MANAGED BY:
SABTU
04 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Senin, 15 Maret 2021 09:40
Pelesiran ke Gugus Kepulauan Derawan: Kakaban, Danau Bertabur “Mutiara” Ribuan Tahun
MEMESONA: Pulau Kakaban menjadi salah satu destinasi di Gugus Kepulauan Derawan yang punya ciri khas yang takkan ditemui di destinasi wisata bahari lainnya di Tanah Air. FOTO-FOTO: DOKUMENTASI PRIBADI WISE ADAM & KOLEKSI FOTO INSTAGRAM @BERAU_ASIK

CATATAN PERJALANAN

Wise Adam, Pewarta Foto Berau Post

 

Berkunjung ke Gugus Kepulauan Derawan, tidak lengkap bila belum mengunjungi Pulau Kakaban. Pulau dengan pesona yang menjadi magnet wisatan di antero dunia.

SETELAH menikmati keindahan alam Pulau Sangalaki sekaligus belajar mengenai aktivitas konservasi penyu di sana, kita bisa melanjutkan perjalanan ke pulau berikutnya. Pulau wisata alam lainnya di kawasan Gugusan Kepulauan Derawan yakni Kakaban.

Dari Sangalaki, kita bisa menjangkau Pulau Kakaban menggunakan kapal motor seperti speedboat yang disewa dari Pulau Derawan sebagai titik awal keberangkatan. Diketahui, mengunjungi Sangalaki dan Kakaban bisa dilakukan dalam sekali perjalanan.

Adapun untuk bisa mencapai dua pulau tersebut, pelancong bisa menyewa alias carter speedboat. Harga sewanya bervariasi. Bergantung jumlah penumpang. Untuk speedboat berukuran kecil berkapasitas lima orang, dibanderol harga sekira Rp 1 juta. Untuk speedboat berkapasitas 10 orang, dikenai tarif Rp 2 juta untuk sehari penyewaan.

Dari Derawan, perjalanan bisa memilih ke salah satu pulau. Hanya, umumnya, karena faktor kondisi laut, pemandu menganjurkan ke Sangalaki terlebih dahulu. Dari Derawan ke Sangalaki membutuhkan sekira 45–60 menit perjalanan. Adapun dari Sangalaki ke Kakaban membutuhkan waktu tempuh sekira 15–30 menit.

Siapkan pakaian ekstra dan peralatan snorkeling atau menyelam bila berkunjung ke Kakaban. Sebab, Anda pasti tergiur untuk berenang di Danau Kakaban. Untuk menyewa peralatan snorkeling seperti fin atau goggle bisa dilakukan di Derawan, jelang keberangkatan. Harga sewanya pun terjangkau, berkisar di antara harga Rp 50–100 ribu. Untuk pelampung, tersedia di Kakaban yang bisa digunakan secara cuma-cuma.

Di Kakaban, Anda bisa bercengkerama dengan stingless jellyfish alias ubur-ubur yang tidak menyengat. Keberadaan mereka itu yang menjadi salah satu alasan wisatawan dari antero dunia begitu tertarik untuk bertandang ke Gugus Kepulauan Derawan.

Sedikitnya ada empat spesies ubur-ubur jinak yang hidup di sana. Yakni ubur-ubur bulan (Australia aurita), ubur-ubur totol (Mastigias papua), ubur-ubur kotak (Tripedalia cystophora), dan ubur-ubur terbalik (Cassiopea ornata).

Mereka hidup di danau air payau yang luasnya bahkan lebih dominan dari daratannya Pulau Kakaban. Ya, air danau tersebut berasal dari hujan yang bercampur dengan air laut yang merembes dari permukaan tanah. Konon, keberadaan biota air di danau tersebut sudah ada sejak ribuan tahun lalu.

Seperti Sangalaki, tidak ada permukiman penduduk di sana. Hanya agar wisata alam di sana tetap lestari, masyarakat pun berswadaya menjaganya bersama. Karena itu, para pengunjung selalu diingatkan untuk bisa menjaga etika selama berkunjung ke Kakaban—dan tentu saja di tempat wisata mana pun.

Hanya ada satu akses untuk bisa menuju ke Danau Kakaban. Dari dermaga, kita akan meniti jembatan kayu yang membelah hutannya yang begitu natural. Di kiri-kanan jembatan, berbagai jenis pohon berdiri tegak. Mulai yang lurus hingga yang meliuk-liuk. Umumnya pohon mangrove alias bakau. Beberapa di antaranya tercantum keterangan mengenai jenis dan usia pohon. Itu dipasang oleh pengelola.

Permukaan air tenang berwarna hijau zamrud, serasi dengan warna pohon yang berjajar di tepian, berpadu dengan warna biru langit beraksen putih dari awan. Pemandangan menyejukkan itu yang akan pertama kali disaksikan ketika tiba di tepian Danau Kakaban. Saatnya menyelam.

Untuk berenang, para pengunjung dilarang keras masuk ke danau dengan cara yang berisik atau gaduh. Sebab, itu berisiko membunuh ubur-ubur yang bertubuh ringkih. Karena itu, untuk masuk ke sana sebisa mungkin minim gerakan untuk memastikan tidak melukai ubur-ubur di sana. (ndy2/k16)


BACA JUGA

Jumat, 03 Desember 2021 11:36

Trans Kalimantan Makin Parah, Poros Samarinda-Sendawar Ditempuh 10 Jam

Kerusakan jalan trans Kalimantan, poros Kubar-Samarinda tiada hentinya jadi sorotan.…

Jumat, 03 Desember 2021 11:09
Instruksi Bupati PPU untuk Seluruh Lingkungan RT, PPKM Level 2 Berlaku sampai 6 Desember

Dari Ingatkan Prokes 4M dan Maksimalkan Posko Penanganan, sampai Imbauan Qunut Nazilah

Kabupaten PPU telah menerapkan kebijakan PPKM Level 2 mulai 23…

Jumat, 03 Desember 2021 11:07

Harapan Ratusan Guru di PPU Kandas, Dana Hibah Tak Ada dalam APBD 2022

Harapan ratusan guru Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia…

Jumat, 03 Desember 2021 11:05

Kontraktor di PPU Keberatan Pajak Galian C

PENAJAM - Kontraktor yang mendapatkan pekerjaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten…

Kamis, 02 Desember 2021 14:13

Kades Batu Lepoq Ciptakan Herbal Immune Booster Covid 19

SANGATTA - Kepala Desa Batu Lepoq, Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai…

Kamis, 02 Desember 2021 13:03

Cegah Penyebaran Wabah, Wajib Lapor RT Digalakkan

SANGATTA - Covid- 19 menjadi tantangan baru, termasuk pembatasan mobilisasi…

Kamis, 02 Desember 2021 10:58

Mendagri Ultimatum PPU, Jelang Tutup Tahun Serapan APBD Rendah

Kinerja pemerintah daerah (Pemkab dan DPRD) Penajam Paser Utara (PPU)…

Kamis, 02 Desember 2021 10:57

Soal APBD PPU yang Telat, Sanksi seperti Dua Mata Pisau

SALAH satu poin penilaian untuk mengukur kinerja pengelolaan keuangan daerah…

Kamis, 02 Desember 2021 10:56

Program TORA Terkendala Anggaran

TANA PASER - Progres usulan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA)…

Kamis, 02 Desember 2021 10:55

Soal Maraknya Aktivitas Tambang Ilegal, Legislator Kaltim Dorong Bentuk Pansus

PENAJAM - Kegiatan tambang batu bara ilegal di Kaltim, termasuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers