MANAGED BY:
SABTU
15 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Sabtu, 20 Maret 2021 09:38
Marhaban Ya Ramadan (Dini)

Bagi mereka, rangkaian bulan dari Rajab, Syakban, hingga Ramadan merupakan satu kesatuan kronologis yang saling berhubungan, sebuah proses yang terus berjalan seperti undakan tangga yang harus dititi dari bawah. Abu Bakar Al-Balkhi menggambarkan bahwa Rajab adalah bulan menanam, Syakban bulan menyiram, dan Ramadan merupakan bulan memanen.

Ada proses yang tidak tiba-tiba datang, apalagi kagetan seperti yang dialami oleh banyak orang. Yang masuk kategori kaget Ramadan adalah orang yang merasa Ramadan sudah hadir lagi tanpa disadari. Biasanya diwakili oleh ungkapan, “Lho kok sudah Ramadan lagi, padahal rasanya baru kemarin” atau ungkapan yang terkesan tidak siap dengan kedatangannya, “waduh sudah bulan puasa lagi”, dan ungkapan sejenis lainnya.

Berbanding terbalik 360 derajat dengan para ulama dan salaf di atas. Mereka merasakan betapa lamanya Ramadan akan datang lagi, bahkan harap-harap cemas bisa bertemu Ramadan kembali. Bukan hanya harap-harap cemas, mereka menangis memohon bisa berjumpa Ramadan. Bukan malah tidak sadar kehadiran Ramadan serta tidak menyadari betapa istimewanya bulan Ramadan hingga dirindukan sedemikian rupa oleh ulama dan salaf terdahulu.

Ulama dan salafus salih adalah orang-orang yang mencintai Ramadan. Lazimnya orang yang cinta dengan sesuatu, perjumpaan dengan sesuatu yang dicintai selalu dirindukan. Sementara orang yang tidak merindukan kedatangan sesuatu, pertanda tidak cinta.

PRA, RAMADAN, DAN PASCA

Dalam agama Islam, sebuah ibadah biasanya tidak berdiri sendiri. Ada pendahuluannya, bagian inti, dan pasca-ibadah. Pada salat misalnya, sebelum salat ada pendahuluan yang kadang menjadi bagian wajib dan tidak terpisahkan karena menjadi syarat sahnya seperti wudu. Atau ada pendahuluan lain yang bersifat pelengkap dan statusnya sunah atau direkomendasikan seperti didahului azan atau ikamah, dan lain-lain. Sesudah salat tidak langsung bubar, tetapi diiringi dengan zikir ataupun doa.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 11 Mei 2021 11:00

Birokrasi Borneopolitan di Ibu Kota Negara Baru

Oleh: Bonataon MT Vincent Simandjorang*   Pada periode kepemimpinan terakhirnya,…

Jumat, 07 Mei 2021 20:49

Selamat Tinggal Ramadan, Tetap di Rumah Saja

Oleh: dr Siti Nuriyatus Zahrah Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Wilayah…

Jumat, 07 Mei 2021 17:44

Ujung Ramadan

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Selasa, 04 Mei 2021 14:07

Pentingnya Mengkonsumsi Produk Halal

Maisyarah Rahmi HS, Lc., M.A., Ph.DDirektur Pusat Kajian Halal, Fakultas…

Selasa, 04 Mei 2021 12:55

Mal sebagai Pariwisata atau Gaya Hidup

Oleh; Muhammad Al Fayed*   Melihat Samarinda pada kacamata ekonomi…

Jumat, 30 April 2021 11:00

Pentingnya Digital Parenting untuk Anak

Oleh: Johantan Alfando Wikandana SuciptaStaff Dosen Prodi Ilmu Komunikasi FISIP…

Kamis, 29 April 2021 13:34

Menjadi Pebisnis Profesional Dalam Islam

Norvadewi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Samarinda  …

Kamis, 29 April 2021 13:32

Apa itu Pasar Modal Syariah?

Oleh : Irma Yuliani, S.E, M.Si Pembina Galeri Investasi dan…

Rabu, 28 April 2021 11:14

Labirin Terorisme

Oleh Miftah Faried Hadinatha Mahasiswa Magister Hukum Kenegaraan Fakultas Hukum…

Selasa, 27 April 2021 11:03

Mimpi Membangun Indonesia Berkemajuan Digital

Oleh: Muhamad Fadhol Tamimy   Dulu, mungkin kita sering menonton…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers