MANAGED BY:
SELASA
03 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 22 Maret 2021 11:28
Dinasti Politik Tumbuh Subur Didukung Aturan
Herdiansyah Hamzah

PROKAL.CO,

DINASTI politik memang tak serta-merta menyajikan perilaku korupsi. Kendati begitu, keberadaan trah politik bisa menjadi bibit sekaligus kompos perilaku korupsi tumbuh subur dan mengakar kian dalam. Dari kacamata Herdiansyah Hamzah, premis itu justru dipertegas Rita Widyasari di Kukar dan Ismunandar di Kutai Timur (Kutim). Dari kasus dua kepala daerah itu, terlihat bagaimana keluarga dalam kepemimpinan daerah berhasil menyajikan ketimpangan yang cukup tajam karena cenderung rakus dalam melanggengkan kekuasaan turun temurun demi mengumpulkan kekayaan.

“Akhirnya tak terkontrol. Membangun reputasi beraroma surga sekalipun tak bisa menyembunyikan watak aslinya, korup,” ungkapnya. Di Kukar, publik mengetahui keberlangsungan posisi bupati yang berlanjut dalam satu garis kekeluargaan dari Syaukani HR ke Rita Widyasari, anaknya. Sementara di Kutim, Ismunandar mengisi kursi bupati dan istrinya, Encek Unguria Rinda Firgasih menjabat ketua DPRD. Keleluasaan mengendalikan anggaran pun kian masif lantaran lembaga pengawas ditempati keluarga. Dari kasus operasi tangkap tangan (OTT) KPK awal Juli 2020 itu, Ismunandar dinilai menerima suap dari tiga rekanan lewat tiga kepala dinas.

Yaitu Musyaffa (kepala Badan Pendapatan Daerah/Bapenda Kutim), Suriansyah alias Anto (kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah/BPKAD Kutim), dan Aswandini Eka Tirta (kepala Dinas Pekerjaan Umum Kutim). Suap itu untuk membiayai operasional Ismunandar sebagai bupati Kutim 2016–2020 dengan total Rp 13,9 miliar. Serta menerima gratifikasi selama menjabat bupati mencapai Rp 13,5 miliar. Dari kasus itu, Ismunandar divonis selama tujuh tahun pidana penjara. Sementara istrinya, Encek divonis selama 6 tahun karena terlibat dalam kasus itu dan menerima gratifikasi Rp 629,7 juta.

Ada lima poin, lanjut pria yang karib disapa Castro itu, yang membuat dinasti politik berkembang cukup signifikan di Kaltim. Pertama, kelembagaan partai politik (parpol) yang tak demokratis dan cenderung dimonopoli kelompok tertentu. Kedua, parpol yang ada minim dalam membangun kapasitas kemandirian keuangan organisasi. “Mayoritas ruang kendali politik justru diberikan ke kelompok yang memiliki sumber daya finansial yang matang seperti oligarki. Bukan pada kelompok yang berwawasan politik sehat. Semakin kaya semakin mudah menyetir arah politik,” katanya.

Poin ketiga, regulasi politik di Indonesia memberi ruang oligarki hingga dinasti politik berkonsolidasi. Beratnya syarat pencalonan dalam pilkada, misalnya, membuat pintu demokrasi hanya bisa diakses kelompok tertentu. Lalu, rendahnya kesadaran politik massa dan cenderung massa mengambang atau floating mass. Hal ini berakibat menurunnya kontrol sosial atas dominasi dinasti politik atau oligarki yang tengah tumbuh subur. “Terakhir, masih kuatnya budaya feodal di masyarakat Kaltim. Semisal, menjunjung tinggi salah satu figur, sehingga tertutupnya ruang kritik,” sebutnya.

Kehadiran KPK menumpas korupsi di Kaltim memang tak hanya menyasar kepala daerah. Ada dua kasus yang tak beririsan dengan kendali pemerintahan. Yakni kasus suap hakim Kayat di Pengadilan Negeri Balikpapan oleh Sudarman dan Jonson Siburian pada 2018.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 02 Agustus 2021 12:29
Masa Perpanjangan PPKM Level 4 Berakhir Hari Ini

Setiap Hari Ada 1.000 di Indonesia yang Meninggal Akibat Covid-19

JAKARTA– Masa perpanjangan PPKM untuk kali kedua akan berakhir hari…

Senin, 02 Agustus 2021 11:20

Ahli AS Catat 8 Bukti Lab Wuhan Bocor jadi Penyebab Pandemi Covid-19

 Dunia masih bertanya-tanya soal asal usul Covid-19 yang awal mula…

Senin, 02 Agustus 2021 10:20

YESSS..!! Sekarang Bisa Nikmati Siaran TV Digital di Samarinda

SAMARIND-  Tak berlebihan memang slogan yang selalu kita dengar pada…

Senin, 02 Agustus 2021 10:11

Di Tengah Sulitnya Warga Mendapatkan Vaksinasi Covid-19, Kaltim Tak Masalah Beli Vaksin

Vaksinasi Covid-19 seakan diwajibkan. Itu tercatat kini sebagai syarat bepergian.…

Senin, 02 Agustus 2021 10:07

Gubernur Kaltim Surati Pusat Minta Tambahan Vaksin

RETNO Ning Aty (27), menjadi salah satu tenaga kesehatan yang…

Minggu, 01 Agustus 2021 14:09

Bantuan ke Pasien Covid-19 yang Meninggal, Ahli Waris Disantuni Rp 10 Juta

SAMARINDA-Bantuan keuangan sebesar Rp 10 juta akan disalurkan Pemprov Kaltim…

Minggu, 01 Agustus 2021 13:40

Kutai Kartanegara Paling Banyak Lubang Tambang

Pernyataan Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Mega Prima Persada Saipul…

Minggu, 01 Agustus 2021 12:22

Jika Sertifikat Vaksin Jadi Syarat Masuk Mal, Malah Semakin Menggerus Pengunjung

Capaian vaksinasi kepada masyarakat saja masih rendah. Tapi malah diwacanakan…

Sabtu, 31 Juli 2021 12:00

Penumpang Tak Sabar, Vaksinasi di Bandara Menumpuk

JUMLAH dosis yang terbatas ditambah calon penumpang tidak tertib, membuat…

Sabtu, 31 Juli 2021 11:27
Ketegaran Empat Bersaudara, Orangtua Wafat Terpapar Covid-19 (2-Habis)

Sempat Bersurat, Curiga Sendal yang Pulang

Tak mudah bagi keluarga untuk memberi tahu kabar duka meninggalnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers