MANAGED BY:
SABTU
15 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Jumat, 05 Maret 2021 12:02
Legalisasi Minuman Keras

Rasulullah perlu waktu lama untuk berdakwah menghilangkan kebiasaan minuman keras pada umatnya. Disebabkan sebelum mengenal Islam, sebagian umat Islam sudah memiliki tradisi meminum minuman keras.

Diperlukan dua tahapan sebelum benar-benar melarang minuman keras dan menghukum pelakunya. Sebelum dilarang, minuman keras masih diperbolehkan diminum dalam kalangan muslim. Wahyu memberikan pesan persuasif bahwa minuman keras memang ada manfaatnya. Tetapi manfaatnya tidak sebanding dengan bahaya yang dimunculkan.

Ketika pesan manfaat dan mudarat sudah dipahami dan mulai tertanam dalam otak kaum muslim saat itu, wahyu mulai melarang meminum minuman keras. Namun, larangan bersifat parsial. Tidak diperbolehkan mabuk ketika sedang salat. Pada akhirnya Allah betul-betul tegas melarang meminum minuman keras setelah dua tahapan itu dilaksanakan.

Terdapat pelajaran penting dari pembuatan kebijakan hukum pada era Rasulullah yang masih relevan dan perlu direnungkan pemerintah. Pertama, sebelum membuat kebijakan, harus didahului dengan pertimbangan manfaat dan bahaya sebuah kebijakan. Apakah kebijakan legalisasi miras itu lebih banyak manfaat atau bahayanya. Takaran mana yang lebih berat, manfaat ekonomi atau munculnya kehancuran moral anak bangsa.

Kedua, jika regulasi yang sudah berjalan dianggap baik untuk meredam lajunya sebuah mudarat, maka jangan mundur lagi. Regulasi yang sudah ada sebelumnya sudah bagus, dengan membatasi laju pembuatan minuman keras. Mengapa harus ada aturan yang berpotensi mengembangkan industri minuman keras lebih terbuka?

Berkaca dari kebijakan yang dibuat Rasulullah, arah kebijakannya semakin lama semakin tegas, tidak sebaliknya. Mudah-mudahan pemerintah bisa mencontoh kebijakan Rasul dan rakyatnya bisa semakin terhindar dari pengaruh buruk minuman keras. Amin. (rom/k16)

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 11 Mei 2021 11:00

Birokrasi Borneopolitan di Ibu Kota Negara Baru

Oleh: Bonataon MT Vincent Simandjorang*   Pada periode kepemimpinan terakhirnya,…

Jumat, 07 Mei 2021 20:49

Selamat Tinggal Ramadan, Tetap di Rumah Saja

Oleh: dr Siti Nuriyatus Zahrah Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Wilayah…

Jumat, 07 Mei 2021 17:44

Ujung Ramadan

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Selasa, 04 Mei 2021 14:07

Pentingnya Mengkonsumsi Produk Halal

Maisyarah Rahmi HS, Lc., M.A., Ph.DDirektur Pusat Kajian Halal, Fakultas…

Selasa, 04 Mei 2021 12:55

Mal sebagai Pariwisata atau Gaya Hidup

Oleh; Muhammad Al Fayed*   Melihat Samarinda pada kacamata ekonomi…

Jumat, 30 April 2021 11:00

Pentingnya Digital Parenting untuk Anak

Oleh: Johantan Alfando Wikandana SuciptaStaff Dosen Prodi Ilmu Komunikasi FISIP…

Kamis, 29 April 2021 13:34

Menjadi Pebisnis Profesional Dalam Islam

Norvadewi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Samarinda  …

Kamis, 29 April 2021 13:32

Apa itu Pasar Modal Syariah?

Oleh : Irma Yuliani, S.E, M.Si Pembina Galeri Investasi dan…

Rabu, 28 April 2021 11:14

Labirin Terorisme

Oleh Miftah Faried Hadinatha Mahasiswa Magister Hukum Kenegaraan Fakultas Hukum…

Selasa, 27 April 2021 11:03

Mimpi Membangun Indonesia Berkemajuan Digital

Oleh: Muhamad Fadhol Tamimy   Dulu, mungkin kita sering menonton…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers