MANAGED BY:
SENIN
19 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Sabtu, 06 Maret 2021 10:51
Kerusakan Jembatan Dondang Diklaim Lebih Parah
-

PROKAL.CO,

SAMARINDA–Jembatan Dondang di Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara, bukan pertama ditabrak ponton batu bara. Tak sampai setengah tahun, jembatan ini sudah ditabrak dua kali. Kekhawatiran lebih besar pun muncul. Kerusakan karena tabrakan yang baru saja terjadi pada Selasa (2/3) sekitar pukul 23.30 Wita, efeknya lebih parah dibandingkan tabrakan pada November 2020.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Perumahan Rakyat (DPUPR-Pera) Kaltim Irhamsyah mengungkapkan, kondisi Jembatan Dondang setelah ditabrak lima hari lalu memang lebih parah. Namun untuk detail kerusakan apa saja, lelaki yang akrab disapa Iing itu belum bisa memberitahukan. "Masih dilakukan pemeriksaan secara detail. Masih dalam perhitungan," kata dia.

Pria yang akrab disapa Iing itu melanjutkan, pihak yang bertanggung jawab atas rusaknya jembatan, akan mengganti rugi lebih besar dibandingkan perusahaan yang menabrak sebelumnya. Untuk diketahui, perusahaan pemilik tongkang sebelumnya harus membayar sekitar Rp 1 miliar. Kerusakan yang timbul karena insiden pada Ahad, 15 November 2020 malam itu, lapisan aspal badan jalan di bagian suspension joint atau sambungan gantung jembatan retak. Panjangnya 840 meter. Kemudian panjang retakan yang berada di tiang pancang atau peer 10 sekitar 2,3 meter.

Sementara itu, kerusakan yang terjadi lima hari lalu, tiang fondasi jembatan penyok. Tampak lekukan pada tiang akibat benturan keras sehingga terkelupas. Setelah meninjau Jembatan Dondang dua hari lalu, Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin menuding jika petugas yang mestinya mengawasi, lalai mengerjakan tugas. Diketahui, instansi yang diberi tanggung jawab mengawasi aktivitas kapal di kawasan perairan ini adalah Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Kuala Samboja.

“Ada pihak-pihak yang diberikan kewenangan untuk mengurusi aktivitas di kolong jembatan seperti kapal pandu dan kapal tunda. Termasuk juga ada pihak yang memiliki kewenangan mengawasi jika ada aktivitas lain seperti kapal tambat,” ungkapnya. Rendi kian kecewa setelah menerima laporan bahwa saat kapal tambat, hanya diikat di pohon nipah yang berada di sekitar sungai. “Ini sama halnya seperti mengikat sapi di rumput. Tentunya potensi lepas sangat besar. Karena memang bukan pada tempatnya,” ungkap dia.

Sementara itu, Kepala KUPP Kuala Samboja Faisal Rahman menuturkan, aktivitas menambat kapal di pohon nipah tidak dibenarkan. “Karena itu bukan tempat tambat mereka. SOP-nya bukan di situ,” kata Faisal. Lanjut dia, pihaknya rutin menggelar patroli dan menegur kapal yang tambat di lokasi yang tidak dibenarkan. Namun, hingga saat ini, petugas KUPP Kuala Samboja masih memberikan peringatan berupa teguran. “Sanksi paling berat bisa pembekuan izin pelayaran,” terangnya. (nyc/riz/k8)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 17 April 2021 21:00
Menteri PUPR: Tambang di Kaltim Akan Lebih Diawasi

Lahan Kritis Kepung Ibu Kota Negara Baru

Menurut Jatam, 73 persen daratan Kaltim telah dikaveling untuk kepentingan…

Sabtu, 17 April 2021 21:00

ALHAMDULILLAH..!! Boleh Mudik Dalam Provinsi, Asal Tidak Keluar Kaltim

SAMARINDA–Kasus Covid-19 di Kaltim perlahan terus mengalami penurunan. Kini, jumlah…

Sabtu, 17 April 2021 20:00
Gajinya Ditanggung APBN

Guru PPPK Akan Dikontrak Per Tahun, Pemprov Siapkan 4.202 Formasi

BALIKPAPAN-Rekrutmen guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) diharapkan menjadi…

Sabtu, 17 April 2021 12:09
Mereka Menemukan ’’Rumah” di Indonesia (5-Habis)

Nama Ketiga Anak Jadi Trofi Ajang Sepak Bola

Seorang doktor teologi, selama nyaris tiga dekade di Papua, selain…

Sabtu, 17 April 2021 12:06

Indonesia Tidak Boleh Lengah, Gelombang Ketiga Covid-19 Dunia Membayangi

JAKARTA- Meskipun kasus Covid-19 di Indonesia relatif ‘terkendali’. Namun gelombang…

Sabtu, 17 April 2021 12:05

Segera Disahkan, Rancangan Perpres Zakat ASN Sudah Masuk Setneg

JAKARTA- Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang pembayaran zakat untuk aparatur…

Sabtu, 17 April 2021 12:02

Kasus Mafia Pertanahan Makin Massif, Diminta Tak Hanya Gertak Sambal

JAKARTA– Panitia Kerja (Panja) Mafia Tanah Komisi II DPR RI…

Sabtu, 17 April 2021 11:59

Lulusan SMA Bisa Daftar Sekolah Kedinasan dan CPNS

JAKARTA- Tahun ini, pemerintah memperluas kesempatan kepada masyarakat lulusan SMA/sederajat…

Sabtu, 17 April 2021 11:35
Vaksin Nusantara Bisa Diporduksi Awal Tahun Depan

BPOM Menunggu Respon Peneliti Vaksin Nusantara

JAKARTA– Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jumat (16/4) menyatakan…

Sabtu, 17 April 2021 11:34

Dua Bulan Temukan 200 Ujaran Kebencian

JAKARTA- Media sosial masih menjadi ladang subur ujaran kebencian. Polri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers