MANAGED BY:
MINGGU
18 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Kamis, 11 Maret 2021 12:37
Dua Jenderal Polisi Divonis, Napoleon Menolak, Prasetijo Terima Vonis Hakim

Polri Tunggu Putusan Berkekuatan Hukum Tetap

Irjen Napoleon Bonaparte

PROKAL.CO,

JAKARTA- Dua jenderal Polri, Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Pol Prasetijo Utomo, telah divonis oleh majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta (10/3). Sidang putusan keduanya dilaksanakan terpisah dengan majelis hakim yang sama. Lewat sidang tersebut, majelis hakim menghukum Napoleon empat tahun penjara. Sedangkan Prasetijo mendapat hukuman tiga setengah tahun kurungan.

 Keduanya dinyatakan secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus penghapusan red notice Djoko Sugiarto Tjandra. Oleh hakim, Prasetijo dan Napoleon dinyatakan telah bersama-sama melawan hukum. Mengingat Djoko Tjandra merupakan terpidana korupsi buronan Kejaksaan Agung (Kejagung). "Memutuskan, menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa Napoleon Bonaparte empat tahun penjara," kata Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis. 

Vonis tersebut setahun lebih berat dari tuntutan yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam sidang sebelumnya, Napoleon dituntut tiga tahun penjara dengan denda Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan. Namun, majelis hakim menilai tuntutan tersebut terlampau rendah untuk Napoleon. "Amar tuntutan terlalu ringan untuk dijatuhkan kepada terdakwa (Napoleon)," imbuh Damis. Alhasil majelis hakim sepakat memperberat hukuman Napoleon. 

Selain empat tahun penjara, majelis hakim yang menyidangkan perkara Napoleon juga menghukum jenderal bintang dua Polri itu dengan hukuman denda Rp 100 juta subsider enam bulan penjara. Putusan itu diambil majelis hakim lantaran fakta-fakta dalam sidang menunjukkan telah terjadi tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Napoleon. Tindakan itu, kata majelis hakim, bertentangan dengan komitmen pemerintah untuk memerangi korupsi. Tidak hanya itu, Napoleon dianggap telah menurunkan citra Polri sebagai lembaga penegak hukum.

 Lebih dari itu, majelis hakim tidak melihat Napoleon menyesali perbuatannya. "Terdakwa sama sekali tidak memperlihatkan penyesalan," imbuh hakim Damis. Sikap Napoleon itu juga dinilai tidak ksatria. "Ibarat lempar batu sembunyi tangan," kata dia. Itu disampaikan oleh majelis hakim lantaran Napoloen menyangkal perbuatan yang telah dilakukan. "Berani berbuat tetapi menyangkal perbuatannya," tambahnya. Beruntung, hakim masih melihat sisi-sisi baik Napoleon. 

Di antaranya telah mengabdi selama lebih dari 30 tahun sebagai personel Polri. Lalu tidak pernah berbuat melawan hukum serta sopan dan menjalani persidangan dengan baik. Namun demikian, semua itu tidak lantas membuat dirinya lepas dari jeratan hukum. Atas putusan kemarin Napoleon tegas menolak. "Saya menolak putusan itu, saya mengajukan banding," ucap dia. Dalam kesempatan yang sama, Napoleon menyampaikan, dirinya merasakan martabatnya telah dilecehkan. "Saya lebih baik mati dari pada martabat keluarga dilecehkan seperti ini," jelasnya. 

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 17 April 2021 21:00
Menteri PUPR: Tambang di Kaltim Akan Lebih Diawasi

Lahan Kritis Kepung Ibu Kota Negara Baru

Menurut Jatam, 73 persen daratan Kaltim telah dikaveling untuk kepentingan…

Sabtu, 17 April 2021 21:00

ALHAMDULILLAH..!! Boleh Mudik Dalam Provinsi, Asal Tidak Keluar Kaltim

SAMARINDA–Kasus Covid-19 di Kaltim perlahan terus mengalami penurunan. Kini, jumlah…

Sabtu, 17 April 2021 20:00
Gajinya Ditanggung APBN

Guru PPPK Akan Dikontrak Per Tahun, Pemprov Siapkan 4.202 Formasi

BALIKPAPAN-Rekrutmen guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) diharapkan menjadi…

Sabtu, 17 April 2021 12:09
Mereka Menemukan ’’Rumah” di Indonesia (5-Habis)

Nama Ketiga Anak Jadi Trofi Ajang Sepak Bola

Seorang doktor teologi, selama nyaris tiga dekade di Papua, selain…

Sabtu, 17 April 2021 12:06

Indonesia Tidak Boleh Lengah, Gelombang Ketiga Covid-19 Dunia Membayangi

JAKARTA- Meskipun kasus Covid-19 di Indonesia relatif ‘terkendali’. Namun gelombang…

Sabtu, 17 April 2021 12:05

Segera Disahkan, Rancangan Perpres Zakat ASN Sudah Masuk Setneg

JAKARTA- Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang pembayaran zakat untuk aparatur…

Sabtu, 17 April 2021 12:02

Kasus Mafia Pertanahan Makin Massif, Diminta Tak Hanya Gertak Sambal

JAKARTA– Panitia Kerja (Panja) Mafia Tanah Komisi II DPR RI…

Sabtu, 17 April 2021 11:59

Lulusan SMA Bisa Daftar Sekolah Kedinasan dan CPNS

JAKARTA- Tahun ini, pemerintah memperluas kesempatan kepada masyarakat lulusan SMA/sederajat…

Sabtu, 17 April 2021 11:35
Vaksin Nusantara Bisa Diporduksi Awal Tahun Depan

BPOM Menunggu Respon Peneliti Vaksin Nusantara

JAKARTA– Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jumat (16/4) menyatakan…

Sabtu, 17 April 2021 11:34

Dua Bulan Temukan 200 Ujaran Kebencian

JAKARTA- Media sosial masih menjadi ladang subur ujaran kebencian. Polri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers