MANAGED BY:
KAMIS
15 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

OLAHRAGA

Kamis, 01 April 2021 10:15
Rossi Salahkan Ban Belakang
Valentino Rossi

PROKAL.CO,

Hasil GP pembuka (28/3) di Sirkuit Losail, Qatar, bak antiklimaks. Itu dipicu hasil yang diraih pembalap Yamaha Petronas Valentino Rossi dan Francesco Bagnaia dari Ducati. Keduanya sempat menorehkan hasil impresif di kualifikasi. The Doctor ?julukan Rossi? mendapat posisi keempat di kualifikasi, tetapi tercecer di posisi ke-12 ketika race. Sedangkan Bagnaia yang mendapat pole position malah finis di tempat ketiga.

Rossi mengungkapkan, ban belakang jadi penyebab utama dirinya tidak bisa naik podium. Padahal, jika berhasil naik podium, itu menjadi yang ke-200 bagi pembalap 42 tahun tersebut dalam kariernya. Pemberian tekanan yang berlebihan pada ban belakang jenis lunak yang dipakainya jadi penyebab utama Rossi melambat. Dia memiliki selisih 10,7 detik dari Maverick Vinales yang menjadi juara.

Sehari sebelum race, Rossi sempat mencoba ban jenis keras. Tetapi, hasilnya kurang memuaskan. Dia tidak mendapat kecepatan yang diinginkan. Hal itu yang membuatnya beralih ke ban jenis lunak untuk race. Ternyata, suhu di lintasan yang sekitar 17 derajat Celsius belum cukup untuk menjaga daya cengkeram ban. Hal itu membuat ban belakang miliknya cepat aus.

’’Pengaturan yang dilakukan mereka (Monster Yamaha, Red) sukses membuat Vinales membalap dengan fantastis. Tentu saja kami harus menemukan solusi agar hal itu tidak terulang pada race kedua (juga di Losail, 4/4, Red),’’ papar Rossi kepada ESPN.

Bagnaia setali tiga uang. Tetapi, pembenahan yang harus dilakukan Ducati tidak terlalu banyak. Sebab, dua pembalap mereka masuk podium. Selain Bagnaia di posisi ketiga, ada Johann Zarco dari Ducati Pramac yang menempati posisi runner-up.

Hanya, khusus untuk Pecco, sapaan Bagnaia, dia punya PR untuk menjaga konsistensi hingga akhir laga. Pembalap 24 tahun itu mengakui dirinya terlalu memforsir tenaga pada beberapa putaran awal. Buktinya, dia selalu memimpin pada 14 putaran. Ternyata, handicap Bagnaia mirip dengan Rossi. Inisiatifnya untuk memforsir tenaga pada 14 putaran awal dibayar mahal dengan performa yang menurun dalam delapan putaran terakhir. Faktor angin yang makin kencang jelang akhir balapan juga memegang peranan.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 15 April 2021 10:05
Slavia Praha vs Arsenal

Misi Menyelamatkan Kursi Arteta

PRAHA– Arsenal tidak pernah absen berlaga di kompetisi antarklub Eropa…

Kamis, 15 April 2021 10:03
Manchester United vs Granada

Panggung untuk Rekrutan Rp 1,2 T

JIKA Arsenal membutuhkan kemenangan untuk lolos ke semifinal Liga Europa…

Kamis, 15 April 2021 10:00

Tirulah Liverpool, Jangan Los Che

PARIS– Delapan dari sembilan musim terakhir, tim yang mampu mengalahkan…

Kamis, 15 April 2021 09:59

Daniil Medvedev Absen di Monte Carlo Masters

Ambisi Daniil Medvedev tampil di ajang Monte Carlo Masters batal.…

Rabu, 14 April 2021 13:32

Menanti Kembalinya Dovi

MotoGP tahun ini bukan sekadar jadi ajang comeback jagoan Repsol…

Rabu, 14 April 2021 11:23

Tak Kesulitan meski Ramadan

Sepekan setelah mengakhiri kiprah lebih awal di Piala Menpora 2021,…

Rabu, 14 April 2021 10:09

Pengalaman Keylor Navas, Tak Kenal Remontada

SEPAK terjang Paris Saint-Germain (PSG) di Liga Champions berkembang lebih…

Rabu, 14 April 2021 10:07

Gelar Pertama Veronika Kudermetova

CHARLESTON– Veronika Kudermetova meraih hasil sempurna di ajang Charleston Open…

Rabu, 14 April 2021 09:53

Quartararo Butuh Bukti di Portimao

Monster Energy Yamaha menguasai podium pada dua balapan perdana musim…

Selasa, 13 April 2021 14:55

Diego Pergi, Saatnya Berburu Kapten Baru

Kepergian Diego Michiels akan menjadi kehilangan bagi Borneo FC Samarinda.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers