilbab atau Tidak

JAKARTA- Desakan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terbuka perihal proses…

Jumat, 07 Mei 2021 17:50
Rektor Uniba Isradi Zainal dalam Talk Show IKN Garapan Kaltim Post

Keluar dari Pendidikan Kaku, Kolaborasi Perguruan Tinggi dengan Industri

Jelang pemindahan ibu kota negara (IKN), dunia pendidikan harus bersiap.…

Jumat, 07 Mei 2021 17:43

Minta DK PBB Embargo Senjata Myanmar

YANGON-  Sekitar 200 organisasi non pemerintah meminta Dewan Keamanan (DK)…

Jumat, 07 Mei 2021 17:39

ALAMAK NAIK LAGI KAH..?? Pemerintah Beri Sinyak Kenaikan Tarif PPN

JAKARTA– Pemerintah memberikan sinyal kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN). Saat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers